Home NewsRektor Unikama: Stand Up Comedy Bukan Sekadar Hiburan, Tapi Cermin Kecerdasan

Rektor Unikama: Stand Up Comedy Bukan Sekadar Hiburan, Tapi Cermin Kecerdasan

by Redaksi Hai Malang
0 comments

Haimalang -Rektor Unikama Dr. Sudi Dul Aji, M.Si., menyebut tawa sebagai hasil dari proses berpikir yang cerdas saat membuka babak semifinal Stand Up Comedy STMJ di Auditorium Multikultural Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama), Sabtu malam (24/1/2026). Pernyataan tersebut disampaikan di hadapan ratusan penonton yang memadati auditorium dengan antusias.

Gelaran semifinal Stand Up Comedy STMJ ini menghadirkan suasana meriah sekaligus kompetitif. Sebanyak 15 komika muda terpilih tampil membawakan materi terbaik mereka di hadapan dewan juri dan penonton, menampilkan beragam sudut pandang kritis yang dikemas dalam balutan komedi segar dan reflektif.

Dalam sambutannya, Rektor Unikama menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan kreatif di lingkungan kampus. Menurutnya, perguruan tinggi tidak hanya berfungsi sebagai ruang pengembangan akademik, tetapi juga sebagai wadah pembentukan karakter, kreativitas, dan keterampilan komunikasi generasi muda.

rektor unikama

Suasana di Auditorium Multikultural Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama), Sabtu malam (24/1/2026) saat kegiatan berlangsung. Humas Unikama for Haimalang

Rektor Unikama menilai stand up comedy sebagai medium yang efektif untuk melatih public speaking, meningkatkan kepekaan sosial, serta membangun keberanian menyampaikan gagasan di ruang publik secara cerdas dan bertanggung jawab.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa komedi tidak dapat dipandang semata sebagai hiburan. Di balik tawa yang tercipta, terdapat proses berpikir kritis, pengamatan terhadap realitas sosial, serta kemampuan mengolah pesan agar dapat diterima dengan baik oleh audiens.

“Membuat orang tertawa bukan hal yang mudah. Dibutuhkan kecerdasan untuk membaca realitas sosial, mengolahnya secara logis, lalu menyampaikannya dengan teknik komunikasi yang tepat. Karena itu, Unikama sangat mendukung kegiatan seperti ini yang mampu mengasah daya kritis sekaligus menghibur,” ujar Rektor Unikama.

Babak semifinal berlangsung sengit dengan penilaian ketat dari dewan juri. Para peserta dinilai berdasarkan kualitas materi, penguasaan panggung, serta orisinalitas ide yang disampaikan. Penampilan para komika menunjukkan bahwa komedi dapat menjadi sarana refleksi sosial yang komunikatif dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan yang diselenggarakan oleh Tugu Media Group ini, Rektor Unikama kembali menegaskan komitmen Universitas PGRI Kanjuruhan Malang dalam membuka ruang kolaborasi dan ekspresi kreatif di lingkungan kampus. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus digelar sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem pendidikan yang inklusif, kreatif, dan responsif terhadap perkembangan zaman.

Malam itu, Auditorium Multikultural Unikama tidak hanya menjadi arena kompetisi komedi, tetapi juga ruang pembelajaran alternatif yang mempertemukan dunia akademik dengan kreativitas anak muda secara harmonis.

You may also like