Haimalang – Grand Mercure Malang Mirama menandai lima tahun perjalanan bisnisnya pada Sabtu (10/10/2026). Memasuki tahun keenam operasional, hotel di bawah naungan Accor Group ini mengangkat perpaduan standar pelayanan internasional dan identitas lokal sebagai bagian dari arah pengembangan bisnisnya.
Momentum tersebut dirayakan melalui tema 5 Years of Golden Bloom Harmonizing in Premium & Glocal Pride. Tema ini merepresentasikan pertumbuhan hotel sekaligus upaya menyelaraskan konsep hospitality premium dengan kebanggaan terhadap budaya lokal Malang.
Selama beroperasi, Grand Mercure Malang Mirama menyediakan fasilitas untuk kebutuhan wisatawan maupun pelaku bisnis. Layanannya mencakup restoran, kolam renang, pusat kebugaran, hingga ruang pertemuan dan ballroom untuk kegiatan MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition).
Namun, perjalanan lima tahun di industri perhotelan bukan hanya tentang kelengkapan fasilitas. Konsistensi pelayanan, kemampuan membaca kebutuhan tamu, dan diferensiasi pengalaman menjadi aspek yang perlu terus dijaga di tengah persaingan bisnis akomodasi.
## Grand Mercure Malang Mirama Evaluasi Perjalanan Lima Tahun
Direktur Utama PT Mirama Wisata, Yohan Setia Putra, menyebut usia lima tahun sebagai momentum untuk mengevaluasi pencapaian sekaligus memperkuat komitmen pengembangan hotel.
Ia menilai perjalanan tersebut tidak terlepas dari kerja keras tim yang terus berupaya menjaga kualitas layanan.
“Perjalanan lima tahun ini merupakan refleksi dari dedikasi kami untuk terus tumbuh secara berkelanjutan. Melalui perayaan ini, kami tidak hanya merayakan pencapaian yang ada, tetapi juga menegaskan komitmen untuk tidak cepat puas dengan apa yang telah diraih saat ini,” ungkap Yohan.
Ia menambahkan, hotel akan terus belajar dan berinovasi untuk menyelaraskan standar pelayanan premium dengan kearifan lokal.
Komitmen tersebut menjadi penting karena pencapaian usia operasional tidak otomatis menjamin keberlanjutan bisnis. Hotel tetap perlu menjaga relevansi layanan dan memastikan pengalaman yang diberikan sesuai dengan ekspektasi tamu.
## Budaya Lokal sebagai Pembeda Pengalaman Menginap
Perpaduan identitas lokal dengan standar internasional menjadi salah satu gagasan utama yang diangkat Grand Mercure Malang Mirama dalam perayaan tahun ini.
Cluster General Manager Grand Mercure Malang Mirama dan Mercure Surabaya Grand Mirama, Sugito Adhi, mengatakan hotel berupaya memberikan pengalaman yang tidak terbatas pada kebutuhan menginap.
“Selama lima tahun terakhir, kami berupaya tidak hanya menjadi tempat menginap, tetapi juga memberikan pengalaman yang berkesan dan memperkenalkan keindahan serta kekayaan budaya Malang kepada dunia,” ujar Sugito.
Pernyataan tersebut menunjukkan bagaimana identitas lokal diposisikan sebagai bagian dari pengalaman hospitality. Dalam praktiknya, pendekatan ini perlu diterjemahkan secara konsisten melalui pelayanan maupun pengalaman yang benar-benar dirasakan tamu.
Bagi industri perhotelan, karakter lokal dapat menjadi pembeda di tengah standar fasilitas dan layanan yang relatif serupa. Namun, keberhasilannya tetap bergantung pada kualitas pelaksanaan dan respons pengunjung, bukan sekadar tema yang diusung.
## Barongsai Warnai Perayaan HUT ke-5
Perayaan lima tahun Grand Mercure Malang Mirama turut menghadirkan pertunjukan barongsai dan tradisi Cai Qing Bao. Dalam budaya Tionghoa, tradisi tersebut berkaitan dengan simbol keberuntungan, kemakmuran, dan harapan baik.
Pertunjukan ini memberikan nuansa budaya dalam rangkaian perayaan sekaligus melengkapi tema Glocal Pride yang diangkat hotel.
Memasuki tahun keenam operasional, tantangan Grand Mercure Malang Mirama bukan hanya mempertahankan citra sebagai hotel premium, tetapi juga menjaga konsistensi layanan dan membangun pengalaman yang relevan bagi wisatawan maupun pelaku bisnis.
Lima tahun perjalanan menjadi pijakan untuk pengembangan berikutnya. Sementara itu, kemampuan mempertahankan kualitas dan menerjemahkan identitas lokal ke dalam pengalaman tamu akan menjadi bagian penting dari perjalanan bisnis hotel ke depan.