HaiMalang.com – Masyarakat dunia saat ini sudah tidak asing lagi dengan istilah Water Festival Thailand. Dalam bahasa Thailand, festival ini disebut dengan Festival Songkran.
Perayaan Songkran berasal dari budaya India kuno yang dipengaruhi oleh agama Hindu-Brahmana. Kata ‘Songkran’ berasal dari bahasa Sanskerta ‘Sankranti’ yang berarti ‘perpindahan’ atau transisi matahari ke zodiak Aries.
Di masa lalu, Songkran dianggap sebagai awal tahun baru di Thailand. Dalam kepercayaan tradisional, terdapat legenda Tujuh Dewi Songkran yang berasal dari kisah Thammabal Kumar, seorang anak laki-laki yang sangat cerdas, yang dipercaya sebagai reinkarnasi Buddha dan paling dihormati dalam kepercayaan Buddha Theravada di Thailand.
Diceritakan Thammabal Kumar berhasil menjawab teka-teki dari Dewa Kabillaphrom, sehingga dewa tersebut harus memenggal kepalanya. Selanjutnya tujuh Dewi Songkran secara bergantian membawa kepala dewa tersebut mengelilingi dunia setiap tahun, yang kemudian menjadi simbol Songkran setiap tahunnya.
Festival Hari Songkran atau tradisi merayakan tahun baru di Thailand ini diadakan setahun sekali, setiap tanggal 13 sampai 15 April.
Dalam perayaan ini ada banyak kegiatan yang bisa dilakukan seperti umat Buddha pergi ke vihara untuk memberikan makanan kepada para biksu, menyiramkan air ke patung Buddha, dan berdoa kepada Tuhan.
Setelah melaksanakan ritual di vihara pada pagi hari tersebut, masyarakat Thailand pulang ke rumah untuk membuat sebuah harapan untuk orang tua dan berkumpul untuk makan bersama keluarga.

Perayaan Songkran di Thailand (Foto: blog.bangkokair.com)
Festival Hari Songkran memiliki sesuatu yang khas yaitu saling menyiramkan air dan siapa pun yang ikut dalam festival ini harus siap disirami air untuk bersenang-senang selama 3 hari. Setiap provinsi di Thailand merayakan Festival Songkran ini tetapi setiap tempat memiliki rangkaian acara yang berbeda.
Festival Hari Songkran ini sebagaian besar populer di tempat wisata yang banyak dikunjungi wisatawan asing seperti Bangkok, Phuket, Pattaya, dan Pulau Samui di Suratthani. Di tempat tersebut biasanya ada acara festival dan ada konser musik yang besar seperti yang diselenggarakan di Mall Siam Square di Bangkok.
Konser musik yang diselenggarakan untuk festival ini dimeriahkan penyanyi terpopuler Thailand. Selain itu juga ada aktivitas seperti pesta busa dan parade mobil yang menembakkan air di jalan-jalan di Thailand.
Festival Hari Songkran di Thailand ini merupakan salah satu festival yang menarik wisatawan asing untuk berkunjung ke Thailand karena dalam festival ini ada banyak aktivitas yang seru yang tidak dijumpai di negara lain.
Perkembangan Perayaan Songkran di Thailand
Songkran bukanlah tradisi yang baru–baru ini dirayakan oleh masyarakat Thailand, namun Songkran merupakan tradisi warisan yang dilestarikan dari generasi ke generasi sejak Kerajaan Thailand berdiri.
Pada era Sukhothai (1238 Masehi – 1438 Masehi), Songkran merupakan ritual keagamaan dengan kegiatan seperti memberi sedekah dan memandikan patung Buddha.
Selanjutnya, pada era Ayutthaya (1350 Masehi – 1767 Masehi), Songkran menjadi festival besar yang dirayakan oleh istana kerajaan dan masyarakat umum, termasuk permainan air tradisional.
Sementara itu, pada era Rattanakosin atau Thailand modern, pemerintah Thailand menetapkan tanggal 13-15 April sebagai hari resmi Songkran, dengan berbagai kegiatan budaya dan tradisional.
Saat ini, Songkran dikenal sebagai ‘Festival Air Terbesar di Dunia’ atau Water Festival. Perayaan ini menarik wisatawan dari seluruh dunia, terutama di Bangkok (Khaosan Road), Chiang Mai, dan Pattaya. Meskipun cara perayaannya telah berkembang, Songkran tetap menjadi festival yang mencerminkan rasa hormat kepada orang tua, kebersamaan, dan budaya Thailand yang indah.
Penulis adalah Nattharika Onwan, [email protected], mahasiswa Walailak University Thailand, sedang belajar bahasa Indonesia di UPT PSBBI (BIPA) Universitas Negeri Malang (UM).
