Home PendidikanBeri Ruang Luas untuk Berinovasi, Mahasiswa PGSD Unikama Sukses Kembangkan Game yang Dilirik Investor

Beri Ruang Luas untuk Berinovasi, Mahasiswa PGSD Unikama Sukses Kembangkan Game yang Dilirik Investor

by Redaksi Hai Malang
0 comments

Haimalang – Bagi sebagian orang, dunia pendidikan dasar dan pengembangan teknologi game adalah dua hal yang berbeda. Mahasiswa jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) biasanya diidentikkan dengan media pembelajaran konvensional seperti alat peraga fisik atau buku cerita. Namun, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) berhasil membuktikan bahwa ekosistem kampusnya mampu memberikan ruang tanpa batas bagi mahasiswa untuk mendobrak sekat-sekat tersebut.

Bukti nyata itu lahir dari sosok Ahmad Zahidin Al Faruq. Wisudawan terbaik Unikama kelahiran tahun 2004 ini sukses memanfaatkan iklim akademik kampus untuk mengembangkan startup edupreneur berbasis game RPG (Role-Playing Game) hingga berhasil memikat investor nasional. Berkat inovasi lintas disiplin ilmu ini pula, anak bungsu dari dua bersaudara tersebut lulus dengan raihan IPK nyaris sempurna, yaitu 3,97.

Berawal dari Ruang Kelas Unikama

Inovasi besar Faruq, sapaan akrabnya tidak muncul di ruang hampa, melainkan lahir langsung dari salah satu mata kuliah di Unikama, yaitu Pengembangan Media pada semester 3. Di saat mahasiswa lain cenderung memilih jalur aman dengan membuat media pembelajaran yang basic atau konvensional, Faruq justru merasa tertantang untuk melakukan lompatan besar.

Terinspirasi dari hobinya bermain game Pokemon sejak SMP, Faruq melihat adanya peluang untuk mengemas materi pelajaran sekolah dasar ke dalam petualangan RPG yang seru. Tantangan itu ia jawab dengan memanfaatkan keterbukaan relasi antar-mahasiswa di Unikama. Ia berdiskusi dengan rekan-rekannya dari program studi Sistem Informasi (SI) untuk mempelajari logika dan algoritma pemrograman.

Tampilan RPG Carya Quest, game edukasi interaktif yang mencakup mata pelajaran Matematika, IPA, Bahasa Jawa, hingga Bahasa Jepang untuk anak-anak SD.

Melalui bimbingan para dosen e-business dari prodi SI serta proses belajar otodidak selama satu tahun, Faruq berhasil menciptakan RPG Carya Quest. Sebuah game edukasi interaktif yang mencakup mata pelajaran Matematika, IPA, Bahasa Jawa, hingga Bahasa Jepang untuk anak-anak SD.

Strategi “Kerja Pintar” di Lingkungan Kampus

Keberhasilan Faruq menyeimbangkan tugas kuliah yang padat dengan proyek pengembangan game berskala besar ini didukung oleh prinsip “kerja pintar” yang ia terapkan.

“Saya lebih mendingan kerja pintar daripada kerja keras. Jadi selalu mengutamakan efektivitas waktu,” kata Faruq.

mahasiswa PGSD Unikama

Ahmad Zahidin Al Faruq, wisudawan terbaik Unikama 2026. Foto Humas Unikama

Di lingkungan kampus, ia dikenal sangat disiplin. Setiap kali mendapatkan tugas, Faruq selalu menetapkan deadline pribadi yang jauh lebih awal dari target pengumpulan dosen. Jika tugas harus dikumpulkan hari Senin, ia sudah menargetkan diri untuk menyelesaikannya di hari Rabu minggu sebelumnya. Manajemen waktu yang matang inilah yang membuatnya tetap memiliki waktu santai di tengah kesibukan riset dan pengembangan teknologi.

Mematahkan Stigma dan Memikat Angel Investor

Produk edukasi yang lahir dari rahim Unikama ini terbukti membawa dampak besar secara sosial. RPG Caria Quest perlahan mampu mengubah stigma negatif para orang tua terhadap dunia game. Melalui media ini, orang tua tersadar bahwa game bisa menjadi sarana belajar yang efektif bagi anak-anak mereka.

Tak hanya berdampak di ruang kelas, inovasi Faruq bersama timnya yang beranggotakan 5 orang ini melenggang sukses ke panggung nasional. Didukung penuh oleh ekosistem kewirausahaan kampus, tim Faruq berhasil lolos Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) Kemendikbudristek pada tahun 2023.

Kiprah mereka berlanjut di tahun 2024 melalui ajang Akademi Wirausaha Mahasiswa Merdeka (AWMM) di Universitas Brawijaya. Dari ribuan mahasiswa peserta, Faruq terpilih masuk dalam top 30 untuk melakukan pitching langsung di hadapan angel investor. Dalam ajang tersebut, mereka juga sukses menggandeng mitra Nihongo Monggo untuk pengembangan konten bahasa Jepang serta menyabet penghargaan Best Video Demo Day.

Komitmen Kampus Mewadahi Potensi Mahasiswa

Keberhasilan Faruq menembus batas keilmuan ini mendapat apresiasi tinggi dari pihak rektorat. Rektor Unikama, Prof. Dr. Sudi Dul Aji, M.Si., menegaskan bahwa kampus berkomitmen penuh untuk memfasilitasi setiap minat dan bakat mahasiswa agar bisa berkembang secara terarah.

Wisuda Semester Ganjil Tahun Akademik 2024/2025

Rektor Unikama, Prof. Dr. Sudi Dul Aji. Dok Haimalang

“Kami di Unikama selalu berupaya menyediakan ekosistem dan fasilitas terbaik agar mahasiswa tidak hanya terpaku pada teori di dalam kelas, tetapi juga mampu mengasah potensi unik mereka secara terarah. Prestasi Ahmad Zahidin adalah bukti nyata bahwa ketika kompetensi mahasiswa difasilitasi dengan tepat, mereka mampu melahirkan inovasi lintas disiplin yang berdampak luas dan diakui secara nasional,” ungkap Prof. Sudi Dul Aji.

Lulus Menjadi Pengusaha Muda

Bagi Faruq, ruang inovasi yang diberikan Unikama telah memberikan modal yang jauh lebih berharga daripada sekadar selembar ijazah. Ketika banyak lulusan baru masih bingung mencari arah pekerjaan, Faruq dan timnya justru sudah siap tancap gas membesarkan startup edupreneur mereka.

“Goals kami memang ingin startup yang sudah awal mula terbangun ini bisa jadi ujung tombak ketika lulus. Jadi anggapannya kita sudah punya pekerjaan dan penghasilan dari startup tersebut,” tutur Faruq optimis.

Kisah Ahmad Zahidin Al Faruq menegaskan kembali posisi Unikama sebagai kampus yang tidak hanya mentransfer ilmu di dalam kelas, tetapi juga menjadi wadah yang memberi ruang luas bagi mahasiswa untuk berinovasi, berkolaborasi lintas disiplin ilmu, dan lahir sebagai pemenang di industri masa depan.

You may also like