Haimalang – Pernahkah kamu melihat audio TikTok viral, tapi bingung bagian mana yang cocok buat video-mu? Atau terkadang audionya terlalu panjang dan justru punchline-nya malah ada di tengah video.
Jangan khawatir! Fenomena ini sering kali dihadapi oleh para kreator, bahkan yang sudah berpengalaman. Di TikTok, audio bukan lagi sekadar latar musik. Melainkan, audio adalah “hook” yang membuat penonton bertahan untuk menunggu momen tertentu dalam video.
Tidak jarang video terjadi karena kreatornya pintar memilih potongan audio yang pas. Entah itu chorus pada lagu yang lagi ‘booming’, dialog lucu dari potongan film, ataupun beat drop yang sinkron dengan transisi visual. Pemilihan audio ini lah yang menjadi pembeda antara video biasa dan video yang meledak di FYP.
Kenapa audio yang pas bisa meningkatkan engagement
Penonton di aplikasi TikTok hanya membutuhkan 3 detik untuk memutuskan apakah mereka akan menonton video sampai selesai atau langsung melewatinya. Dalam durasi singkat tersebut, audio menjadi kunci “viral-nya” sebuah video.
Potongan audio yang tepat bisa menciptakan rasa penasaran dan mendorong penonton untuk bertahan menunggu momen terbaik dalam video. Sebagai contoh, “build-up beat” yang memuncak akan membuat penonton penasaran hingga transisi visual muncul dalam video.
Audio yang tepat juga memiliki fungsi untuk membentuk suasana yang mendukung pesan video. Sementara lagu dengan tempo cepat memberi kesan energik dan seru, audio dengan tempo lambat memberi kesan dramatis atau emosional.
Dengan algoritma TikTok yang cenderung memprioritaskan video yang menggunakan “trending audio”, menggunakan bagian audio yang relevan membuat peluang video masuk FYP semakin besar.
Inspirasi kreatif menggunakan audio viral
Audio viral adalah lapangan kreativitas yang hampir tak terbatas. Satu potongan lagu atau dialog bisa diinterpretasikan dengan berbagai cara, tergantung kreativitas masing-masing kreator. Chorus lagu yang menarik dan sedang viral untuk digunakan sebagai TikTok dance, bisa kamu gunakan sebagai video komedi dengan belokan yang tak terduga.
Kunci utama dari membuat video dengan audio TikTok yang sedang viral adalah untuk memahami konteks dari audio tersebut. Sebagai contoh, merek makanan sering kali menggunakan audio slow-motion untuk menunjukkan detil dari kreasi makanan mereka. Ada pula kreator konten edukasi yang memanfaatkan audio yang sedang ‘booming’ untuk membahas topik serius agar terasa lebih ringan.
Dengan kreativitas yang tak kenal batas, satu audio viral bisa menghasilkan berbagai ide konten untuk video TikTok-mu. Hal ini tidak hanya membuat audiens terhibur, namun juga memperkuat ciri khas dan daya tarik akun yang kamu kelola.
Begitu banyaknya peluang dari satu audio viral, tantangan yang sering dihadapi adalah memilih dan memotong bagian yang paling “kena” untuk kontenmu. Di sinilah platform AI seperti Pippit bisa membantu. Tidak hanya menampilkan audio yang sedang tren di TikTok, Pippit juga menyediakan fitur pemotong audio yang memudahkan kamu mengambil bagian terbaiknya.
Cara menggunakan pemotong audio di Pippit
1. Unggah atau pilih audio
Mulailah dengan memilih audio yang ingin kamu gunakan. Pippit menyediakan dua opsi: mengunggah file audio milikmu atau memilih dari daftar audio yang sedang tren di TikTok. Jika kamu belum punya ide untuk audio apa yang cocok dengan video kamu, fitur tren membantu menemukan inspirasi dari audio yang sedang viral!
2. Tentukan titik awal dan akhir
Setelah audio siap, atur bagian mana yang ingin kamu gunakan dengan menentukan titik mulai dan titik akhir. Coba sesuaikan audio dengan momen visual yang ingin ditonjolkan, seperti pengunaan ‘beat drop’ untuk transisi atau dialog lucu untuk punchline.
3. Simpan dan langsung terapkan ke video
Jika potongan audionya sudah pas, simpan hasilnya dan terapkan langsung ke proyek video yang sedang kamu kerjakan di Pippit. Tidak perlu menggunakan platform lain atau mengunggah ulang, karena audio otomatis siap digunakan.
Tambahan: kombo tools untuk memaksimalkan konten
Nah, setelah kamu berhasil memotong audio dengan lagu TikTok yang lagi viral, kamu bisa menggunakan fitur Pippit lainnya untuk mempercantik konten. Pentingnya suatu konten juga didampingi oleh visual dan narasi yang memikat.
Pertama, fitur AI foto jadi video dapat membantu mengubah foto statis menjadi visual bergerak yang dinamis. Kamu bisa memanfaatkan foto produk, behind-the-scenes bisnis, atau bahkan ilustrasi merek untuk disulap menjadi video singkat yang penuh energi.
Kedua, saatnya kamu menambah elemen foto berbicara. Karena visual yang “eye-catching” saja tidak cukup untuk membuat penonton merasa terhubung dengan konten yang kamu unggah. Fitur ini bisa membantu kamu membuat sebuah karakter yang mewakili merek-mu tanpa kamu harus tampil di depan kamera!
Terakhir, pastikan konten yang sudah dibuat dapat dioptimalkan untuk berbagai platform. Format vertikal 9:16 akan lebih ideal untuk TikTok dan Instagram Reels, sedangkan rasio horizontal 16:9 lebih cocok untuk YouTube. Pippit memudahkan penyesuaian format ini tanpa perlu mengedit ulang dari awal, sehingga kamu bisa mempublikasikan konten yang sama secara efektif di banyak channel.
Pippit memudahkan penyesuaian format ini tanpa perlu mengedit ulang dari awal, sehingga kamu bisa mempublikasikan konten yang sama secara efektif di banyak channel. Dengan kombinasi tools seperti audio yang pas, visual yang hidup, dan narasi yang kreatif; konten TikTok-mu akan punya potensi lebih besar untuk menjadi viral.
Audio yang tepat, visual yang memikat, dan narasi yang kuat adalah tiga kunci utama untuk membuat konten TikTok berpeluang viral. Ketiganya bekerja bersama membentuk pengalaman menonton yang menarik, mulai dari detik pertama hingga akhir video.
Jangan biarkan audio TikTok yang lagi viral lewat begitu saja, manfaatkan sekarang untuk membuat konten kamu FYP!

