Home NewsProfil Hanif Sjahbandi, Perjalanan Karier dan Cerita Kembalinya ke Arema FC

Profil Hanif Sjahbandi, Perjalanan Karier dan Cerita Kembalinya ke Arema FC

by Redaksi Hai Malang
0 comments

MALANG, Haimalang – Profil Hanif Sjahbandi kembali menarik perhatian setelah Arema FC resmi “memulangkan” gelandang kelahiran Bandung, 7 April 1997, tersebut untuk memperkuat skuad Singo Edan pada kompetisi musim 2026/2027.

Kepulangan Hanif bukan cerita baru dalam hubungannya dengan Arema FC. Ia pernah menghabiskan lima tahun bersama klub asal Malang tersebut, sejak 2017 hingga 2022, sebelum melanjutkan karier bersama Persija Jakarta.

Kini, setelah menjalani perjalanan di luar Malang, Hanif kembali menjadi bagian dari klub yang pernah menjadi salah satu fase penting dalam perkembangan kariernya.

Arema FC melihat kepulangan tersebut bukan sekadar mendatangkan kembali mantan pemain. Pengalaman, karakter, serta pemahaman Hanif terhadap kultur klub menjadi pertimbangan manajemen dalam menyiapkan skuad untuk kompetisi 2026/2027.

Siapa Hanif Sjahbandi?

Hanif Abdurrauf Sjahbandi merupakan pemain sepak bola Indonesia yang berposisi sebagai gelandang.

Lahir di Bandung pada 7 April 1997, Hanif meniti karier sepak bola sejak usia muda sebelum masuk ke kompetisi profesional Indonesia.

Namanya kemudian mulai dikenal lebih luas setelah memperkuat Persiba Balikpapan. Pada 2017, perjalanan kariernya berlanjut ke Malang setelah Arema FC merekrutnya.

Di Arema, Hanif mendapatkan kesempatan berkembang sekaligus menghadapi atmosfer kompetisi bersama salah satu klub dengan basis suporter besar di Indonesia.

Lima Tahun Bersama Singo Edan

Periode 2017 hingga 2022 menjadi salah satu bagian terpanjang dalam perjalanan karier Hanif.

Selama lima tahun berseragam Arema FC, ia menjadi bagian dari berbagai dinamika kompetisi dan skuad Singo Edan.

Dua pencapaian yang menonjol datang melalui ajang Piala Presiden. Hanif menjadi bagian dari skuad Arema FC yang meraih gelar juara pada 2017 dan 2019.

Pengalaman tersebut membuat Hanif memiliki hubungan yang cukup panjang dengan lingkungan klub. Ia mengenal atmosfer pertandingan di Malang sekaligus kultur yang melekat pada Arema FC.

Hal itu kemudian menjadi salah satu modal ketika manajemen membuka kembali kerja sama dengan Hanif pada musim 2026/2027.

Perjalanan Hanif Bersama Timnas Indonesia

Perjalanan Hanif tidak berhenti di level klub.

Ia juga mendapatkan kesempatan memperkuat Timnas Indonesia pada sejumlah kelompok usia hingga level senior.

Hanif menjadi bagian dari skuad Indonesia pada SEA Games 2017 yang meraih medali perunggu.

Dua tahun kemudian, ia turut memperkuat Indonesia pada Piala AFF U-22 2019. Timnas Indonesia berhasil menjadi juara dalam turnamen tersebut.

Pengalaman bersama tim nasional menjadi bagian lain dari perjalanan Hanif yang membuatnya memiliki pengalaman bermain di level internasional kelompok umur maupun senior.

Meninggalkan Arema dan Melanjutkan Karier di Persija

Pada 2022, Hanif mengakhiri periode pertamanya bersama Arema FC.

Ia kemudian bergabung dengan Persija Jakarta dan melanjutkan karier di klub ibu kota.

Kepindahan tersebut menjadi babak baru setelah lima tahun berada di Malang. Bersama Persija, Hanif mendapatkan pengalaman baru dalam lingkungan klub besar dan kompetisi sepak bola Indonesia.

