Home NewsUNIQLO MOG Malang Diserbu Pengunjung, 150 Orang Antre di Hari Pertama Pembukaan

UNIQLO MOG Malang Diserbu Pengunjung, 150 Orang Antre di Hari Pertama Pembukaan

by Redaksi Hai Malang
0 comments

Haimalang – Pembukaan gerai pertama UNIQLO di Kota Malang, Jumat (30/10/2026), disambut antusias masyarakat. Lebih dari 150 orang tercatat mengantre pada pagi hari untuk menjadi pengunjung pertama toko pakaian asal Jepang tersebut di Malang Olympic Garden (MOG).

Antusiasme tersebut bahkan melampaui perkiraan manajemen UNIQLO. Sebanyak 100 kopi gratis yang disiapkan untuk pengunjung pertama juga habis dibagikan pada pagi pembukaan.

Corporate PR Lead UNIQLO Indonesia, Christie Tobing, mengaku terkejut dengan sambutan masyarakat Malang. Menurutnya, jumlah pengunjung yang hadir jauh lebih tinggi dibandingkan ekspektasi awal perusahaan.

“Terima kasih sekali lagi masyarakat Kota Malang yang antre di luar ekspektasi saya. Jadi kayaknya memang tepat, yang hadir juga semuanya antusiasnya lebih daripada ekspektasi kami,” ujar Christie saat ditemui di sela pembukaan gerai UNIQLO MOG, Jumat (30/10/2026).

Ia menjelaskan, pihaknya menyediakan 100 kopi untuk sarapan bagi pengunjung pertama yang mengantre. Namun, kopi tersebut habis dibagikan, sementara jumlah orang yang datang pada pagi itu telah melampaui 150 orang.

“Jadi pas kami keluar, antre katanya ada lebih dari 150 yang pagi ini. Karena kopi kami tadi sempat sold out juga. Kami sediakan 100 kopi untuk sarapan seseorang pertama yang antre, ternyata sold out. Berarti sudah lebih dari 150 orang yang hadir di sini,” jelasnya.

Menurut Christie, antusiasme tersebut terlihat sejak toko mulai beroperasi. Bahkan, dalam waktu sekitar 15 menit setelah pembukaan, jumlah pengunjung sudah jauh melampaui perkiraan manajemen.

Warga Malang Sudah Lama Menantikan UNIQLO

Antusiasme pembukaan gerai juga terlihat dari pengalaman konsumen yang telah lama menggunakan produk UNIQLO. Salah satunya Taskiah, warga Malang yang mengaku sudah menantikan kehadiran toko tersebut di kota tempat tinggalnya.

Ia telah menggunakan produk UNIQLO sejak masih tinggal di Surabaya. Selama ini, akses terhadap gerai menjadi salah satu hal yang perlu dipertimbangkan ketika ingin berbelanja.

“Nunggu banget, jujur nunggu banget. Karena lama banget ya masuk ke sini brand-brand gede tuh. Terus akhirnya sekarang baru masuk,” kata Taskiah.

Menurutnya, kehadiran UNIQLO di MOG membuat aktivitas belanja menjadi lebih praktis. Selain jarak yang lebih mudah dijangkau, ia juga bisa melihat langsung produk yang ingin dibeli.

“Senang sih, soalnya aku menggunakan UNIQLO banget. Jadi kalau sudah di Malang lebih gampang, lebih cepat diaksesnya. Kalau butuh apa-apa kan lebih cepat juga. Bisa ngambil di toko, terus bisa melihat-lihat barangnya langsung,” ujarnya.

Kehadiran gerai di Malang pun bukan sekadar menambah pilihan tempat belanja, tetapi juga memudahkan konsumen yang sebelumnya harus mengakses toko UNIQLO di luar kota.

Malang Jadi Pasar Potensial

Sambutan masyarakat pada hari pertama turut memberikan optimisme bagi UNIQLO terhadap potensi pasar di Malang. Christie menyebut Kota Malang termasuk salah satu wilayah dengan target penjualan yang cukup tinggi.

Meski tidak mengungkapkan angka target penjualan secara spesifik, ia berharap kehadiran gerai ini dapat diterima masyarakat dan terus berkembang dalam jangka panjang.

