HaiMalang – Di tengah aksi mahasiswa di depan Gedung DPRD Kota Malang, Rabu (17/6/2026), ratusan porsi makanan gratis dibagikan kepada peserta demonstrasi. Menariknya, makanan tersebut disalurkan melalui posko bertajuk MBG. Namun, MBG yang dimaksud bukan program Makan Bergizi Gratis milik pemerintah, melainkan “Makan Beneran Gratis”, sebuah gerakan solidaritas yang digagas relawan dan warga Malang.
Posko tersebut diinisiasi oleh Donatur Kolektif, kelompok relawan yang menghimpun bantuan masyarakat untuk mendukung kebutuhan logistik peserta aksi. Sejak pagi, berbagai makanan, minuman, buah-buahan hingga camilan tersusun di meja posko dan dapat dinikmati secara gratis oleh mahasiswa yang mengikuti demonstrasi.

Posko dari Donatur Kolektif yang membawa sejumlah makanan untuk mahasiswa.
Koordinator Donatur Kolektif, Azelia Tripiana, mengatakan gerakan tersebut lahir dari semangat gotong royong warga yang ingin mendukung mahasiswa dalam menyampaikan aspirasi.
“Jadi inisiatif dari kami namanya Donatur Kolektif. Awalnya kami bergerak saat bencana Semeru dan Aceh. Kemudian saat ada aksi mahasiswa beberapa waktu lalu kami membuka posko logistik dan hari ini kembali hadir untuk mendukung adik-adik yang sedang menyampaikan aspirasi,” ujarnya.
Azelia menjelaskan Donatur Kolektif terdiri dari empat perempuan asal Malang yang aktif dalam berbagai kegiatan sosial. Untuk mendukung aksi kali ini, mereka membuka penggalangan bantuan dari masyarakat melalui jejaring yang telah dibangun sebelumnya.

Makanan di Posko bertuliskan MBG (Makanan Beneran Gratis).
Menurutnya, sekitar 70 persen logistik yang tersedia di posko berasal dari sumbangan warga. Bantuan tersebut datang dalam berbagai bentuk, mulai dari makanan siap saji, minuman, buah-buahan hingga donasi uang yang kemudian dibelanjakan untuk memenuhi kebutuhan di lapangan.
“Dananya kolektif. Kebanyakan sekitar 70 persen adalah sumbangan dari orang-orang yang mengirim ke basecamp kami atau langsung ke posko. Ada makanan, snack, minuman, buah-buahan, semuanya sumbangan. Ada juga yang menyumbang dalam bentuk uang karena tidak sempat datang ke lokasi,” jelasnya.
Berbagai jenis makanan tersedia di posko tersebut. Mulai dari jeruk, melon, semangka, donat, risoles, pastel, bolu, es mambo, hingga air mineral yang disiapkan dalam jumlah besar. Selain itu, relawan juga menyediakan sekitar 200 porsi nasi kotak yang dibagikan kepada peserta aksi menjelang kegiatan berakhir.
Azelia menyebut keberadaan posko MBG bukan sekadar menyediakan makanan gratis, tetapi juga menjadi bentuk dukungan moral bagi mahasiswa yang menghabiskan waktu berjam-jam mengikuti aksi di bawah terik matahari.
Keberadaan posko tersebut pun mendapat respons positif dari peserta aksi. Salah satu mahasiswa, Akmal Rehan, mengaku bantuan logistik sangat membantu mahasiswa yang harus mengeluarkan banyak energi selama demonstrasi berlangsung.

Relawan membagikan makanan kepada peserta aksi di depan Gedung DPRD Kota Malang.
“Menurut saya pribadi ini sangat membantu teman-teman yang aktif dalam aksi. Karena kita tahu saat aksi teman-teman mengeluarkan banyak tenaga. Adanya posko logistik kolektif ini sangat membantu, khususnya mahasiswa, karena kita butuh tambahan stamina untuk bersuara kepada pemerintah,” katanya.
Di tengah jalannya aksi, posko “Makan Beneran Gratis” menjadi salah satu titik yang ramai didatangi peserta. Tidak hanya untuk mengambil makanan dan minuman, tetapi juga menjadi simbol solidaritas warga yang memilih memberikan dukungan melalui cara sederhana, yakni memastikan kebutuhan logistik mahasiswa tetap terpenuhi selama menyampaikan aspirasi di depan gedung wakil rakyat.