Home NewsBukan Sekadar Healing, Ratusan Mahasiswa “Geruduk” Coban Rondo Demi Hijaukan Bumi

Bukan Sekadar Healing, Ratusan Mahasiswa “Geruduk” Coban Rondo Demi Hijaukan Bumi

by Redaksi Hai Malang
0 comments

HaiMalang – Kawasan wisata Coban Rondo biasanya jadi jujukan buat healing, tapi Minggu (19/4) pagi suasananya berbeda.

Ratusan mahasiswa dari berbagai kampus di Malang Raya tampak kompak bersama Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Pandesari, Pujon, Kabupaten Malang. Bukan buat piknik, mereka lagi “geruduk” hutan untuk menanam pohon.

penghijauan Coban Rondo

Peserta penanaman pohon di kawasan Coban Rondo, Malang. Foto/HO LMDH

Kolaborasi lintas generasi ini jadi bukti kalau anak muda Malang nggak cuma jago nongkrong di kafe, tapi juga peduli sama isu konservasi.

Ketua LMDH Pandesari, Abdul Rosyid, mengaku sangat terbantu dengan kehadiran para mahasiswa. Menurutnya, energi mahasiswa memberikan suntikan semangat baru bagi para pengelola hutan untuk memulihkan kawasan yang mulai terdegradasi.

“Ya keterlibatan anak-anak mahasiswa sangat membantu kami,” jelas pria yang akrab disapa Rosyid ini.

Meski penghijauan sudah jadi agenda rutin LMDH bersama petani dan karang taruna, kehadiran “pasukan kampus” ini diakui Rosyid memberi warna yang berbeda.

“Alhamdulillah ratusan mahasiswa yang bergabung saat ini bisa menambah semangat juang kami untuk terus menjaga kelestarian alam,” imbuh Rosyid sumringah.

Penanaman pohon Coban Rondo

Peserta menuju lokasi penanaman dengan membawa bibit pohon. Foto/HO LMDH

Bicara soal jenis tanaman, variasinya sangat beragam. Tidak hanya pohon keras untuk cegah longsor, tapi juga ada pohon buah yang punya nilai ekonomis buat warga sekitar ke depannya.

Citra Arifia Novi Ananta, koordinator mahasiswa dari gerakan Srikandi Green Mitigation, merinci jenis bibit yang mereka bawa.

“Bibit yang kami tanam ada mahoni, trembesi, alpukat, durian, pucuk merah, nangka, petai, sirsak, nangka, mangga, dan jambu air,” ucap mahasiswi jurusan Matematika Universitas Negeri Malang (UM) ini.

Menariknya, aksi ini bukan jadi ajang foto-foto atau seremonial belaka. Citra dan kawan-kawan sadar betul kalau bibit yang ditanam butuh “kasih sayang” lebih lanjut agar nggak mati sia-sia.

“Kami upayakan bulan depan bisa terlibat kembali untuk melakukan monitoring,” tegas Citra.

Hal senada juga diingatkan oleh Asisten Perhutani (Asper) BKPH, Pramu. Ia mengapresiasi sinergi keren ini, tapi memberikan catatan penting soal keberlanjutan. Jangan sampai semangatnya cuma hangat-hangat tahi ayam di awal saja.

“Yang tidak kalah penting dari upaya menjaga konservasi hutan bukan hanya kegiatan penanamannya saja, namun harus ada monitoring. Kalau hanya seremonial di awal, bisa dipastikan pohon yang baru ditanam tidak akan tumbuh maksimal,” pesan Pramu mengingatkan.

Aksi di Coban Rondo ini diharapkan jadi pemantik buat komunitas lain di Malang Raya untuk tetap menjaga “paru-paru” bumi sambil tetap seru-seruan bareng komunitas.

You may also like