Home NewsPameran Foto PFI Malang: 120 Karya Buka Cerita Pangan yang Sering Luput dari Perhatian

Pameran Foto PFI Malang: 120 Karya Buka Cerita Pangan yang Sering Luput dari Perhatian

by Redaksi Hai Malang
0 comments

Haimalang – Pameran foto PFI Malang “Tanah, Pangan dan Harapan” tidak sekadar menyajikan deretan karya fotografi. Sebanyak 120 foto dalam 24 cerita mengajak pengunjung melihat kembali persoalan pangan yang sebenarnya dekat dengan kehidupan sehari-hari, tetapi sering luput dari perhatian.

Pameran yang digelar di Galeri Kayutangan, Kota Malang, pada 24–27 September 2026 ini bertepatan dengan Hari Tani Nasional. Karya-karya tersebut merupakan hasil 21 pewarta foto PFI Malang yang merekam beragam cerita tentang pangan di Jawa Timur.

Mulai dari sumber pangan, proses produksi, kehidupan masyarakat yang bergantung pada sektor pangan, hingga persoalan kesehatan dan lingkungan, semuanya dihadirkan melalui fotografi jurnalistik.

Pameran Foto PFI Malang Ajak Pengunjung Melihat Lebih Dekat

Salah satu hal yang ditawarkan dalam pameran ini adalah kuratorial tour. Pengunjung tidak hanya melihat foto, tetapi juga diajak memahami konteks, cerita, serta persoalan yang berada di balik setiap karya.

Pameran foto Pfi malang

Idealita Ismanto memandu pengunjung yang melihat pameran. Foto PFI Malang

Kurator Idealita Ismanto mengatakan pendekatan tersebut membantu pengunjung memahami persoalan secara lebih detail.

“Kuratorial tour ini berguna agar orang memahami lebih dalam atau detail melihat sesuatu permasalahan yang ada, seperti sering kita lihat tapi jarang diperhatikan,” ujar Idealita.

Pendekatan tersebut membuat karya fotografi tidak berhenti sebagai gambar yang dilihat sekilas. Pengunjung diajak menghubungkan apa yang terlihat dalam foto dengan kehidupan yang mereka temui sehari-hari.

Sherly Cleodora, mahasiswa semester 7 salah satu perguruan tinggi di Malang, menjadi salah satu pengunjung yang mengikuti foto tour tersebut.

“Dari foto tour kita banyak tahu lebih dalam, jadi pameran ini lebih menarik. Banyak cerita yang saya ambil,” katanya.

Dari Pangan Hutan hingga Pasar Gadang

Cerita yang dibawa PFI Malang cukup beragam. Sejumlah pewarta foto mendokumentasikan pangan yang bersumber dari hutan, pertanian padi dan sayuran, perikanan, peternakan, hingga pengelolaan sisa makanan.

Salah satu cerita yang diangkat adalah Pasar Gadang, yang memiliki peran penting dalam distribusi pangan di Kota Malang.

Pameran juga memperlihatkan bagaimana persoalan pangan berhubungan dengan lingkungan dan kehidupan masyarakat. Salah satunya melalui cerita tentang pengelolaan sisa makanan dari hotel agar tidak berakhir sebagai sampah dan masih dapat dimanfaatkan.

Dengan begitu, pangan dalam pameran ini tidak hanya dilihat dari apa yang akhirnya tersaji di atas meja. Ada petani, nelayan, peternak, pedagang, lingkungan, hingga proses distribusi yang ikut menentukan perjalanan pangan tersebut.

PFI Malang: Pangan Bukan Sekadar untuk Dikonsumsi

Ketua PFI Malang Darmono mengatakan pameran ini ingin mengajak masyarakat melihat pangan dari perspektif yang lebih luas.

“Melalui pameran ini, kami ingin mengajak masyarakat melihat pangan tidak hanya sebagai sesuatu yang dikonsumsi, tetapi juga memahami proses, persoalan, dan harapan yang ada di baliknya. Fotografi menjadi medium untuk menyampaikan realitas sekaligus membuka ruang diskusi,” ujar Darmono.

Pesan tersebut menjadi benang merah dari 24 cerita yang ditampilkan. Fotografi digunakan untuk membawa persoalan yang terkadang jauh dari perhatian publik menjadi sesuatu yang bisa dilihat dan dibicarakan bersama.

Pameran Foto PFI Malang Dilengkapi Diskusi

Rangkaian “Tanah, Pangan dan Harapan” juga dilengkapi diskusi bertema “Tanah, Pangan, dan Ekonomi Kota”.

Pameran foto Pfi malang

Suasana diskusi publik di gedung parkir Kayutangan seusai pembukaan pameran foto “Tanah, Pangan dan Harapan”. Foto Pfi Malang

Diskusi menghadirkan Ir. Diah Ayu Kusumadewi, MT, Asisten II Pemerintahan Kota Malang; Amithya Ratnanggani Sirraduhita, S.S., Ketua DPRD Kota Malang; Irma Tyasari, SE., S.Pd., MM., Ak., CA., CPA., CRA., Ph.D., Wakil Rektor II Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama); serta Nurul Wahyuni, praktisi sekaligus pengelola Kampung Semar.

Ketua DPRD kota malang

Amithya Ratnanggani Sirraduhita, S.S., Ketua DPRD Kota Malang saat diskusi publik. Foto PFI Malang

Pembahasan tersebut memperluas cerita pameran dari karya visual menuju persoalan pangan dalam kehidupan perkotaan, termasuk hubungan antara tanah, pangan, aktivitas ekonomi, lingkungan, dan masyarakat.

Pameran ini mendapat dukungan PFI Nasional dan Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo).

Jadwal Pameran Foto PFI Malang

Masyarakat masih dapat mengunjungi pameran foto PFI Malang “Tanah, Pangan dan Harapan” hingga 27 September 2026.

Lokasi: Galeri Kayutangan/gedung parkir Kayutangan, Kota Malang
Tanggal: 24–27 September 2026
Jam: 08.30–20.00 WIB
Terbuka untuk: masyarakat umum

Melalui 120 karya dalam 24 cerita, PFI Malang mengajak pengunjung melihat kembali sesuatu yang selama ini begitu dekat: pangan.

Bukan hanya tentang apa yang sampai di meja makan, tetapi juga tentang siapa yang menghasilkannya, bagaimana prosesnya berlangsung, serta persoalan yang berada di baliknya.

You may also like