HaiMalang – Sore itu, sekitar pukul 16.00 WIB, suasana di Kampung Warna Warni Jodipan terlihat cukup tenang. Namun sesekali, rombongan wisatawan tampak memasuki kawasan wisata yang telah menjadi salah satu ikon Kota Malang sejak 2016 tersebut.
Menariknya, sebagian besar pengunjung yang terlihat justru merupakan wisatawan mancanegara. Setidaknya ada tiga rombongan turis asing yang datang saat itu untuk menikmati suasana kampung yang dikenal dengan rumah-rumah berwarna cerah dan berbagai spot fotonya.

Wisatawan mancanegara saat berada di Kampung Warna Warni Jodipan, Malang. Foto Ben/Haimalang
Salah satu di antaranya adalah Sander, wisatawan asal Belanda yang datang bersama pasangannya. Saat ditanya alasan memilih mengunjungi Kampung Warna Warni, jawabannya singkat.
“Colorful,” ujarnya sambil tersenyum.
Bagi wisatawan yang baru pertama kali datang, warna-warni yang menghiasi kawasan permukiman di bantaran Sungai Brantas itu memang menjadi daya tarik utama. Meski sederhana, kesan visual tersebut masih mampu menarik perhatian wisatawan yang datang dari berbagai negara.
Hampir Satu Dekade Kampung Warna Warni
Di sisi lain, kondisi Kampung Warna Warni saat ini menunjukkan perjalanan waktu yang telah dilaluinya selama hampir satu dekade. Beberapa bagian kampung tampak mulai kehilangan kecerahan warna akibat paparan cuaca. Meski demikian, sebagian besar area ikonik masih terlihat terawat dan menjadi latar favorit pengunjung untuk berfoto.

Kampung Warna Warni Jodipan, Malang. Foto Ben/Haimalang
Nurul Ida, penjaga loket yang telah bertugas sejak awal Kampung Warna Warni dibuka pada 2016, mengungkapkan bahwa wisatawan domestik masih datang meski jumlahnya tidak sebanyak dulu.
Menurutnya, kunjungan wisatawan lokal mengalami penurunan setelah pandemi Covid-19. Namun aktivitas wisata di kawasan tersebut masih terus berlangsung hingga saat ini.
“Kalau kunjungan domestik ada saja, tapi sedikit,” katanya.
Sebaliknya, wisatawan mancanegara masih cukup sering terlihat berkunjung. Dalam sehari, jumlah pengunjung yang masuk melalui satu pintu dapat mencapai puluhan orang, terutama saat kondisi ramai. Dari empat pintu masuk yang tersedia, area dekat jembatan menjadi salah satu titik yang paling banyak dilalui wisatawan.
Baca juga Menelusuri Keindahan Coban Sewu
Meski persaingan destinasi wisata di Kota Malang semakin beragam, Kampung Warna Warni masih memiliki daya tarik tersendiri.
Berbeda dengan wisata sejarah atau kawasan kuliner, daya tarik utama kampung ini terletak pada kesederhanaannya, lingkungan permukiman yang disulap menjadi ruang penuh warna dan menghadirkan pengalaman visual yang unik.

Wisatawan berada di Kampung Warna Warni. Foto Ben/Haimalang
Menjelang usianya yang ke-10 tahun, Kampung Warna Warni mungkin tidak lagi menjadi destinasi yang selalu ramai dibicarakan seperti saat pertama kali viral. Namun dari langkah para wisatawan asing yang masih datang untuk melihat langsung warna-warni Jodipan, kampung ini tampaknya masih memiliki tempat tersendiri dalam peta wisata Kota Malang.
Dan bagi sebagian pengunjung seperti Sander, pesonanya bahkan bisa dijelaskan hanya dalam satu kata colorful.