Haimalang – Kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Supit Urang, Kota Malang, masih dalam penanganan hingga Rabu (28/10/2026). Memasuki hari kedelapan operasi pemadaman, titik panas masih mendominasi meski jumlah titik api yang terpantau di zona penanganan saat ini hanya tiga.
Kepala UPT Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Malang, Pandu Rizki Darmawan, mengatakan tim gabungan memusatkan operasi pemadaman di zona New Landfill. Perpindahan zona dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi titik api dan titik panas, sekaligus menunjang keselamatan personel.
“Untuk hari ini di zona New Landfill, kondisi api sudah sangat minim. Terpantau sampai dengan saat ini hanya ada tiga titik api, namun titik panas masih mendominasi,” ujar Pandu dalam keterangannya kepada awak media, Rabu (28/10/2026).
Baca juga Kebakaran TPA Supit Urang Malang Capai 1 Hektare, 50 Personel Dikerahkan
Operasi pemadaman hari kedelapan melibatkan sekitar 40 personel gabungan. Mereka berasal dari Damkar Kota Malang, Damkar Kabupaten Malang, BPBD, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Dinas Kesehatan, serta unsur relawan dan instansi terkait lainnya.
Titik Panas Berpotensi Kembali Memicu Api
Meski jumlah titik api yang terpantau relatif sedikit, proses pemadaman belum dapat dihentikan. Titik panas masih mendominasi area penanganan dan berpotensi berkembang menjadi titik api apabila kondisi mendukung.
Pandu menjelaskan, jumlah titik api dapat berubah mengikuti kondisi cuaca, terutama ketika terjadi hembusan angin yang cukup kencang.
“Ketika terjadi hembusan angin yang cukup kencang, maka titik panas ini akan berubah menjadi titik api,” jelasnya.
Kondisi tersebut membuat petugas harus terus memantau perkembangan di lapangan. Jumlah titik api yang terpantau dapat berkurang ataupun bertambah sesuai perubahan kondisi cuaca dan sebaran titik panas.
Selain memantau titik api, tim gabungan juga mempertimbangkan keselamatan personel dalam menentukan lokasi penanganan. Zona *New Landfill* dipilih karena dinilai lebih aman bagi petugas berdasarkan kondisi di lapangan.
Sampah Diurai Manual Sebelum Disemprot Air
Salah satu tantangan dalam pemadaman kebakaran TPA Supit Urang adalah memastikan air dapat menjangkau bagian dalam tumpukan sampah, bukan hanya membasahi permukaannya.
Untuk mengatasinya, petugas menggunakan metode penguraian sampah secara manual sebelum melakukan penyiraman. Personel dari unsur Dinas Lingkungan Hidup membantu mengurai tumpukan sampah agar air yang disemprotkan dapat masuk dan meresap lebih dalam.
Pandu menjelaskan, metode tersebut dilakukan untuk memastikan air mencapai bagian dalam tumpukan sampah yang masih menyimpan panas.
Penguraian dan penyiraman menjadi bagian penting dari proses pemadaman karena titik panas yang tersisa perlu ditangani agar tidak kembali memicu munculnya api.
Dengan metode tersebut, petugas berupaya menjangkau bagian tumpukan yang tidak mudah teratasi hanya melalui penyiraman di permukaan.
Kepulan Asap Ganggu Pernapasan Petugas
Selain titik panas, hembusan angin yang berubah-ubah menjadi kendala dalam operasi pemadaman. Pergerakan angin yang sulit diprediksi membuat arah kepulan asap juga berubah-ubah.
Kondisi ini berdampak terhadap aktivitas petugas di lapangan, terutama ketika asap mengarah ke area tempat mereka bekerja.
Pandu mengatakan kepulan asap yang sulit diprediksi mengganggu pernapasan sekaligus memengaruhi jarak pandang petugas.
“Hembusan angin yang kadang tidak menentu secara waktu dan arah menyebabkan kepulan asap sulit diprediksi, sehingga cukup mengganggu pernapasan petugas dan juga memengaruhi jarak pandang petugas,” ungkapnya.
Situasi tersebut menjadi salah satu kendala yang harus dihadapi tim gabungan selama proses pemadaman. Selain memastikan titik panas tertangani, petugas juga perlu memperhatikan kondisi keselamatan ketika bekerja di tengah kepulan asap.
Memasuki hari kedelapan, operasi pemadaman kebakaran TPA Supit Urang masih berfokus pada pengendalian titik api dan titik panas. Meski api yang terpantau di zona New Landfill telah berkurang, dominasi titik panas dan kondisi angin yang tidak menentu membuat penanganan masih terus dilakukan.