Home NewsDua Kartu Merah Warnai Kekalahan Arema FC dari Bali United di Kanjuruhan

Dua Kartu Merah Warnai Kekalahan Arema FC dari Bali United di Kanjuruhan

by Redaksi Hai Malang
0 comments

Haimalang – Arema FC harus menelan kekalahan 1-3 saat menjamu Bali United dalam lanjutan pekan kedelapan BRI Super League 2026/2027 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (31/10/2026). Dua kartu merah yang diterima pemain Singo Edan menjadi salah satu persoalan dalam pertandingan tersebut.

Kekalahan ini sekaligus menjadi pekerjaan rumah bagi pelatih Arema FC, Andre Caldas. Dalam konferensi pers setelah pertandingan, pelatih asal Brasil itu secara terbuka menyoroti penurunan mentalitas pemain setelah kebobolan dua gol pada penghujung babak pertama.

Menurut Caldas, pertandingan sebenarnya berjalan cukup berimbang sebelum Bali United mencetak gol pembuka pada menit ke-40.

“Hasilnya, tentu saja, tidak bagus. Kami kalah di kandang, terutama setelah menang di pertandingan terakhir,” ujar Andre Caldas.

Dua Gol Bali United Mengubah Permainan

Arema FC sebenarnya memiliki sejumlah peluang pada babak pertama. Salah satunya melalui Marcos Vinicius pada menit ke-30, tetapi peluang tersebut belum berhasil dikonversi menjadi gol.

Caldas menilai kedua tim sama-sama mampu menciptakan peluang sebelum Bali United memecah kebuntuan.

“Sampai saat itu, pertandingan berjalan sangat seimbang. Mereka punya peluang, kami juga punya peluang yang bisa kami cetak gol. Ada dua atau tiga peluang yang tercipta dengan baik, tetapi kami perlu mengambil keputusan yang lebih baik di lini depan bersama para penyerang kami,” jelasnya.

Namun, situasi berubah setelah Marko Dugandzic mencetak gol pembuka Bali United pada menit ke-40. Lima menit berselang, Irfan Jaya menggandakan keunggulan tim tamu menjadi 0-2.

Dua gol dalam waktu singkat tersebut dinilai berdampak besar terhadap kondisi mental pemain Arema.

“Setelah gol pertama, saya pikir mental kami turun sangat drastis. Para pemain seakan tidak percaya,” ungkap Caldas.

Dia mengakui dua gol menjelang turun minum menjadi pukulan berat bagi timnya. Padahal, Arema sebelumnya mampu memberikan perlawanan selama sebagian besar babak pertama.

“Kami banyak bicara tentang mentalitas kepada para pemain, tetapi itu sangat berat,” tambahnya.

Andre Caldas Soroti Dua Kartu Merah

Memasuki babak kedua, Arema FC mencoba bangkit dengan meningkatkan intensitas serangan. Namun, Bali United justru memperlebar keunggulan melalui gol Teppei Yachida pada menit ke-67.

Situasi semakin sulit setelah Alfeandra Dewangga menerima kartu merah pada menit ke-74. Arema harus melanjutkan pertandingan dengan sepuluh pemain.

Andre Caldas mengakui kehilangan pemain menjadi persoalan besar, terlebih timnya masih memiliki waktu cukup panjang untuk mengejar ketertinggalan.

Menurutnya, pemain harus mampu menjaga emosi meskipun pertandingan berjalan dalam situasi yang tidak menguntungkan.

“Mendapat kartu merah karena berebut bola, tetapi mereka sudah unggul 3-0. Jadi mereka ingin memancing emosi kami dan membuat kami marah hingga melakukan apa yang kami lakukan,” kata Caldas.

Pelatih Arema itu juga menegaskan tidak ingin pemain kehilangan semangat meskipun sudah tertinggal jauh.

