Haimalang – Pendidikan lingkungan tidak cukup disampaikan melalui teori. Di Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama), isu keberlanjutan mulai diterjemahkan ke dalam kegiatan yang mempertemukan pengetahuan, pengalaman, dan aksi nyata.
Pendekatan tersebut mengantarkan Rektor Unikama, Prof. Dr. Sudi Dul Aji, M.Si., menerima penghargaan Environmental Education Campus Inovator dalam gelaran 9.9 Awarding “Melesat Hebat” di Mercure Surabaya Grand Mirama Hotel, Rabu (9/9/2026).
Salah satu praktik pendidikan lingkungan yang dilakukan Unikama hadir melalui pelepasan tukik bersama siswa. Kegiatan ini tidak sekadar menjadi aktivitas konservasi, tetapi juga menjadi pengalaman edukatif bagi siswa untuk mengenal ekosistem pesisir dan memahami pentingnya menjaga keberlangsungan kehidupan laut.
Unikama juga mengembangkan pendekatan terhadap persoalan lingkungan melalui pengolahan sisa makanan hotel menjadi makanan ternak.
Langkah tersebut memperlihatkan bahwa sisa makanan tidak selalu berakhir sebagai limbah. Dengan pengelolaan yang tepat, material yang sebelumnya dianggap tidak bernilai dapat dimanfaatkan kembali sekaligus menjadi bagian dari upaya mengurangi persoalan sampah pangan.

Siswa bersama Civitas akademika Unikama berada di BSTC saat akan melepaskan tukik.Ben/Haimalang
Dua kegiatan tersebut menggambarkan pendekatan pendidikan lingkungan yang bersifat praktis. Siswa tidak hanya diajak mengetahui persoalan lingkungan, tetapi juga melihat secara langsung bagaimana manusia dapat mengambil peran dalam menjaga ekosistem dan mengelola sumber daya secara lebih bertanggung jawab.
Bagi Prof. Sudi, penghargaan tersebut menjadi apresiasi sekaligus dorongan bagi perguruan tinggi untuk terus mengambil peran dalam menjawab persoalan yang berkembang di masyarakat.
“Kesan saya cukup baik, Ketik.com cukup responsif terhadap dunia pendidikan, perkembangan-perkembangan yang terjadi. Kami berharap suatu saat kita masih punya kerjasama untuk menginformasikan tentang dunia pendidikan, apalagi masa lingkungan kita yang seperti ini, saya kira menjadi tema yang cukup baik,” ujar Prof. Sudi.
Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan media juga penting untuk memperluas informasi mengenai berbagai praktik pendidikan sekaligus meningkatkan edukasi masyarakat.
“Harapan kita bahwa bersama Ketik.com kita maju bersama, bersama Ketik.com kita bisa mengembangkan, menginformasikan, mengedukasi masyarakat,” lanjutnya.
Penghargaan Environmental Education Campus Inovator menjadi penanda atas upaya Unikama dalam menempatkan lingkungan sebagai bagian dari proses pendidikan. Bukan hanya dibicarakan di ruang akademik, tetapi diperkenalkan melalui kegiatan yang melibatkan siswa, masyarakat, dan lingkungan secara langsung.
Pada akhirnya, pendidikan lingkungan menemukan maknanya ketika pengetahuan berlanjut menjadi tindakan. Di titik itulah kampus memiliki peran lebih luas: bukan hanya menghasilkan lulusan, tetapi ikut membentuk masyarakat yang memahami dan mampu menjaga lingkungan di sekitarnya.