Hainalang – Kesempatan meraih gelar sarjana tidak selalu datang pada awal perjalanan karier. Bagi sebagian guru, pendidikan tinggi justru ditempuh setelah puluhan tahun mengabdikan diri di sekolah. Kisah tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan program afirmasi di Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama), yang mahasiswa angkatan 2025 dijadwalkan mengikuti wisuda pada Sabtu, 24 Oktober 2026.
Wisuda ini menjadi yang pertama bagi mahasiswa program afirmasi di Unikama sejak program tersebut mulai diterapkan pada 2025. Program ini memberikan kesempatan kepada guru yang belum menempuh pendidikan sarjana (S1) untuk meningkatkan kualifikasi akademik mereka.
Rektor Unikama, Prof. Sudi Dul Aji, mengungkapkan bahwa sebagian mahasiswa afirmasi telah berusia 50 tahun ke atas. Mereka merupakan guru yang telah mengabdikan diri selama puluhan tahun, tetapi masih membutuhkan kualifikasi sarjana untuk mendukung perjalanan profesionalnya.
Melalui program ini, para guru diharapkan dapat memenuhi kualifikasi akademik sebelum memasuki masa pensiun, sekaligus melanjutkan proses peningkatan kompetensi melalui pendidikan profesi.
Menjangkau Guru hingga Berbagai Daerah
Program afirmasi di Unikama mencakup program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Pesertanya berasal dari berbagai daerah, dengan pembelajaran dilaksanakan secara daring agar guru tetap dapat menjalankan tugas mengajar sambil mengikuti perkuliahan.
Mahasiswa PGSD angkatan 2025, misalnya, berasal dari sejumlah wilayah di Jawa Timur, mulai dari Pacitan, Trenggalek, Blitar, Madura hingga Mojokerto.
“Untuk PGSD Jawa Timur, dari Pacitan, dari Trenggalek, dari Blitar, dari Madura, Mojokerto, jadi bermacam-macam,” ujar Sudi Dul Aji.
Jangkauan program ini semakin luas pada angkatan 2026. Menurut Sudi, mahasiswa afirmasi tidak lagi hanya berasal dari Jawa Timur, tetapi juga dari daerah lain, termasuk Kalimantan dan Mamuju, Sulawesi Barat.
Perluasan jangkauan tersebut menunjukkan bagaimana program afirmasi dapat membuka akses pendidikan sarjana bagi guru yang berada jauh dari kampus. Sistem pembelajaran daring menjadi salah satu cara untuk mengakomodasi kondisi peserta yang tetap bertugas di daerah masing-masing.
Lulus S1, Guru Melanjutkan ke PPG
Pendidikan sarjana bukan menjadi satu-satunya tahapan yang dituju peserta program afirmasi. Setelah menyelesaikan studi S1, para lulusan direncanakan melanjutkan ke Pendidikan Profesi Guru (PPG).
Sudi Dul Aji menyebutkan bahwa program PPG lanjutan bagi lulusan afirmasi tersebut direncanakan berlangsung sekitar dua bulan. Tahap ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan profesionalisme guru setelah memenuhi kualifikasi akademik sarjana.
Baca juga Cek Lagi! Ini Aturan Siswa Luar Kota yang Ingin Sekolah di SMP Negeri Kota Malang
Meski demikian, kelulusan S1 dan penyelesaian PPG merupakan dua tahapan berbeda. Status sebagai guru profesional mengikuti ketentuan dan persyaratan yang berlaku dalam program pendidikan profesi.
Program afirmasi sendiri diperuntukkan bagi guru yang memenuhi persyaratan pemerintah pusat, termasuk ketentuan mengenai status dan riwayat mengajar yang tercatat dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
Tidak Semua Kampus Menjadi Penyelenggara
Penunjukan Unikama sebagai perguruan tinggi pelaksana program afirmasi melalui proses pengajuan dan penilaian. Kampus perlu mengajukan proposal, kemudian memenuhi sejumlah kriteria yang ditetapkan pemerintah pusat.
Menurut Sudi, pertimbangan tersebut meliputi akreditasi program studi dan institusi, ketersediaan dosen, serta kelengkapan proses pembelajaran.
“Kita mengajukan proposal itu untuk bisa ditetapkan sebagai pelaksana kegiatan itu. Jadi salah satu pertimbangannya bahwa kita memiliki program studi itu akreditasinya baik sekali, institusinya juga baik sekali,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa kualitas sumber daya manusia, sarana pendidikan, dan akreditasi menjadi aspek yang terus diperhatikan Unikama untuk mendukung pelaksanaan program.
“Akreditasi itu mencerminkan kurikulum dan aktivitas SDM di dalamnya,” tuturnya.
Bagi Unikama, wisuda mahasiswa afirmasi angkatan 2025 menjadi penanda awal hasil pelaksanaan program yang mulai berjalan setahun sebelumnya. Bagi para guru peserta, kelulusan ini sekaligus membuka jalan untuk melanjutkan tahapan pendidikan profesi setelah bertahun-tahun menjalankan tugas mengajar.