Home NewsBukan Sekadar Ngopi, Ukopia Buka Ruang Anak Muda Belajar hingga Menembus Industri Kopi Global

Bukan Sekadar Ngopi, Ukopia Buka Ruang Anak Muda Belajar hingga Menembus Industri Kopi Global

by Redaksi Hai Malang
0 comments

Haimalang — Secangkir kopi bisa menjadi titik awal bagi anak muda untuk belajar banyak hal. Bukan hanya soal rasa dan teknik menyeduh, tetapi juga tentang bisnis, kreativitas, komunitas, hingga bagaimana produk lokal Indonesia diperkenalkan ke pasar internasional.

Ruang itulah yang coba dibangun Ukopia melalui berbagai aktivitasnya di industri kopi Nusantara.

Brand kopi asal Jember tersebut tidak hanya menghadirkan kopi sebagai produk konsumsi. Ukopia juga mengembangkan kedai sebagai ruang belajar, tempat anak muda dapat mencoba langsung proses menyeduh kopi dengan pendampingan barista.

Konsep ruang seduh ini menjadi salah satu cara Ukopia mempertemukan konsumen dengan proses di balik secangkir kopi. Pengunjung tidak hanya datang, memesan, lalu menikmati kopi, tetapi juga diberi kesempatan untuk mencoba dan memahami proses penyeduhan.

Momentum tersebut diperkenalkan bertepatan dengan Hari Kopi Internasional yang diperingati setiap 1 Oktober.

Founder Ukopia, Baskoro, melihat industri kopi memiliki ruang yang luas bagi anak muda untuk berkembang.

“Dibalik setiap cangkir kopi, bukan hanya ada petani, roasters, atau barista. Ada juga anak muda yang bertemu, belajar, bekerja, mencoba sesuatu, dan menemukan kesempatan melalui kopi,” ujar Baskoro, Kamis (1/10/2026).

Dari Belajar Menyeduh hingga Mengenal Pasar Global

Ruang belajar yang dibangun Ukopia tidak berhenti di tingkat kedai. Perjalanan mereka juga dibawa ke berbagai ajang kopi internasional, seperti Singapore Coffee Week serta World of Coffee di Bangkok dan Tokyo.

Keterlibatan dalam agenda tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kopi Indonesia sekaligus memberikan pengalaman baru bagi anak muda yang terlibat di dalamnya.

Dari sana, mereka dapat melihat bahwa membawa kopi Nusantara ke pasar global bukan hanya soal kualitas produk. Ada pula aspek bisnis dan regulasi yang harus dipahami, termasuk aturan terkait ekspor kopi.

Ukopia sendiri memilih fokus pada single origin Indonesia dengan membawa keragaman karakter kopi dari berbagai daerah di Nusantara.

“Kami menempatkan diri sebagai spesialis single origin Indonesia. Kami ingin mengenalkan bahwa jenis biji kopi Nusantara sangatlah beragam, sehingga mampu bersaing dengan minuman favorit anak muda lainnya,” kata pria yang akrab dipanggil Bas.

Menurutnya, anak muda perlu memiliki keberanian untuk mencoba berbagai kemungkinan dalam mengembangkan komoditas kopi, termasuk berinovasi dan belajar dari proses yang tidak selalu berjalan sempurna.

Kopi Juga Bisa Menjadi Jalan Memulai Bisnis

Peluang tersebut kemudian diterjemahkan Ukopia melalui program Seduh Preneur.

Salah satu bentuknya adalah Ukopia Mobile, gerai kopi keliling yang membawa berbagai kopi Nusantara ke ruang yang lebih dekat dengan masyarakat.

Konsep ini sekaligus membuka perspektif bahwa bisnis kopi tidak selalu harus dimulai dengan membuka kedai besar. Produk kopi berkualitas dapat dibawa ke berbagai ruang, termasuk tempat sederhana seperti angkringan.

Selain bisnis, Ukopia juga membangun kolaborasi dengan berbagai komunitas anak muda. Kerja sama dilakukan dengan komunitas olahraga, lingkungan kampus, hingga produksi film pendek yang mengangkat tema kopi.

Dengan cara tersebut, kopi ditempatkan bukan hanya sebagai komoditas, tetapi juga sebagai medium untuk mempertemukan berbagai aktivitas dan kreativitas anak muda.

Potensi itu pula yang ingin terus dikembangkan Ukopia, termasuk melalui ekosistem anak muda di Malang yang memiliki banyak kampus dan komunitas kreatif.

“Potensi di Malang sangatlah besar. Selain memiliki banyak jenis komoditi kopi, wilayah ini juga memiliki banyak kampus serta komunitas anak muda. Kami ingin membantu mengembangkan potensi anak mudanya di bidang kopi,” jelas Baskoro.

Pada akhirnya, perjalanan kopi Nusantara tidak hanya berbicara tentang bagaimana biji kopi dari Indonesia bisa dikenal lebih luas. Ada pula cerita tentang orang-orang yang berada di dalam ekosistemnya—termasuk anak muda yang menemukan ruang untuk belajar, mencoba, membangun usaha, dan membuka peluang baru melalui kopi.

You may also like

Leave a Comment