“Tapi cara berpikir saya, saya bisa saja kebobolan gol keempat atau kelima. Saya tidak peduli karena saya ingin tim saya terus menekan, mencoba mencetak gol lagi, berjuang untuk setiap bola. Kami tidak boleh kehilangan semangat di momen terburuk sekalipun,” tegasnya.

Arema sempat memperkecil ketertinggalan melalui gol Careca pada menit ke-79. Gol tersebut memberikan harapan bagi tuan rumah untuk kembali mengejar ketertinggalan.

Namun, situasi kembali memburuk setelah Julian Guevara juga menerima kartu merah pada masa tambahan waktu babak kedua. Arema pun harus mengakhiri pertandingan dengan sembilan pemain.

Caldas menyebut dua kartu merah tersebut menjadi pelajaran penting yang harus diperbaiki timnya.

“Itu adalah momen yang buruk bagi kami, dan itu harus menjadi pelajaran yang tidak boleh terulang lagi. Jika Anda berjuang, jika Anda mendapat kartu merah karena dua kartu kuning atau sejenisnya, oke. Tapi tidak seperti ini, tidak seperti hari ini, karena ini merugikan pertandingan,” ujarnya.

Caldas Akui Bertanggung Jawab atas Hasil Tim

Dalam sesi tanya jawab, Caldas juga mendapat pertanyaan mengenai penampilan Arema yang dinilai berbeda antara babak pertama dan kedua, termasuk persoalan kedisiplinan pemain.

Pelatih yang baru menjalani dua pertandingan bersama Arema tersebut mengingatkan bahwa dirinya masih dalam proses membangun tim.

Pada pertandingan sebelumnya, Arema berhasil menang 4-0 atas Dewa United. Caldas mengatakan dirinya berusaha menerapkan pendekatan yang sama ketika menghadapi Bali United.

“Ini baru dua pertandingan. Pertandingan pertama menang 4-0, sangat bagus. Jadi saya pikir kami menerapkan ide yang sama pada pertandingan ini,” jelasnya.

Namun, dia mengakui timnya gagal bangkit setelah kebobolan dua gol pada penghujung babak pertama.

Caldas juga tidak ingin sepenuhnya melempar kesalahan kepada pemain. Menurutnya, hasil pertandingan merupakan tanggung jawab yang juga harus dia terima sebagai pelatih.

“Sangat mudah bagi saya untuk datang ke sini dan berkata, ‘Gol pertama itu kesalahan besar, kartu merah itu kesalahan besar, itu bukan salah saya’. Saya pikir itu tanggung jawab saya juga,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan Caldas menyadari masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan bersama skuad Arema FC, terutama menyangkut mentalitas dan kedisiplinan ketika menghadapi situasi sulit.

Mauro Akui Arema Kesulitan Bangkit

Perwakilan pemain Arema FC, Mauro, juga mengakui timnya mengalami kesulitan setelah kebobolan gol pertama.

Dia menilai babak pertama sebenarnya berjalan cukup baik bagi Arema, dengan kedua tim sama-sama memiliki peluang. Namun, perubahan kondisi mental setelah gol Bali United membuat pertandingan semakin berat.

“Babak pertama cukup oke dari kami, kami punya beberapa peluang, mereka juga. Tapi setelah gol itu, mentalitasnya jadi berbeda,” kata Mauro.

Mauro juga mengakui ketertinggalan tiga gol dan kartu merah membuat Arema semakin sulit mengejar hasil pertandingan.

Meski demikian, dia meminta tim segera mengalihkan perhatian ke pertandingan berikutnya yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa.

“Ini pertandingan yang sulit bagi kami, tapi kami punya pertandingan lain pada hari Selasa nanti, jadi kami harus bersiap untuk pertandingan itu,” ujarnya.

Kekalahan 1-3 dari Bali United menjadi evaluasi penting bagi Arema FC. Selain persoalan penyelesaian akhir dan pertahanan, tim pelatih juga harus membenahi mentalitas serta kedisiplinan pemain agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

You may also like

Leave a Comment