Home TeknologiMengapa Kecepatan Internet Diukur dalam Megabit dan Bukan Megabyte?

Mengapa Kecepatan Internet Diukur dalam Megabit dan Bukan Megabyte?

by Kontributor
0 comments

Haimalang – Ada banyak kebingungan seputar kecepatan internet yang diiklankan oleh penyedia layanan internet (ISP) dan kecepatan unduh aktual yang Anda dapatkan. Jika Anda pernah menjalankan tes kecepatan internet, Anda mungkin memperhatikan bahwa angka yang ditampilkan dalam hasil Anda lebih dekat dengan kecepatan yang diiklankan, meskipun tampaknya kecepatan unduh aktual jauh lebih rendah.

Tidak ada yang salah di sini — ini hanya berkaitan dengan cara kecepatan internet diukur. Fakta yang akan kami paparkan ini bisa menjadi acuan Anda untuk membeli paket internet terbaik atau memori terbaik yang bisa menjadi bekal untuk Anda menganalisis prediksi ke Seru88 login.

Kecepatan internet Anda diukur dalam bit, sedangkan byte adalah ukuran penyimpanan yang lebih umum digunakan. Pada intinya, bit adalah unit terkecil dari informasi digital dan memiliki nilai 0 atau 1. Byte, di sisi lain, relatif lebih besar, terdiri dari delapan bit. Karena inilah yang diperhatikan sistem dari sudut pandang penyimpanan, kita mengukur ukuran file dalam byte. Tetapi untuk kecepatan transfer data, bit telah lama menjadi standar karena mewakili bentuk data terkecil — dan itulah cara data dikirim melalui internet, satu bit pada satu waktu.

Saat ini, Anda hampir tidak akan pernah menemukan kecepatan internet atau ukuran file diukur dalam bit atau byte sederhana. Itu karena angka-angka ini sangat kecil menurut standar modern dan kita berurusan dengan file yang jauh lebih besar. Sebaliknya, megabit atau megabyte lebih umum digunakan sekarang, yang pada dasarnya adalah 1 juta bit atau byte.

Bit lebih masuk akal untuk kecepatan jaringan

Ketika kita berbicara tentang transfer data melalui jaringan atau internet, presisi sangat penting, dan itulah mengapa bit atau megabit muncul sebagai pilihan yang lebih tepat. Transfer data melalui internet tidak selalu terjadi secara teratur, seperti halnya transfer file lokal di PC. Selain itu, data dapat berasal dari berbagai sumber. Jadi untuk pengukuran yang tepat, bit adalah pilihan yang lebih baik karena merupakan unit data terkecil, dan inilah yang secara tradisional diiklankan oleh ISP.

Dan di sinilah kebingungan dimulai. Jika disingkat, megabit per detik (Mbps atau Mb/s) dan megabyte per detik (MBps atau MB/s) terlihat sangat mirip. Namun yang perlu diingat adalah huruf kecil “b” mewakili bit, sedangkan huruf besar “B” mewakili byte. Selain itu, saat Anda menjalankan uji kecepatan, kecepatan internet akan ditampilkan dalam megabit per detik, sementara browser seperti Google Chrome biasanya menampilkannya dalam megabyte per detik. Bagi pengguna rata-rata, keduanya mewakili hal yang sama, yaitu kecepatan internet Anda.

Sedangkan untuk drive penyimpanan, baik itu HDD atau SSD, keduanya menyimpan data dalam bentuk byte, yaitu kumpulan delapan bit, bukan unit terkecil. Itulah mengapa ketika kita merujuk pada kapasitas drive atau ukuran file, biasanya dalam kilobyte (KB), megabyte (MB), gigabyte (GB), terabyte (TB), petabyte (PB), dan seterusnya. Akibatnya, kecepatan transfer yang Anda lihat di PC juga dalam megabyte per detik (MB/s).

Mengonversi Megabit ke Megabyte

Jika Anda ingin mengkonversi Mbps ke MBps, cukup bagi Mbps dengan delapan. Demikian pula, untuk mengkonversi MB/s ke Mb/s, kalikan MB/s dengan delapan.

Misalnya, jika kecepatan internet Anda 200 Mbps, perhitungannya adalah 25 MBps (200 Mbps / 8). Dengan mengabaikan overhead dan batasan dunia nyata lainnya, ini berarti dibutuhkan sekitar satu detik untuk mengunduh file 25 MB. Tentu saja, kecepatan unduhan sebenarnya relatif lebih rendah karena ada banyak faktor yang berperan, termasuk penempatan router yang optimal, interferensi nirkabel dari perangkat lain, serta kecepatan sumber unduhan itu sendiri.

Jadi, lain kali ISP Anda memberitahu Anda kecepatan internet dalam Mbps, sementara browser Anda menampilkannya dalam MBps, ingatlah bahwa mereka menggunakan satuan yang berbeda untuk hal yang sama. Satuan pertama adalah standar yang diadopsi untuk mengukur kecepatan transfer data, sementara sistem lebih memahami satuan kedua, mengingat bagaimana ukuran file diukur.

You may also like

Leave a Comment