“Untuk target penjualannya, kita katakan Malang salah satu yang target penjualannya cukup tinggi. Jadi mudah-mudahan tetap achieve,” ungkapnya.

Christie bahkan menilai antusiasme masyarakat Malang pada pembukaan gerai ini terasa sangat besar jika dibandingkan dengan sejumlah kota lain, termasuk Surabaya.

Menurutnya, meskipun Surabaya memiliki cakupan pasar dan karakter masyarakat yang lebih beragam, respons masyarakat Malang pada pembukaan gerai ini memberikan kesan tersendiri.

“Kalau dibandingkan Surabaya, secara spesifik, menurut saya ini salah satu yang terbaik di Jawa Timur. Jadi kalau dibandingkan Surabaya yang kotanya besar sekali, masyarakatnya jauh lebih beragam, untuk timing hitungannya di Kota Malang ini jauh lebih fantastis,” katanya.

Ia menambahkan, gerai UNIQLO MOG merupakan toko ketujuh yang dibuka perusahaan di Jawa Timur. Karena itu, sambutan masyarakat Malang menjadi pengalaman yang menggembirakan bagi tim UNIQLO.

Siapkan Koleksi untuk Liburan Akhir Tahun

Selain menyambut pembukaan gerai, UNIQLO juga melihat momentum liburan akhir tahun sebagai peluang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Malang.

Christie menyebut pihaknya telah menyiapkan berbagai koleksi yang dapat menunjang aktivitas perjalanan, mulai dari pakaian hingga jaket untuk menghadapi perubahan cuaca selama berlibur.

Menurutnya, berdasarkan respons masyarakat di media sosial, sejumlah calon pengunjung sudah menantikan pembukaan toko UNIQLO di Malang untuk mencari kebutuhan liburan.

“Kalau kita lihat di media sosial, mereka nggak sabar UNIQLO buka karena mau cari kebutuhan buat liburan. Banyak yang misalnya ke Bromo atau minimal perginya ke area Bali,” ujarnya.

Selain kebutuhan perjalanan wisata, UNIQLO juga memperhatikan masyarakat yang berencana menjalankan ibadah umrah menjelang akhir tahun.

Christie mengatakan, perusahaan telah menyiapkan koleksi esensial yang dapat menunjang kebutuhan perjalanan, termasuk bagi masyarakat yang akan berangkat umrah.

“Jadi esensial buat liburan. Terus kita juga menyediakan esensial-esensial umrah. Karena menjelang akhir tahun banyak juga masyarakat, termasuk di Malang, yang mau berangkat umrah,” jelasnya.

Stok Disiapkan untuk Antisipasi Antusiasme Pengunjung

Tingginya minat masyarakat pada hari pembukaan juga telah diantisipasi melalui persediaan produk di dalam toko maupun ruang penyimpanan atau *back room*.

Christie memastikan UNIQLO telah mempersiapkan stok untuk memenuhi kebutuhan pengunjung yang datang berbelanja.

Ia berharap masyarakat dapat menikmati pilihan koleksi yang tersedia tanpa terkendala ketersediaan barang.

“Kami juga sudah siapkan di back room karena kami antisipasi masyarakat Malang juga kayaknya mau belanja cukup banyak. Tapi untuk stok kami yakin dan percaya tidak ada kekurangan stok,” katanya.

Menurut Christie, bagi UNIQLO, yang terpenting bukan sekadar tingginya penjualan atau produk yang terjual habis, melainkan kemampuan perusahaan memberikan pengalaman dan pilihan terbaik bagi pelanggan.

“Kami percaya, kami bukannya nggak pengen sold out, sebenarnya pasti bahkan sold out. Tapi memberikan yang terbaik buat masyarakat itu yang paling penting,” pungkasnya.

Kehadiran gerai UNIQLO di MOG sekaligus menambah pilihan masyarakat Malang Raya untuk mendapatkan koleksi pakaian dengan konsep LifeWear, yang mengedepankan pakaian sehari-hari dengan fungsi, kenyamanan, dan desain yang relevan dengan kebutuhan penggunanya.

You may also like

Leave a Comment