Haimalang – Lapangan Rampal, Kota Malang, berubah jadi lautan Slankers saat konser HS x Slank di Malang digelar, Minggu (19/4/2026) malam. Sekitar 30 ribu penonton memadati lokasi, melepas rindu setelah hampir satu dekade band legendaris itu absen dari kota ini.
Terakhir kali Slank tampil di Malang pada 2017. Kembalinya mereka lewat konser yang digagas pabrik rokok HS seolah jadi momen “reuni akbar” bagi para penggemarnya.
“Kita terakhir ketemu hampir 10 tahun lalu di Rampal ini. Sekarang kita datang lagi, ditantang HS. Katanya orang-orang pemberani kumpul di Rampal!” seru Kaka dari atas panggung, disambut riuh penonton.
Slank membuka penampilan dengan energi tinggi lewat medley “Mars Slankers” dan “Punk Java”, dilanjutkan “I Miss U But I Hate U” serta “Gara-Gara Kamu”. Tepat pukul 22.00 WIB, konser resmi dimulai dan langsung menggelegar.
Puluhan ribu Slankers terlihat memenuhi area konser. Bendera bergambar kupu-kupu, ikon khas Slank berkibar di berbagai sudut, lengkap dengan identitas daerah asal seperti Malang, Surabaya, Tuban, Gresik, hingga Banyuwangi.

Slankers saat menyaksikan konser Slank di Rampal, Kota Malang. Foto/Ho Mom
Sapaan khas Malang pun tak lupa dilontarkan Kaka.
“Assalamualaikum! Malang apa kabar! Mawar Merah buat Kera Ngalam!” ucapnya, disambut sorakan meriah.
Malam itu Slank tampil dengan formasi lengkap: Kaka (vokal), Ridho dan Abdee (gitar), Ivanka (bass), serta Bimbim (drum). Meski telah puluhan tahun berkarya, performa mereka tetap eksplosif, seolah tak lekang oleh waktu sejak era album Suit… Suit… He He (Gadis Sexy) di awal 1990-an.
Dalam sesi jumpa pers sebelum konser, Kaka bahkan menyebut Malang sebagai salah satu barometer musik.
“Kalau sukses di Malang, masa depan akan bagus,” ujarnya.
Momen Haru di Tengah Riuh Konser Slank di Malang
Di tengah euforia, suasana sempat berubah khidmat. Sebelum membawakan lagu “Bimbim Jangan Menangis”, Bimbim turun dari drum set dan mengajak penonton berdoa bersama.
Ia mengenang musibah yang dialami Haji Suryo, owner HS, yang kehilangan sang istri, Hj. Anis Syarifah, akibat kecelakaan saat bulan puasa lalu.
“Kita doakan beliau cepat sembuh, dan almarhumah diterima di sisi-Nya,” ucap Bimbim.
Lagu “Bimbim Jangan Menangis” pun dibawakan dengan penuh emosi. Lagu itu punya makna personal bagi Bimbim, yang juga kehilangan sang ibunda, Bunda Iffet, pada April 2025.
“Dari surga, Bunda selalu bilang: Bimbim jangan menangis,” ucapnya lirih.
Hujan Hits hingga Lagu Terbaru
Sepanjang malam, Slank menghajar panggung dengan deretan lagu hits seperti “Ku Tak Bisa”, “Terlalu Manis”, “Tonk Kosong”, hingga “Orkes Sakit Hati”. Lagu lawas “Poppies Lane Memory” juga dibawakan, lagu yang disebut lahir dari masa kelam band tersebut.
Konser ini juga menampilkan sejumlah band pembuka seperti Rastakrina Soundsystem, Superiots, Rebellionrose, Shaggydog, hingga Begundal Lowokwaru sebagai tuan rumah.

Penampilan Slank saat konser di Rampal, Kota Malang. Foto/HO Mom
Single terbaru “12 Persen” turut diputar di awal acara, lengkap dengan videoklip berbasis AI. Slank juga membawakan lagu anyar “Republik Fufufafa”.
Menjelang pukul 23.30 WIB, “Kamu Harus Pulang” dipilih sebagai penutup yang manis.
“Alhamdulillah, Slank bisa balik ke Malang. Provokatornya HS! Rampal ini rasanya sudah kurang besar buat Jawa Timur. Semoga ke depan kita bisa ketemu di tempat yang lebih besar lagi,” tutup Kaka.
Malam itu, Slank bukan sekadar tampil, mereka membuktikan satu hal: energi dan loyalitas Slankers tetap hidup, bahkan semakin besar.