Home PendidikanPKKMB Unikama 2026, Rektor Tekankan 3 Pesan untuk Mahasiswa Baru: Belajar, Integritas, dan Mimpi Besar

PKKMB Unikama 2026, Rektor Tekankan 3 Pesan untuk Mahasiswa Baru: Belajar, Integritas, dan Mimpi Besar

by Redaksi Hai Malang
0 comments

MALANG, Haimalang – Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) menggelar Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026. Dalam kegiatan tersebut, Rektor Unikama Prof. Dr. Sudi Dul Aji, M.Si. menekankan pentingnya pembentukan karakter mahasiswa baru sebagai bagian dari proses transisi dari siswa menjadi mahasiswa.

Menurut Sudi Dul Aji, PKKMB bukan sekadar kegiatan pengenalan lingkungan kampus. Momentum tersebut menjadi awal bagi mahasiswa baru untuk beradaptasi dengan kehidupan perguruan tinggi sekaligus membangun karakter yang akan menjadi bekal selama menjalani pendidikan.

“Prinsipnya PKKMB adalah pengenalan kehidupan kampus. Jadi mereka yang dari siswa menjadi mahasiswa pasti banyak perubahan-perubahan yang dilakukan. Maka kami mengajak mereka untuk memiliki karakter,” ujar Sudi Dul Aji.

Pkkmb unikama 2026

Rektor Unikama Prof. Dr. Sudi Dul Aji, M.Si saat memberikan sambutan dalam pembukaan PKKMB di Unikama. Foto Humas Unikama for Haimalang

Unikama mengusung konsep “Adipati Kanjuruhan – Bangga Menjadi Unikama” dalam PKKMB tahun ini. Konsep tersebut menjadi bagian dari upaya kampus menanamkan karakter kepada mahasiswa baru sejak awal memasuki kehidupan perguruan tinggi.

Pesan Rektor dalam PKKMB Unikama 2026

Dalam kesempatan tersebut, Rektor Unikama menyampaikan tiga pesan utama yang perlu menjadi pegangan mahasiswa baru selama menempuh pendidikan.

Pertama, mahasiswa diminta belajar dengan sungguh-sungguh. Kedua, mahasiswa harus memiliki integritas. Ketiga, mahasiswa didorong untuk memiliki mimpi besar terhadap hal yang ingin dicapai.

“Pesan kami ada tiga yang harus dilakukan. Dia harus belajar sungguh-sungguh, punya integritas, dan harus punya mimpi yang besar terhadap apa yang dia ingin capai,” katanya.

Menurutnya, mahasiswa perlu sejak awal menentukan kompetensi dan capaian yang ingin diraih. Dengan begitu, proses pendidikan di perguruan tinggi tidak hanya dijalani sebagai rutinitas akademik, tetapi memiliki arah yang jelas.

PKKMB Unikama Tak Berhenti Lima Hari

PKKMB Unikama secara formal berlangsung pada 21–25 September 2026. Namun, pembentukan karakter mahasiswa baru akan dilanjutkan selama satu semester.

Sudi Dul Aji menjelaskan, kegiatan lanjutan akan dilakukan setiap Jumat selama satu semester melalui sejumlah aktivitas yang dirancang untuk memperkuat karakter mahasiswa.

“Kalau kepentingan karakter tidak bisa singkat, harus berkelanjutan,” tegasnya.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa baru juga mendapatkan materi yang berkaitan dengan konsep ecogreen dan kepedulian terhadap lingkungan.

Salah satu bentuk penerapannya terlihat dari kebijakan mahasiswa baru untuk tidak membawa minuman dalam botol sekali pakai. Kampus menyiapkan minuman yang dapat digunakan dengan tumbler masing-masing mahasiswa.

“Mahasiswa mencintai lingkungannya. Salah satu yang kita lakukan hari ini mereka tidak boleh membawa minuman botol, tapi kita siapkan minuman-minuman untuk tumbler mereka,” jelasnya.

