Haimalang – Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) kembali menunjukkan kiprahnya di tingkat nasional. Dosen Fakultas Peternakan Unikama, Dr. Ir. Enike Dwi Kusumawati, S.Pt., M.P., IPM., dipercaya menjadi Invited Speaker dalam Seminar Nasional 2026 Universitas Ma Chung yang berlangsung pada Rabu (8/7/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Empowering National Informatics through Human-Centered Digital Intelligence” tersebut menghadirkan akademisi, peneliti, praktisi, dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Forum ini menjadi ruang berbagi gagasan terkait pemanfaatan teknologi dan kecerdasan digital untuk mendukung pembangunan di berbagai sektor.
Pada sesi Pengabdian kepada Masyarakat, Dr. Enike menyampaikan materi berjudul “Sustainable and Impactful Community Empowerment through Technology and Digital Intelligence”. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya transformasi paradigma pengabdian kepada masyarakat agar tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan kegiatan, tetapi mampu menciptakan dampak yang nyata dan berkelanjutan.
Menurut Dr. Enike, tantangan pengabdian kepada masyarakat saat ini masih didominasi program-program yang bersifat jangka pendek. Kondisi tersebut sering kali menyebabkan masyarakat menjadi bergantung pada pendamping dan kurang mampu melanjutkan inovasi yang telah diperkenalkan setelah program selesai.
Karena itu, ia mendorong penerapan pendekatan empowerment atau pemberdayaan masyarakat. Melalui pendekatan ini, masyarakat didorong untuk mampu mengenali persoalannya sendiri, mengambil keputusan, mengelola sumber daya, memanfaatkan teknologi secara tepat, serta berkembang secara mandiri tanpa ketergantungan terhadap pihak pendamping.
“Pengabdian kepada masyarakat harus mampu menciptakan perubahan yang berkelanjutan. Masyarakat bukan sekadar penerima manfaat, tetapi mitra yang terlibat aktif dalam proses pembangunan,” ungkapnya.
Dalam paradigma tersebut, perguruan tinggi berperan sebagai fasilitator yang mendampingi masyarakat dalam merumuskan solusi sesuai kebutuhan nyata di lapangan. Pendekatan kolaboratif dinilai menjadi kunci agar program yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat jangka panjang.
Dr. Enike juga menjelaskan bahwa teknologi dan kecerdasan digital memiliki peran strategis dalam mendukung pemberdayaan masyarakat. Teknologi dapat membantu memperluas akses informasi, meningkatkan efisiensi kerja, mempercepat komunikasi, memperluas pemasaran, meningkatkan transparansi, hingga mendukung pengambilan keputusan berbasis data.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa teknologi bukanlah tujuan utama. Pemanfaatannya harus disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan dibarengi peningkatan kapasitas sumber daya manusia agar mampu mengadopsi inovasi secara mandiri dan berkelanjutan.
Sebagai contoh implementasi konsep tersebut, Dr. Enike memaparkan program pengembangan Sentra Kambing dan Domba Malang yang dilaksanakan di Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang. Program ini menjadi salah satu bentuk sinergi antara penelitian dan pengabdian masyarakat yang dijalankan secara berkelanjutan.
Program tersebut mencakup berbagai kajian mulai dari potensi sumber daya peternakan, evaluasi penerapan teknologi inseminasi buatan, hingga analisis dampak sosial dan ekonomi terhadap masyarakat peternak. Hasil kajian kemudian digunakan sebagai dasar penyusunan strategi pengembangan kawasan peternakan berbasis optimalisasi sumber daya lokal.
Selain itu, program juga diarahkan pada peningkatan kapasitas peternak, modernisasi sistem budidaya, serta penguatan aspek kewirausahaan masyarakat. Melalui pendekatan tersebut, pengabdian kepada masyarakat tidak hanya menghasilkan laporan dan publikasi ilmiah, tetapi juga mendorong peningkatan produktivitas serta kesejahteraan peternak.
Lebih lanjut, Dr. Enike menegaskan bahwa keberhasilan suatu program pengabdian tidak cukup diukur dari jumlah kegiatan yang terlaksana maupun banyaknya peserta yang terlibat. Keberhasilan harus dilihat dari dampak nyata yang dihasilkan bagi masyarakat.
Indikator tersebut dapat berupa peningkatan produktivitas, pendapatan masyarakat, literasi digital, kualitas pelayanan, tingkat adopsi teknologi, hingga keberlanjutan program setelah masa pendampingan berakhir.
Menurutnya, pendekatan berbasis dampak akan menghasilkan model pemberdayaan masyarakat yang lebih efektif dan mampu memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Keikutsertaan Dr. Enike sebagai narasumber dalam Seminar Nasional 2026 Universitas Ma Chung menjadi bukti kontribusi aktif Fakultas Peternakan Unikama dalam pengembangan ilmu pengetahuan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di tingkat nasional.
Partisipasi tersebut sekaligus memperkuat komitmen Unikama untuk terus mendorong kolaborasi antarp perguruan tinggi dalam menghasilkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat serta mendukung pembangunan berkelanjutan melalui pemanfaatan teknologi dan kecerdasan digital.
Menutup paparannya, Dr. Enike menegaskan bahwa keberhasilan pemberdayaan masyarakat tidak ditentukan oleh kecanggihan teknologi semata, melainkan oleh kemampuan seluruh pemangku kepentingan dalam memanfaatkan teknologi secara inklusif, tepat guna, dan berkelanjutan.
“Perguruan tinggi memiliki peran strategis sebagai jembatan yang menghubungkan ilmu pengetahuan dengan kebutuhan nyata masyarakat sehingga mampu menciptakan perubahan yang mandiri dan berdampak jangka panjang,” pungkasnya.