Home NewsFB Pro Jadi Pintu Rezeki Digital, Ini Strategi dan Mental yang Perlu Dibangun Konten Kreator

FB Pro Jadi Pintu Rezeki Digital, Ini Strategi dan Mental yang Perlu Dibangun Konten Kreator

by Redaksi Hai Malang
0 comments

HaiMalang – Di tengah berkembangnya ekonomi digital, Facebook Profesional (FB Pro) kian dilirik sebagai salah satu pintu rezeki baru.

FB Pro tak sekadar menjadi wadah berbagi konten, tetap juga membuka peluang penghasilan jangka panjang melalui iklan, bonus performa, hingga kolaborasi dengan brand.

Menurut praktisi FB Pro Dr (c) Mar’atul Makhmudah, ladang rezeki digital saat ini semakin terbuka lebar.

Menjadi konten kreator FB Pro diibaratkan seperti membuka keran rezeki digital yang alirannya bisa panjang.

Konten yang dibuat tidak hanya ditonton, tetapi juga berpotensi menghasilkan uang dari berbagai fitur monetisasi yang disediakan Facebook.

Mulai dari iklan, bonus performa, hingga kerja sama brand. “Saya mengistilahkan kita sekarang ini punya tuyul digital,” ucap perempuan yang sangat peduli dengan pemberdayaan perempuan tersebut.

Ia mengatakan hal itu di hadapan peserta “Pelatihan Eksklusif 2 in 1 – Bongkar Rahasia Strategi Dapatkan Komisi Jutaan Setiap Bulan dari Shopee Affiliate & FB Pro.”

Acara yang diinisiasi Akademi Digital Jaya Mandiri Solution tersebut berlangsung di Cikiluks Coworking. Diikuti puluhan peserta yang lebih bersifat pelatihan privat.

Dosen sekaligus top affiliator Shopee tersebut menambahkan, dengan jangkauan Facebook Pro yang luas, satu video memiliki peluang untuk viral.

Meski disampaikannya, dalam membuat konten dia tidak pemburu konten viral.

“Konten saya mungkin belum ada yang viral, tapi sudah dapat dollar,” imbuhnya.

Yang jelas, FB Pro menjangkau audiens yang beragam, baik dari sisi usia maupun daerah.

Aktivitas ini pun, kata alumnus Mar’ atul, fleksibel karena dapat dikerjakan dari rumah dengan modal utama kreativitas dan konsistensi.

Praktisi FB Pro Dr (c). Mar’atul Makhmudah sedang membimbing praktik para peserta.

Selain potensi cuan, FB Pro juga berperan penting dalam membangun personal branding serta komunitas audiens yang loyal.

Sekali konten tayang, manfaatnya dapat dirasakan berulang kali.

Di dunia digital, FB Pro menjadi panggung sekaligus ladang penghasilan.

Alumnus Unair tersebut menegaskan, meski peluang terbuka lebar, hasil tidak datang hanya dengan berharap konten viral.

Diperlukan langkah yang terarah dan berkelanjutan.

Selain itu konten yang relevan dan jujur dengan diri sendiri menjadi pondasi awal.

Karena audiens cenderung mudah mengenali ketulusan. Selain konsistensi dalam mengunggah konten.

“Memahami jam aktif penonton, serta mempelajari insight untuk membaca perilaku audiens menjadi kunci penting,” bebernya.

Interaksi melalui komentar dan siaran langsung (live) membantu algoritma mengenali akun sebagai akun aktif.

Kualitas visual dan storytelling pun perlu ditingkatkan secara bertahap tanpa harus menggunakan peralatan mahal.

“Kesabaran dan disiplin menjadi faktor penentu. Mereka yang bertahan dan terus belajar biasanya sampai di garis cuan,” ucapnya.

Kemampuan yang Wajib Dimiliki Konten Kreator FB Pro

Untuk menjadi konten kreator FB Pro yang berkelanjutan, terdapat sejumlah kemampuan yang perlu dibangun secara perlahan namun konsisten.

Layaknya menanam pondasi rumah agar tetap kokoh. Pertama, kemampuan storytelling agar konten terasa hidup dan tidak hambar.

Kedua, pemahaman terhadap audiens supaya pesan yang disampaikan tepat sasaran.

Ketiga, konsistensi dan manajemen waktu, mengingat algoritma menyukai ritme yang stabil.

Ke empat, penguasaan dasar editing video dan visual agar konten nyaman ditonton.

Kelima, kemampuan copywriting untuk menciptakan hook yang mampu menghentikan scroll.

Terakhir, mental tahan banting, karena tidak semua konten langsung mendapatkan respons besar.

Mental Tahan Banting Jadi Kunci Bertahan

Mental kreator tidak lahir dari motivasi sesaat, melainkan dari kebiasaan yang terus dilatih.

Menurunkan ekspektasi pada hasil dan lebih fokus pada proses menjadi langkah awal yang penting.

Konten yang sepi bukan kegagalan, melainkan data untuk evaluasi.

“Maka saya sarankan, agar content creator membiasakan diri mengevaluasi tanpa menyalahkan diri sendiri,” ungkapnya.

Membangun rutinitas agar tetap berkarya meski mood naik turun, serta membatasi kebiasaan membandingkan diri dengan kreator lain.

“Setiap akun memiliki garis waktunya masing-masing” tandasnya.

Merayakan progres kecil, seperti satu komentar atau satu kali share, menjadi bagian dari proses penguatan mental.

Perayaan tidak harus besar, cukup dengan mengucap Alhamdulillah atas setiap perkembangan kecil yang nyata di akun.

Konsistensi yang dijalani dengan kesadaran sering kali mampu mengalahkan bakat yang mudah lelah.

Di situlah mental konten kreator FB Pro ditempa dan bertumbuh.

Pada pelatihan ini, peserta juga mendapatkan materi tentang menjadi affiliator Shopee.

“Era digital ini memudahkan segala lini kehidupan, termasuk membangun ekonomi digital. Asalkan tahu memanfaatkannya,” ungkap CEO Akademi Digital Jaya Mandiri Solution Johan Dedi.

Penulis Happy Khan 

You may also like