Home NewsKKN Unikama 2026, Mahasiswa Didorong Ciptakan Dampak Nyata bagi Desa

KKN Unikama 2026, Mahasiswa Didorong Ciptakan Dampak Nyata bagi Desa

by Redaksi Hai Malang
0 comments

Haimalang – Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) resmi memberangkatkan 630 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026, Senin (3/8/2026). KKN Unikama 2026, mendorong mahasiswa berdampak pada desa.

Mengusung tema “KKN Integratif Berdampak: Transformasi Desa Berkelanjutan melalui Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Kearifan Lokal dan Inovasi Teknologi”, mahasiswa akan mengabdi selama satu bulan di sejumlah wilayah Kabupaten Malang hingga menjalankan program internasional di Malaysia.

Rektor Unikama, Prof. Dr. Sudi Dul Aji, M.Si., menegaskan bahwa KKN bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik, melainkan menjadi ruang pembelajaran yang membentuk karakter mahasiswa melalui pengalaman langsung di tengah masyarakat.

KKN Unikama 2026

“KKN merupakan perjalanan intelektual, perjalanan sosial, perjalanan kemanusiaan, sekaligus pembentukan karakter mahasiswa. Mereka meninggalkan ruang kuliah untuk belajar langsung bersama masyarakat dan menerapkan ilmu yang diperoleh di kampus,” ujarnya.

Baca juga Edupreneur, Peluang Bisnis Menjanjikan bagi Lulusan Pendidikan

Menurut Rektor, mahasiswa harus mampu menjadi agen perubahan yang menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat. Program kerja yang dijalankan tidak perlu banyak, namun harus fokus, relevan dengan kebutuhan desa, dan memberikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.

KKN unikama 2026

Peserta KKN Unikama 2026 melepaskan balon di halaman kampus saat prosesi pemberangkatan.

“Kami tidak menuntut program yang terlalu banyak. Yang terpenting adalah berdampak. Ketika mahasiswa berpamitan dan masyarakat merasa senang, tersenyum, serta merasakan manfaat kehadiran mereka, itulah ukuran keberhasilan KKN,” katanya.

Ia menjelaskan, konsep integratif berarti mahasiswa harus mampu berkolaborasi lintas disiplin ilmu, sedangkan berdampak berarti setiap program mampu memberikan manfaat nyata. Sementara itu, berkelanjutan dimaknai sebagai program yang tetap dapat diteruskan masyarakat meski masa KKN telah berakhir.

Rektor juga mendorong mahasiswa memanfaatkan perkembangan teknologi untuk mempercepat pembangunan desa tanpa meninggalkan nilai-nilai kearifan lokal.

“Teknologi harus menjadi alat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Mahasiswa bisa membantu UMKM melalui pemasaran digital, mengenalkan potensi wisata desa lewat media sosial, meningkatkan literasi digital, hingga mendukung penguatan pendidikan sesuai kompetensi yang dimiliki,” jelasnya.

Bahkan, menurutnya, mahasiswa harus mampu menjadi dinamisator dan katalisator percepatan pembangunan desa melalui inovasi yang sederhana namun tepat sasaran.

Pada kesempatan tersebut, Rektor juga menyampaikan komitmen Unikama untuk terus memperluas program KKN bertaraf internasional. Tahun ini, sebanyak 15 mahasiswa mengikuti program pengabdian masyarakat di Kampung Morten, Malaka, Malaysia, bekerja sama dengan Universiti Teknikal Malaysia Melaka (UTeM), Universitas Sebelas Maret (UNS), serta Persatuan Warisan Anak Jawa (PERWAJA).

“Ke depan kami berharap semakin banyak mahasiswa mengikuti KKN internasional. Kesempatan terbuka bagi semua mahasiswa, tentu dengan memenuhi persyaratan akademik dan kesiapan mengikuti program di luar negeri,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Pembelajaran, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DP3M) Unikama, Prof. Mujiyono, menjelaskan bahwa peserta KKN tahun ini terdiri atas 488 mahasiswa reguler, 100 mahasiswa Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), 27 mahasiswa Program PReFoRM, serta 15 mahasiswa peserta KKN internasional.

Mahasiswa reguler akan ditempatkan di empat kecamatan di Kabupaten Malang, yakni Wagir, Pakisaji, Tajinan, dan Singosari, sementara Program EPL dilaksanakan di Kecamatan Pakis.

Seluruh program kerja mahasiswa disusun berdasarkan hasil observasi lapangan yang mengacu pada arah pembangunan daerah dan kebutuhan masyarakat. Fokus kegiatan meliputi pemberdayaan ekonomi desa, pelestarian kearifan lokal, penguatan pendidikan dan sumber daya manusia, inovasi teknologi, serta bidang lingkungan dan kesehatan.

Menariknya, pemberangkatan mahasiswa menuju lokasi KKN tahun ini memanfaatkan angkutan kota (angkot). Selain mempertimbangkan lokasi penempatan yang masih berada dalam jangkauan transportasi umum, kebijakan tersebut juga menjadi bentuk dukungan terhadap keberlangsungan transportasi publik dan memberikan dampak ekonomi bagi para pengemudi angkot di Kota dan Kabupaten Malang.

Program KKN Unikama 2026 akan berlangsung selama satu bulan, mulai 3 Agustus hingga 3 September 2026, sebagai implementasi tridarma perguruan tinggi melalui pengabdian yang berorientasi pada kebermanfaatan bagi masyarakat.

You may also like

Leave a Comment