Haimalang – Kebakaran Gunung Arjuno-Welirang meluas hingga empat wilayah, yakni Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Malang, Kota Batu, dan Kabupaten Mojokerto. Berdasarkan pemantauan terakhir pada Selasa (20/10/2026), sebanyak 140 titik panas terdeteksi di kawasan tersebut. Kebakaran juga merusak jaringan pipa air bersih yang melayani ribuan keluarga di kaki gunung.
Kepala UPT Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo, Agustiningtyas Marini, menyampaikan bahwa api belum berhasil dikendalikan dan terus merambat ke sejumlah kawasan, termasuk wilayah Kabupaten Malang. Kebakaran yang mulai terjadi pada Kamis (15/10/2026) itu masih ditangani melalui operasi pemadaman darat.
Di Kabupaten Malang, titik api terpantau di kawasan Bukit Lincing, Kecamatan Lawang, serta Toyomarto, Kecamatan Singosari. Sementara itu, kebakaran juga meluas ke Desa Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, yang berjarak sekitar satu kilometer dari jalur pendakian melalui kawasan tersebut.
140 Titik Panas Kebakaran Gunung Arjuno-Welirang
Jumlah 140 titik panas tersebut merupakan data pemantauan di kawasan Gunung Arjuno-Welirang secara keseluruhan. Sementara itu, BPBD Kabupaten Malang mencatat 57 titik panas yang terpantau di wilayah kabupaten tersebut hingga Selasa (20/10/2026).
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, menyebut area yang terdampak di wilayahnya meliputi Bukit Budug Asu di Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari, serta kawasan sabana dan Bukit Lincing di Desa Wonorejo, Kecamatan Lawang.
Pemadaman melibatkan personel gabungan dari BPBD, Polisi Kehutanan, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), TNI-Polri, relawan, dan unsur terkait lainnya.
Petugas menghadapi kendala berupa medan curam yang hanya bisa dijangkau dengan berjalan kaki. Kondisi tersebut membuat perjalanan menuju titik api membutuhkan waktu lebih lama, sementara kobaran api masih berpotensi merambat ke vegetasi di sekitarnya.
Upaya penanganan meliputi pemadaman manual, pembuatan sekat bakar, penanganan bara api yang tersisa, serta pemotongan pohon tumbang untuk mengurangi risiko perambatan.
Sekat Bakar Dibuat di Bukit Lincing Lawang
Di kawasan Lawang, kebakaran mulai memasuki Bukit Lincing pada Senin malam. Petugas bersama relawan kemudian membuat sekat bakar di kawasan Pagerwatu, sebelum Pos 2 jalur pendakian, untuk menghambat pergerakan api.
Kapolsek Lawang Kompol H. Moh. Lutfi, S.H., M.Si., mengatakan tingginya ilalang dan sulitnya akses menuju lokasi menjadi kendala dalam pemadaman. Ketika kobaran membesar, petugas memilih mundur untuk memprioritaskan keselamatan relawan.
Sekat bakar dibuat dengan membersihkan rumput dan ilalang menggunakan peralatan manual seperti cangkul dan arit. Lebarnya mencapai hampir tiga meter dengan vegetasi yang relatif pendek.
“Setelah api itu turun dari Bukit Lincing ke bawah, kemudian kita membuat sekat bakar di Pagerwatu itu. Ini yang efektif rupanya,” ujar Lutfi.
Meski dinilai membantu menghambat perambatan api, sekat tersebut tetap dijaga untuk mengantisipasi kemungkinan kobaran melompat ke area lain.
Dalam wawancara tersebut, Lutfi juga menyebut api bergerak ke arah selatan, menuju Toyomarto, Kecamatan Singosari. Perkembangan arah api ini menjadi salah satu hal yang perlu dipantau dalam operasi penanganan kebakaran.
Kebakaran Merusak Pipa Air, 2.900 KK Terdampak
Dampak kebakaran Gunung Arjuno-Welirang tidak hanya mengancam kawasan hutan, tetapi juga mengganggu akses air bersih warga di kaki gunung.
Kebakaran merusak jaringan pipa air bersih sepanjang sekitar lima kilometer. Kerusakan tersebut menyebabkan sekitar 2.900 kepala keluarga di Desa Jatiarjo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, mengalami gangguan akses air bersih untuk kebutuhan sehari-hari, termasuk minum dan memasak.
Gangguan pasokan dilaporkan terjadi sejak Sabtu (17/10/2026). Meski api di jalur pipa telah padam, jaringan tersebut masih membutuhkan perbaikan agar bisa kembali berfungsi.
Kepala Desa Jatiarjo, MH Dardiri, menyampaikan bahwa perbaikan diperkirakan membutuhkan waktu paling cepat empat hari. Selama proses tersebut, warga menerima bantuan distribusi air bersih dari sejumlah pihak, termasuk BPBD Kabupaten Pasuruan.
Dampak ini menunjukkan bahwa kebakaran di kawasan konservasi tersebut turut memengaruhi kebutuhan dasar masyarakat yang tinggal di sekitar lereng gunung.
Jalur Pendakian Arjuno-Welirang Ditutup
Untuk mengurangi risiko terhadap pendaki, UPT Tahura Raden Soerjo sebelumnya menutup seluruh jalur pendakian Gunung Arjuno-Welirang mulai Sabtu (17/10/2026) hingga batas waktu yang belum ditentukan.
Penutupan dilakukan sebagai langkah pencegahan terhadap bahaya rambatan api dan asap di jalur pendakian. Pengelola juga mengerahkan petugas untuk memastikan pendaki yang telanjur berada di jalur dapat dievakuasi.
Hingga Selasa (20/10/2026), luas total lahan yang terbakar masih dalam pendataan. Petugas gabungan melanjutkan pemadaman dan pemantauan di sejumlah titik, dengan mempertimbangkan kondisi medan serta keselamatan personel.
Masyarakat di sekitar kawasan terdampak diimbau mengikuti perkembangan informasi dari petugas dan tidak memasuki area penanganan kebakaran selama kondisi belum dinyatakan aman.