Home NewsTim SAR Gabungan Kerahkan 7 SRU, Pencarian 8 Orang di Selat Sunda Masih Nihil

Tim SAR Gabungan Kerahkan 7 SRU, Pencarian 8 Orang di Selat Sunda Masih Nihil

by Redaksi Hai Malang
0 comments

Haimalang – Delapan orang yang berada di dalam sebuah speed boat yang hilang kontak di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten, belum ditemukan hingga hari kedua operasi pencarian, Rabu (9/9/2026).

Tim SAR Gabungan memperluas pencarian dengan mengerahkan tujuh Search and Rescue Unit (SRU) ke sejumlah sektor perairan. Penyisiran dilakukan menggunakan kapal dan perahu karet, dengan pemantauan visual di sejumlah titik yang menjadi lokasi pencarian.

Delapan orang tersebut terdiri dari tiga kru speed boat dan lima jurnalis. Mereka yakni Warta (55), kapten kapal; Surakman (60), ABK; Heriyanto (49), guide; serta lima jurnalis, yakni M. Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, dan Donal, jurnalis freelance.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, mengatakan pencarian pada hari kedua dilakukan dengan memperluas area penyisiran sekaligus mengoptimalkan seluruh unsur yang terlibat.

“Hari kedua ini kami memperluas area pencarian dengan membagi tim menjadi beberapa SRU di sejumlah sektor. Seluruh sarana dan unsur yang terlibat kami optimalkan untuk menemukan delapan orang yang masih dalam pencarian” ujar Al Amrad.

KN SAR Tetuka 247 dan KAL Anyer melakukan penyisiran di Sektor 2 dengan jarak masing-masing 68,3 nautical mile (NM) dan 69,5 NM.

Di Sektor 1, pencarian dilakukan RIB 02 dan RIB 03 Lampung dengan jarak penyisiran 67 NM. Tim menyisir sekaligus melakukan pemantauan visual di sekitar Pulau Sebesi, Pulau Sebuku, hingga kawasan Krakatau.

Sementara RIB 02 Banten melakukan pencarian di sepanjang Pulau Rakata dan Pulau Panjang. KP Sanjaya menyisir Sektor 4 dengan jarak 67,3 NM, sementara KRI Leuser dan KRI Lepu melakukan penyisiran pada sektor yang telah ditentukan.

Pemantauan juga dilakukan di sekitar Gunung Anak Krakatau dan Rakata Besar. Namun, hingga laporan pencarian diterima, belum ditemukan tanda-tanda keberadaan delapan orang tersebut.

Gunung Anak Krakatau Jadi Perhatian

Dalam pencarian pada Rabu siang, kondisi Gunung Anak Krakatau turut menjadi perhatian tim SAR.

Pada pukul 13.31 WIB, SRU 1 menggunakan KN SAR Tetuka 247 melanjutkan pencarian berdasarkan titik koordinat SAR Map. Dalam proses tersebut, Gunung Anak Krakatau terpantau mengeluarkan material debu vulkanik cukup tebal.

Kondisi tersebut membuat aspek keselamatan personel menjadi salah satu pertimbangan dalam operasi pencarian.

“Kami juga memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau. Saat terlihat adanya material debu vulkanik yang cukup tebal, kami tetap mempertimbangkan faktor keselamatan bagi seluruh personel. Pencarian akan terus dilakukan dengan menyesuaikan kondisi di lapangan,” jelas Al Amrad.

Hingga pukul 15.22 WIB, SRU 5 yang menggunakan KP Sanjaya masih melakukan penyisiran berdasarkan titik koordinat SAR Map. Hasilnya masih nihil.

Operasi hari kedua melibatkan Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten dan Lampung, USS Pandeglang, USS Merak, TNI, Polri, BPBD, KSOP, potensi SAR, media, keluarga korban, nelayan, serta masyarakat.

Sejumlah sarana dikerahkan, mulai dari KN SAR Tetuka 247, KAL Anyer, KP Sanjaya, KRI Lepu, KRI Leuser, RIB 02 Banten, RIB 02 dan RIB 03 Lampung, hingga drone thermal serta peralatan SAR air, medis, komunikasi, dan pendukung lainnya.

Kondisi cuaca di wilayah pencarian terpantau cerah berawan. Angin bertiup dari arah selatan ke utara dengan kecepatan sekitar 14 knot, sementara tinggi gelombang berada pada kisaran 0,4 hingga 1 meter.

Al Amrad memastikan pencarian terhadap delapan orang tersebut masih terus dilakukan.

“Sampai saat ini hasil pencarian masih nihil. Kami tidak berhenti melakukan upaya pencarian. Setiap perkembangan di lapangan akan terus kami evaluasi untuk menentukan strategi berikutnya. Kami berharap delapan orang yang masih dalam pencarian dapat segera ditemukan” pungkasnya.

Hingga akhir Operasi SAR H2, delapan orang masih dinyatakan dalam pencarian. Tim SAR Gabungan akan melanjutkan operasi berdasarkan hasil evaluasi dan perkembangan kondisi di lapangan.

You may also like

Leave a Comment