Haimalang – Kucing British Shorthair (BSH) dikenal dengan tubuh kekar, wajah bulat, dan pipi yang tampak tebal. Ras kucing ini juga memiliki rentang harga yang beragam, bergantung pada kualitas dan garis keturunannya. Di Malang, salah satu pemilik kucing ras ini adalah Wisnu Wibowo, yang membawa Denver, kucing BSH berusia tiga tahun, untuk mengikuti Piala Rektor Prana Satwa Brawijaya 2026 di Universitas Brawijaya (UB), Sabtu (24/10/2026).
Wisnu mengeluarkan biaya Rp45 juta saat memperoleh Denver melalui adopsi ketika kucing tersebut berusia sekitar satu tahun. Denver telah dilengkapi sertifikat dari Indonesia Cat Association (ICA).

Wisnu Wibowo bersama Denver, kucing British shorthair saat mengikuti kontes di Universitas Brawijaya. Foto Ben/Haimalang
Kontes di UB menjadi pengalaman pertama Denver mengikuti kompetisi. Wisnu telah mempersiapkannya secara khusus selama sekitar enam bulan terakhir, mulai dari melatih mental hingga menjaga kondisi fisiknya.
Wisnu yang tinggal di kawasan Perumahan Tirtasani, Karangploso, Kabupaten Malang, mengaku membawa enam kucing dalam kegiatan tersebut. Selain British Shorthair, ia juga membawa kucing ras lain, termasuk Scottish Fold dan Munchkin.
Harga Kucing British Shorthair
Menurut pengalaman Wisnu, harga kucing British Shorthair bervariasi berdasarkan kualitas dan garis keturunannya.
Untuk kucing non-pedigree, kisaran harga yang ia temui sekitar Rp3 juta hingga Rp7 juta. Sementara itu, kucing pedigree dapat mencapai Rp10 juta hingga lebih dari Rp30 juta. Harga bisa berbeda bergantung pada kualitas kucing dan potensinya untuk mengikuti kontes.
Denver sendiri diperoleh Wisnu dengan biaya Rp45 juta ketika berusia sekitar satu tahun. Menurut Wisnu, kualitas kucing tidak semata-mata ditentukan oleh asal negara. Kucing impor tidak selalu lebih baik daripada kucing hasil pembiakan di Indonesia.
Karena itu, calon pemilik perlu mencermati garis keturunan, kualitas fisik, kondisi kesehatan, serta reputasi breeder sebelum membeli atau mengadopsi kucing ras.
Perawatan Kucing British Shorthair Sebelum Kontes
Bagi Wisnu, mempersiapkan Denver untuk mengikuti kontes bukan hanya soal penampilan fisik. Ia juga melatih mental kucing tersebut agar lebih tenang saat berada di lingkungan baru.
Menurutnya, Denver awalnya memiliki karakter penakut. Untuk membiasakannya menghadapi lingkungan di luar rumah, Wisnu rutin mengajak Denver berjalan-jalan.
“Dia itu tiap hari dibawa keluar jalan-jalan. Digendong, diajak keluar jalan-jalan,” ujar Wisnu.
Setelah Denver mulai terbiasa, Wisnu melanjutkan latihan dengan memasangkan *harness* agar kucing tersebut bisa berjalan bersama pemiliknya di luar rumah.
Selain latihan mental, Wisnu memperhatikan asupan makanan Denver. Kucing tersebut mendapatkan makanan kering yang tersedia di kandang serta tambahan daging sapi sebanyak 200 gram per hari.
Menurut Wisnu, pola pemberian makanan itu menjadi bagian dari persiapannya untuk membantu membentuk tubuh Denver agar terlihat lebih berisi dan berotot.
“Targetnya 200 gram per hari daging sapi,” kata Wisnu.
Pola makan tersebut merupakan praktik perawatan yang diterapkan Wisnu kepada Denver, bukan patokan kebutuhan nutrisi untuk semua kucing. Kebutuhan makanan setiap kucing dapat berbeda berdasarkan usia, berat badan, aktivitas, dan kondisi kesehatannya.
Denver Dipersiapkan untuk Pembiakan
Wisnu mulai mempersiapkan Denver secara khusus untuk mengikuti kontes sekitar enam bulan terakhir. Sebelumnya, kucing tersebut lebih banyak dipelihara untuk keperluan pembiakan.
Menurut pengalamannya, penampilan sebagian kucing British Shorthair mulai terlihat lebih matang ketika memasuki usia dua hingga tiga tahun. Perubahan kondisi fisik dan karakter dapat terjadi seiring bertambahnya usia, meski perkembangannya berbeda pada setiap kucing.
Wisnu sendiri menekuni pembiakan kucing di rumah, terutama jenis Munchkin dan Persia. Ia belum berencana melepas Denver karena ingin mempertahankannya sebagai bagian dari program pembiakan.
Ia berharap dapat memperoleh keturunan dengan kualitas yang sesuai harapannya melalui proses seleksi dan pemilihan pasangan pembiakan yang tepat.
Piala Rektor Prana Satwa Brawijaya 2026
Piala Rektor Prana Satwa Brawijaya 2026 digelar pada 24–25 Oktober 2026 di Gedung Samantha Krida Universitas Brawijaya. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka Dies Natalis ke-64 UB melalui kerja sama dengan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk.
Pada Sabtu (24/10/2026), agenda meliputi kontes kucing atau cat show, seminar terbuka, serta pameran berbagai jenis satwa.

Salah satu kucing British shorthair (BSH) yang mengikuti kontes di UB. Ben/Haimalang
Rangkaian kegiatan berlanjut pada Minggu (25/10/2026) dengan kontes ayam hias, ayam pelung, ayam serama, merpati hias, serta pameran kucing dan satwa eksotis. Acara dijadwalkan ditutup dengan penyerahan Piala Rektor Prana Satwa Brawijaya 2026.
Kegiatan ini menjadi ruang bagi para penghobi dan pemilik satwa untuk memperkenalkan hewan peliharaan sekaligus berbagi pengalaman mengenai perawatan, pembiakan, dan persiapan mengikuti kontes.