Home PendidikanMahasiswa UB Bantu Batik Dadaplangu Perkuat Identitas Merek dan Pemasaran Digital

Mahasiswa UB Bantu Batik Dadaplangu Perkuat Identitas Merek dan Pemasaran Digital

by Redaksi Hai Malang
0 comments

Haimalang – Batik Dadaplangu di Desa Dadaplangu, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar, mulai menata langkah menjadi produk unggulan desa. Upaya tersebut mendapat dukungan dari mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Brawijaya (UB) melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) NIRVANA 2026 yang berfokus pada penguatan identitas merek, tata kelola usaha, hingga pemasaran digital.

Selama menjalankan pengabdian di Desa Dadaplangu, mahasiswa melihat potensi besar yang dimiliki UMKM batik setempat. Namun, di sisi lain masih terdapat sejumlah tantangan, mulai dari keterbatasan sumber daya manusia, belum adanya identitas merek yang kuat, hingga pemasaran yang masih terbatas di lingkungan sekitar desa.

PKM Nirvana

PKM PK FEB UB Nirvana membatik

Koordinator PKM NIRVANA, Syahla Nuraini Ramadhan, mengatakan program pendampingan dirancang agar pelaku UMKM memiliki fondasi bisnis yang lebih profesional dan mampu berkembang secara berkelanjutan.

“Senang bisa membantu produk ini lebih serius dalam proses komersialisasi. Sebelumnya saya sudah terlibat dalam proses pengembangannya dan berlanjut di program kerja kelompok PKM saat ini, sehingga tercipta brand Laras Dadap Langu,” ujarnya.

Melalui program bertajuk Batik Identity Project, mahasiswa menyusun berbagai kebutuhan pengembangan usaha, mulai dari pemetaan bisnis, penyusunan standar operasional prosedur (SOP), pengelolaan keuangan, pembuatan identitas merek, desain kemasan, aktivasi marketplace, hingga strategi digital marketing.

Batik Dadaplangu sendiri merupakan usaha yang baru berkembang sejak 2025 melalui program pelatihan yang difasilitasi pemerintah desa. Salah satu pengelola batik, Eli, menceritakan kegiatan tersebut berawal dari pelatihan selama empat hari yang diikuti warga desa.

“Itu dari program desa, mengundang pelatih, terus merekrut warga yang punya waktu luang. Setelah pelatihan empat hari, kegiatan membatik terus berjalan sampai sekarang,” tuturnya.

Meski memiliki potensi besar, kelompok pembatik masih menghadapi berbagai kendala. Jumlah anggota yang awalnya mencapai 10 orang kini tersisa tujuh orang karena sebagian memiliki kesibukan lain. Selain itu, kemampuan menciptakan motif secara mandiri masih terbatas, modal usaha belum memadai, dan pemasaran produk masih didominasi pesanan dari lingkungan desa.

Melihat kondisi tersebut, mahasiswa tidak hanya memberikan pendampingan secara administratif, tetapi juga terjun langsung mengikuti proses produksi batik, mulai dari menggambar motif, pengecapan hingga pewarnaan kain. Mereka juga membantu menyediakan paper bag dan hangtag sebagai identitas produk yang sebelumnya belum dimiliki UMKM tersebut.

Bantuan tersebut mendapat apresiasi dari para pengelola batik. Eli mengaku keberadaan kemasan dan paper bag menjadi nilai tambah yang selama ini belum dapat diwujudkan karena keterbatasan modal.

“Terima kasih sekali sudah dibantu packaging dan paper bag. Modal kami memang masih terbatas, jadi bantuan ini sangat berarti,” ungkapnya.

Tak hanya mendampingi UMKM batik, kelompok PKM NIRVANA juga mengembangkan program Digital Profiling Activation untuk membantu Pemerintah Desa Dadaplangu memperkuat media informasi digital.

Mahasiswa melakukan pembaruan website desa dengan melengkapi berbagai informasi penting, sekaligus menyusun identitas visual media sosial, template konten Instagram, content calendar, hingga buku panduan pengelolaan media sosial agar dapat digunakan secara berkelanjutan oleh pemerintah desa.

Selain bidang ekonomi dan digitalisasi, mahasiswa turut berpartisipasi dalam kegiatan Posyandu melalui pendataan peserta, administrasi pelayanan, distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG), serta mendukung berbagai program pencegahan stunting bersama kader kesehatan dan pemerintah desa.

Kepala Desa Dadaplangu, Rokimun, menyampaikan apresiasi atas kontribusi yang diberikan mahasiswa selama menjalankan program pengabdian.

“Alhamdulillah dari presentasi teman-teman UB sangat bermanfaat bagi kami. Mudah-mudahan kelompok Batik Laras dapat menindaklanjutinya ke depan. Terima kasih sekali,” ujarnya.

PKM Nirvana

Perwakilan PKM Nirvana menyerahan kembali website desa kepada perangkat desa. Doc PKM Nirvana

Melalui tiga pilar utama, yakni Batik Identity Project, Digital Profiling Activation, dan program kesehatan masyarakat, mahasiswa berharap seluruh luaran yang telah diserahkan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Dengan demikian, penguatan identitas merek Batik Dadaplangu, digitalisasi desa, dan pemberdayaan masyarakat tidak berhenti setelah program pengabdian berakhir, tetapi terus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal di Desa Dadaplangu.

You may also like

Leave a Comment