Home PendidikanBEM Unikama Dorong Ketahanan Pangan Desa Talangagung melalui Smart Farming Berbasis IoT

BEM Unikama Dorong Ketahanan Pangan Desa Talangagung melalui Smart Farming Berbasis IoT

by Redaksi Hai Malang
0 comments

Malang, Haimalang.com – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) turut mendorong penguatan ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui penerapan teknologi smart farming di Desa Talangagung, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang.

Program pemberdayaan masyarakat tersebut dilaksanakan melalui kegiatan Program Mahasiswa Berdampak dengan mengusung tema “Penerapan Smart Farming untuk Menjamin Ketahanan Pangan Bergizi dan Mengentaskan Kemiskinan Ekstrem di Desa Talangagung Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang.” Kegiatan ini melibatkan masyarakat desa, khususnya kelompok pembudidaya ikan dan kelompok masyarakat yang bergerak di bidang ekonomi kreatif.

Salah satu fokus utama program berada pada POKDAKAN “Molek Jaya”, kelompok masyarakat yang bergerak dalam budidaya ikan air tawar. Kelompok tersebut memiliki sejumlah kolam budidaya dengan komoditas ikan seperti gurami, nila, dan lele.

Sebelum adanya pendampingan, proses pemberian pakan masih dilakukan secara manual. Kondisi tersebut membuat pemberian pakan belum sepenuhnya terukur, sementara pengawasan kualitas air juga masih terbatas. Permasalahan tersebut menjadi salah satu perhatian utama dalam pengembangan budidaya ikan di Desa Talangagung.

Melalui program ini, mahasiswa Unikama memperkenalkan teknologi Internet of Things (IoT) berupa alat pemberi pakan ikan otomatis berbasis mikrokontroler. Teknologi tersebut dirancang untuk membantu pembudidaya mengatur pemberian pakan secara lebih terukur sekaligus mendukung efisiensi dalam proses budidaya.

Selain sistem pemberian pakan otomatis, program juga memperkenalkan pemantauan kualitas air melalui sensor. Parameter seperti pH dan suhu dapat dipantau untuk membantu pembudidaya mengetahui kondisi lingkungan kolam dan mengambil tindakan ketika terjadi perubahan kondisi air.

Penerapan teknologi tersebut tidak hanya berorientasi pada penggunaan alat, tetapi juga diikuti dengan pelatihan dan pendampingan kepada masyarakat. Pada 11 Oktober 2025, anggota POKDAKAN “Molek Jaya” mengikuti pelatihan budidaya ikan modern yang membahas penyusunan jadwal pemberian pakan, efisiensi pakan, serta pemantauan kualitas air.

Hasil pelatihan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman anggota kelompok. Sebanyak 90 persen peserta telah mampu menyusun jadwal pemberian pakan secara terukur dan mulai menerapkan pencatatan kondisi kualitas air melalui lembar monitoring.

Pendampingan kemudian dilanjutkan pada aspek pengelolaan usaha. Pelatihan manajemen usaha mikro pada 18 Oktober 2025 memberikan pemahaman kepada anggota mengenai biaya tetap, biaya variabel, perencanaan produksi, hingga pencatatan keuangan. Kegiatan tersebut juga mendorong kelompok untuk memiliki pengelolaan keuangan yang lebih tertata.

Tidak berhenti pada peningkatan produksi, mahasiswa Unikama juga mendorong pengembangan nilai tambah hasil budidaya ikan. Melalui pelatihan pengolahan hasil perikanan pada 1 November 2025, masyarakat diperkenalkan dengan berbagai produk olahan seperti abon ikan, wonton, dimsum, dan nugget.

Upaya tersebut diharapkan dapat membuka peluang bagi masyarakat untuk tidak hanya menjual ikan dalam bentuk segar, tetapi juga mengembangkan produk olahan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

Aspek pemasaran juga menjadi bagian dari pendampingan. Masyarakat mendapatkan pelatihan mengenai branding, fotografi produk, penyusunan katalog digital, serta pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi. Identitas produk “Molek Jaya” mulai dikembangkan melalui konsep logo, label, dan materi promosi digital.
Selain POKDAKAN “Molek Jaya”, program pemberdayaan juga melibatkan POKMAS “Anggrungan Maju Bersama” yang bergerak pada bidang kuliner, pengolahan hasil perikanan, dan ekonomi kreatif masyarakat.

Pada kelompok tersebut, mahasiswa memberikan pendampingan mengenai kewirausahaan, pengelolaan keuangan digital, kepemimpinan, serta pengembangan branding produk. Masyarakat juga didorong untuk menyusun ide usaha dan memanfaatkan teknologi digital dalam pengelolaan maupun pemasaran usaha.

Pelatihan kewirausahaan yang dilaksanakan pada 12 Oktober 2025 menghasilkan sejumlah ide usaha baru dari masyarakat. Sementara itu, pelatihan literasi keuangan digital pada 19 Oktober 2025 memperkenalkan penggunaan perangkat digital seperti Google Sheet dan aplikasi pencatatan keuangan untuk membantu masyarakat mengelola transaksi dan laporan keuangan.

Penguatan kapasitas masyarakat juga dilakukan melalui pelatihan kepemimpinan dan branding. Hasilnya, kelompok mulai mengembangkan desain label produk serta memanfaatkan media sosial, termasuk Instagram dan TikTok, sebagai media untuk memperkenalkan produk kepada masyarakat yang lebih luas.

Dalam pelaksanaannya, program tidak terlepas dari berbagai tantangan, terutama pada tahap perakitan, pengkabelan, dan kalibrasi teknologi. Perbedaan kemampuan peserta dalam memahami teknologi serta keterbatasan waktu masyarakat juga menjadi tantangan tersendiri.

Untuk mengatasi kendala tersebut, tim mahasiswa melakukan pendampingan secara bertahap dengan metode praktik langsung. Penyesuaian jadwal kegiatan juga dilakukan agar proses pelatihan dapat berjalan sesuai dengan kondisi dan waktu yang dimiliki masyarakat.

Dukungan Pemerintah Desa Talangagung turut menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program. Pemerintah desa memberikan dukungan berupa koordinasi, fasilitas, mobilisasi masyarakat, serta dukungan terhadap keberlanjutan program di tingkat desa.

Melalui penerapan smart farming, program BEM Unikama tidak hanya memperkenalkan teknologi kepada masyarakat, tetapi juga mengintegrasikan aspek produksi, pengelolaan usaha, pengolahan hasil, hingga pemasaran digital.

Pendekatan tersebut diharapkan dapat memperkuat kemampuan masyarakat dalam mengelola potensi desa secara lebih produktif dan berkelanjutan.

Ke depan, pengembangan teknologi akan dilanjutkan melalui penyempurnaan alat pemberi pakan otomatis, kalibrasi sensor kualitas air, pengujian kestabilan alat di lapangan, serta pendampingan penggunaan teknologi kepada masyarakat.

Program ini menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi mahasiswa Unikama dalam menghubungkan pengetahuan dan teknologi dengan kebutuhan masyarakat. Melalui kolaborasi antara mahasiswa, dosen, kelompok masyarakat, dan pemerintah desa, penerapan smart farming diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi penguatan ketahanan pangan serta kemandirian ekonomi masyarakat Desa Talangagung.

You may also like