Untuk pelaksanaan PKKMB, sekitar 600 mahasiswa mengikuti kegiatan secara langsung.

Sementara itu, jumlah mahasiswa baru Unikama secara keseluruhan mencapai lebih dari 1.080 mahasiswa, termasuk mahasiswa afirmasi.

Khusus mahasiswa afirmasi, Unikama menyiapkan pelaksanaan secara daring. Mereka tetap dapat mengikuti rangkaian kegiatan melalui live streaming, dengan sejumlah agenda yang nantinya diberikan secara khusus.

Unikama Siapkan Pendampingan Kesehatan Mental

Selain pembentukan karakter, aspek kesehatan mental mahasiswa baru juga menjadi perhatian Unikama.

Sudi Dul Aji mengatakan, Unikama memiliki lembaga psikologi yang dapat digunakan untuk membantu melihat kondisi psikologis mahasiswa. Pendampingan tersebut akan dilakukan dalam proses yang berkelanjutan selama masa awal perkuliahan.

Perubahan kehidupan dari siswa menjadi mahasiswa dinilai dapat menghadirkan tantangan baru. Salah satunya bagi mahasiswa yang sebelumnya tinggal bersama keluarga dan kemudian harus tinggal di kos.

“Yang tadinya tidak kos, sekarang harus dilakukan kos. Itu nanti dalam waktu masa PKK KMB dalam satu semester itu akan kita lakukan penilaian dan evaluasi terhadap mereka semua,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi psikologis mahasiswa baru tidak selalu dapat terlihat pada hari-hari pertama. Karena itu, evaluasi akan dilakukan secara berkala, termasuk dalam beberapa minggu hingga satu atau dua bulan setelah mahasiswa mulai menjalani kehidupan kampus.

Unikama juga memiliki lembaga profesi yang dapat memberikan edukasi serta melakukan tes psikologis bagi mahasiswa yang membutuhkan.

Mahasiswa Baru Unikama Berasal dari Berbagai Daerah

Dari sisi asal daerah, mahasiswa baru Unikama memiliki sebaran yang cukup luas. Sudi Dul Aji menyebut mahasiswa baru berasal dari berbagai wilayah, mulai dari Sumatera hingga Papua.

Untuk tahun 2026, pemetaan persentase asal mahasiswa baru masih dilakukan. Namun, ia menyebut pada 2025 mahasiswa Unikama paling banyak berasal dari Jawa Timur dengan persentase sekitar 51 persen.

Setelah itu, mahasiswa berasal dari sejumlah daerah lain, termasuk Nusa Tenggara Timur (NTT), Kalimantan, serta wilayah lainnya.

Unikama Perkuat Edukasi Anti-Bullying

Aspek perlindungan mahasiswa juga menjadi bagian dari perhatian kampus. Unikama memiliki satuan tugas yang berkaitan dengan perlindungan mahasiswa, termasuk penanganan kekerasan seksual dan anti-bullying.

Sudi Dul Aji mengatakan, hingga saat ini belum ada laporan yang diterima terkait kasus tersebut. Namun, ia mengakui bahwa korban tidak selalu mudah untuk melaporkan kejadian yang dialaminya.

Karena itu, kampus berupaya memberikan kemudahan sekaligus edukasi mengenai mekanisme pelaporan.

“Kita fasilitasi, kita permudah untuk andai terjadi sesuatu, kita edukasi juga bagaimana kalau misalnya harus melapor semua rahasia tetap akan tersimpan dengan baik,” pungkasnya.

Melalui PKKMB 2026, Unikama tidak hanya memperkenalkan lingkungan akademik kepada mahasiswa baru. Kampus juga menempatkan pembentukan karakter, integritas, kepedulian lingkungan, kesehatan mental, serta perlindungan mahasiswa sebagai bagian dari proses awal kehidupan perguruan tinggi.

You may also like

Leave a Comment