Empat tahun kemudian, perjalanan tersebut membawanya kembali ke Malang.

Arema FC Resmi “Pulangkan” Hanif

Arema FC mengumumkan kembalinya Hanif untuk kompetisi musim 2026/2027.

Keputusan tersebut diambil setelah proses komunikasi dan evaluasi yang mempertimbangkan kebutuhan tim di lini tengah, pengalaman, karakter, serta pemahaman Hanif terhadap kultur klub.

Namun, Hanif belum langsung diproyeksikan tampil dalam pertandingan kompetitif. Saat kembali diumumkan, ia masih menjalani proses pemulihan.

General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, mengatakan manajemen melihat Hanif bukan hanya berdasarkan kondisinya saat ini.

“Kami melihat Hanif bukan hanya dari kondisi hari ini, tetapi juga dari perjalanan dan potensi kontribusinya untuk Arema FC ke depan. Dia sudah mengenal klub, mengenal atmosfer di sini, dan tentu punya pengalaman yang bisa menjadi bagian dari perjalanan tim. Karena itu, prosesnya kami siapkan secara bertahap dan terukur. Yang paling penting adalah memastikan dia benar-benar kembali dalam kondisi terbaik,” ujar Yusrinal.

Arema FC juga tidak ingin memaksakan Hanif segera bermain. Proses pemulihan dan adaptasi akan dilakukan secara bertahap berdasarkan rekomendasi tim medis dan pelatih.

“Tidak ada target untuk memaksakan proses. Kami ingin semuanya berjalan sesuai tahapan. Hanif tahu apa yang harus dilakukan, tim juga akan mendukung prosesnya. Jadi ketika waktunya tiba, dia bisa benar-benar memberikan kemampuan terbaiknya untuk Arema FC,” lanjut Yusrinal.

Bukan Sekadar Kembali Memakai Jersey Arema

Bagi Arema FC, kembalinya Hanif memiliki arti lebih dari sekadar menambah pemain di lini tengah.

Manajemen juga mempertimbangkan pengalaman yang dibawa Hanif setelah menjalani perjalanan karier di luar Malang. Pengalaman tersebut diharapkan dapat memberikan nilai tambah, termasuk dari sisi pengalaman dan karakter di ruang ganti.

Karena itu, proses kepulangan Hanif tidak diarahkan hanya untuk kebutuhan pertandingan dalam waktu dekat.

Klub memberikan ruang kepada sang pemain untuk menyelesaikan pemulihan sebelum kembali mendapatkan menit bermain secara kompetitif.

Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya Arema FC menyiapkan skuad yang tidak hanya berorientasi pada kebutuhan jangka pendek, tetapi juga memiliki fondasi untuk perjalanan tim ke depan.

Kepulangan Hanif menjadi satu babak baru dalam perjalanan kariernya.

Ia datang ke Arema pada 2017 sebagai pemain muda, menjalani lima tahun bersama Singo Edan, kemudian meninggalkan Malang pada 2022 untuk melanjutkan karier bersama Persija.

Kini, Hanif kembali mengenakan jersey Arema FC.

Ia pulang dengan pengalaman yang berbeda. Bukan lagi hanya sebagai pemain muda yang sedang membangun nama, tetapi sebagai pemain yang telah melewati perjalanan lebih panjang di kompetisi nasional dan tim nasional.

Arema FC berharap proses pemulihan Hanif berjalan lancar sehingga ia dapat mencapai kondisi optimal dan kembali memberikan kontribusi untuk Singo Edan pada kompetisi 2026/2027.

Bagi Aremania, kepulangan Hanif sekaligus membuka kembali cerita lama yang sempat terhenti. Setelah pernah menjadi bagian dari dua gelar Piala Presiden Arema FC, kini ia kembali ke Malang untuk melanjutkan cerita bersama Singo Edan.

You may also like

Leave a Comment