Home PendidikanUMM Resmi Ubah FKIP Menjadi Fakultas Pendidikan Sains dan Humaniora

UMM Resmi Ubah FKIP Menjadi Fakultas Pendidikan Sains dan Humaniora

by Redaksi Hai Malang
0 comments

Haimalang – Kampus UMM resmi ubah FKIP,  Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) resmi mengubah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) menjadi Fakultas Pendidikan Sains dan Humaniora (FPSH). Transformasi ini menjadi langkah strategis kampus dalam memperkuat kolaborasi antara pendidikan, sains, dan humaniora untuk menjawab tantangan dunia yang terus berkembang.

Peresmian FPSH dilakukan langsung oleh Rektor UMM di Jembatan Gedung Kuliah Bersama (GKB) 1 pada Senin (6/7), setelah terbitnya Surat Keputusan (SK) perubahan nama fakultas pada 30 Mei 2026.

Dekan Fakultas Pendidikan Sains dan Humaniora UMM, Prof. Dr. Moh. Mahfud Effendi, M.M., menjelaskan bahwa perubahan tersebut bukan sekadar pergantian identitas, tetapi menjadi penanda arah baru pengembangan fakultas yang lebih terbuka dan adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan.

Menurutnya, pendidikan, sains, dan humaniora merupakan tiga pilar yang tidak dapat dipisahkan. Inovasi teknologi harus berjalan berdampingan dengan nilai-nilai kemanusiaan agar mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

“Perubahan nama Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan menjadi Fakultas Pendidikan Sains dan Humaniora ini merupakan pernyataan tentang arah, tekad, dan cita-cita. Pendidikan membentuk manusia, sains melahirkan inovasi, sedangkan humaniora menjaga nilai-nilai kemanusiaan. Ketiganya harus berjalan bersama,” ujarnya.

Momentum peresmian FPSH juga dirangkai dengan kolokium bagi 15 doktor baru dari berbagai program studi di lingkungan fakultas tersebut. Kehadiran para doktor baru dinilai menjadi modal penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat riset, sekaligus memperluas kontribusi pengabdian kepada masyarakat.

Baca juga Jurusan di UMM Malang 2026, Pilihan Program Studi dari Kedokteran hingga Informatika

Mahfud berharap para doktor baru terus mengembangkan kompetensi akademiknya hingga mampu meraih jabatan fungsional guru besar.

“Saya percaya masa depan tidak dibangun oleh mereka yang paling kuat, tetapi oleh mereka yang paling siap menghadapi perubahan. Jagalah kualitas akademik, bangun kolaborasi, dan pastikan setiap ilmu yang dikembangkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Rektor UMM, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, S.E., M.Si., menegaskan bahwa transformasi kelembagaan harus diikuti perubahan nyata dalam cara berpikir dan budaya kerja. Menurutnya, keberhasilan FPSH tidak hanya diukur dari nama baru, tetapi juga dari kemampuan menghadirkan inovasi dan solusi bagi masyarakat.

“Jangan sekadar mengubah papan nama, tetapi harus terjadi perubahan yang substantif. Agile mindset menjadi kunci agar organisasi mampu meningkatkan kreativitas, inovasi, kolaborasi, serta menghadirkan solusi bagi masyarakat. UMM harus menjadi pelopor praktik terbaik dan excellent solution center untuk terus tumbuh dan berkembang,” katanya.

Melalui transformasi ini, UMM berharap Fakultas Pendidikan Sains dan Humaniora mampu menjadi ruang kolaborasi lintas disiplin yang melahirkan pendidik, peneliti, dan pemimpin masa depan yang berintegritas. Langkah tersebut sekaligus mempertegas komitmen Kampus Putih dalam menghadirkan inovasi pendidikan tinggi yang tetap berlandaskan nilai-nilai keislaman dan kemanusiaan.

You may also like

Leave a Comment