MALANG, Haimalang – Arema FC harus puas meraih satu poin setelah ditahan Persik Kediri 1-1 dalam Derbi Jawa Timur pada pekan ketiga Super League 2026/2027 di Stadion Kanjuruhan Malang, Jumat (18/9/2026).
Hasil tersebut membuat Singo Edan meraih satu poin dalam dua pertandingan terakhir. Meski demikian, pelatih Arema FC Marcos Santos menilai perkembangan permainan anak asuhnya menunjukkan arah positif.
“Kami berada di jalur yang benar, harus terus maju, berkembang, karena tim berada dalam proses evolusi dan akan menjadi makin kuat di liga musim ini,” ujar Marcos Santos.
Menurut Marcos Santos, derbi memang menjadi pertandingan yang sulit. Ia juga mengakui Persik Kediri mampu tampil baik dan mendominasi sejumlah fase pertandingan.
“Derbi memang selalu jadi pertandingan yang sulit. Persik tim yang bagus,” katanya.
Dominasi Persik terlihat dari statistik penguasaan bola. Persik mencatat 67 persen penguasaan bola, sedangkan Arema FC hanya 33 persen.

Pemain Persik Kediri melakukan tekel terhadap pemain Arema FC di dalam kotak penalti yang berujung hadiah penalti bagi Arema. Ben/Haimalang
Macan Putih juga melepaskan 18 tembakan dengan empat di antaranya tepat sasaran. Arema FC mencatat 11 tembakan, dengan tiga mengarah ke gawang.
Persik unggul lebih dahulu melalui Zanadin Faris pada menit keenam. Arema kemudian menyamakan kedudukan lewat eksekusi penalti Raianderson da Costa alias Careca pada menit ke-30.
Meski kalah dalam penguasaan bola, Marcos Santos menilai dominasi Persik tidak selalu menghasilkan peluang berbahaya.
Arema kemudian melakukan penyesuaian strategi. Perubahan tersebut membuat Singo Edan mulai lebih banyak menciptakan peluang, terutama pada 20 menit terakhir pertandingan.
Namun, peluang-peluang tersebut belum mampu dikonversi menjadi gol kemenangan.
“Peluang yang bisa memberi kami kemenangan. Hanya kurang sedikit saja bagi kami untuk bisa memenangkan derbi ini,” ujar Marcos Santos.
Arema bahkan sempat mencetak gol melalui sundulan Walisson Moreira pada menit ke-85. Namun, gol tersebut dianulir setelah intervensi VAR karena dinilai berbau offside.
Marcos Santos memilih menyerahkan keputusan tersebut kepada wasit. Namun, pelatih asal Brasil itu menyoroti sejumlah keputusan terkait pelanggaran yang dianggap menghentikan serangan balik Arema.
“Saya serahkan kepada wasit soal VAR. Tapi saya pertanyakan beberapa keputusan setiap tim lawan mematikan serangan balik kami dan wasit tidak memberikan kartu kuning,” ucapnya.
Pelatih Persik Akui Kecewa
Sementara itu, pelatih Persik Kediri Marcos Reina Torres memiliki pandangan berbeda terhadap hasil pertandingan. Pelatih asal Spanyol tersebut mengaku kecewa karena timnya gagal membawa pulang kemenangan.
“Kami sedih gagal bawa kemenangan karena bermain lebih baik,” ujar Marcos Reina Torres.
Reina menilai Persik mampu mengantisipasi kekuatan Arema, khususnya serangan balik. Pressing sejak menit awal membuat tuan rumah kesulitan mengembangkan permainan.
“Arema tim hebat dan berkualitas, tapi hari ini kami berhasil mengantisipasinya,” katanya.
Menurut Reina, anak asuhnya mampu menjalankan instruksi dengan baik. Persik bermain terorganisir, menempatkan pemain di area dalam, serta membangun serangan dari belakang sehingga memiliki keunggulan jumlah pemain di lini tengah.
“Hari ini saya pikir kami sangat dinamis dan bisa memegang kendali,” tutur Reina.
Namun, Reina juga mengakui Arema mampu mengubah permainan pada fase akhir pertandingan. Perubahan tersebut membuat Singo Edan lebih banyak menciptakan ancaman hingga pertandingan berakhir.
Hasil imbang akhirnya membuat kedua tim berbagi satu poin.
Di klasemen sementara Super League 2026/2027, Arema FC berada di peringkat kelima dengan empat poin, sedangkan Persik Kediri menempati posisi ketujuh dengan tiga poin.
Bagi Marcos Santos, satu poin tersebut menjadi bagian dari proses perkembangan Arema FC. Sementara bagi Marcos Reina Torres, hasil tersebut tetap menjadi catatan setelah Persik sempat tampil dominan dalam sebagian besar pertandingan.
“Anda tahu pada akhirnya satu poin tidaklah buruk,” ujar Reina.