Home NewsBMKG Peringatkan Gelombang Tinggi di Pantai Selatan Jawa Timur hingga 13 April 2025, Wisatawan Diminta Waspada

BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi di Pantai Selatan Jawa Timur hingga 13 April 2025, Wisatawan Diminta Waspada

by Imam Abu
0 comments

HaiMalang.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Direktorat Meteorologi Maritim merilis informasi terbaru mengenai potensi gelombang tinggi di perairan Indonesia.

Peringatan ini berlaku selama empat hari, terhitung mulai Kamis, 10 April 2025 pukul 07.00 WIB hingga Minggu, 13 April 2025 pukul 07.00 WIB.

Dalam keterangan yang disampaikan melalui laman resminya, BMKG menjelaskan bahwa pola angin di wilayah utara Indonesia umumnya bertiup dari arah timur laut menuju tenggara dengan kecepatan berkisar antara 4 hingga 22 knot.

Gelombang Tinggi di Pantai Selatan Jawa Timur

Peta potensi gelombang tinggi di Pantai Selatan Jawa Timur hingga 13 April 2025 (Foto: Dok. BMKG)

Sementara itu, wilayah selatan Indonesia mengalami pola angin dari tenggara ke barat daya dengan kecepatan mencapai 25 knot.

Peringatan Gelombang Tinggi di Pantai Selatan Jawa Timur

Khusus untuk wilayah Jawa Timur, arah angin di perairan umumnya berasal dari timur hingga tenggara dengan kecepatan antara 2 hingga 15 knot.

BMKG juga memprediksi cuaca di beberapa wilayah Jawa Timur berpotensi mengalami hujan ringan hingga sedang selama periode tersebut.

Dalam rilis yang sama, BMKG mengklasifikasikan beberapa wilayah perairan di Jawa Timur ke dalam kategori gelombang sedang. Wilayah tersebut meliputi:

  • Perairan Pacitan
  • Perairan Trenggalek
  • Perairan Tulungagung
  • Perairan Blitar
  • Perairan Malang
  • Perairan Lumajang
  • Perairan Jember
  • Perairan Banyuwangi

Peringatan gelombang tinggi di pantai selatan Jawa Timur patut menjadi perhatian, terutama bagi para wisatawan dan nelayan yang beraktivitas di sekitar perairan.

Terlebih, insiden tragis baru saja terjadi pada Rabu siang, 9 April 2025, di Pantai Balekambang, Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang.

Lima santri dari Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Mojokerto, terseret ombak saat berlibur di pantai Balekambang.

Dari lima korban, dua santri berhasil diselamatkan. Mereka adalah Andi Khoirul Raffi (16) dan Kavy Yugo (15), keduanya berasal dari Sidoarjo. Keduanya ditolong oleh petugas pantai dengan bantuan wisatawan asal Jerman, Helena Lindner, dan seorang pemandu wisata lokal. Sementara tiga lainnya masih dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan.

BMKG mengimbau masyarakat agar terus memantau perkembangan informasi cuaca maritim dan menghindari aktivitas di laut yang berisiko selama masa peringatan berlaku.

Writer: Imam Abu Hanifah

You may also like