HaiMalang.com — Menjelang perayaan ulang tahun ke-18 Tribun Pekanbaru, suasana kantor media yang terletak di Jalan H Imam Munandar No. 383, Bukit Raya, terasa berbeda.
Pada Jumat sore (7/3/2025), sekitar pukul 15.30 WIB, puluhan karyawan dari berbagai divisi berkumpul mengikuti sesi Sharing Komunikasi dan Motivasi bersama Dr Aqua Dwipayana, pakar komunikasi sekaligus motivator nasional yang dikenal dengan pendekatan komunikatif dan inspiratif.
Dalam kesempatan ini, Dr Aqua menekankan pentingnya komunikasi efektif jadi kunci hadapi era media digital. Menurutnya, kemampuan berkomunikasi yang baik tidak hanya relevan, tetapi menjadi kebutuhan mutlak untuk memenangkan persaingan.
“Setiap orang dapat mendalami komunikasi secara otodidak. Kuncinya agar membiasakan diri berkomunikasi dengan hati dan hati-hati. Lakukan secara terus-menerus sehingga menjadi kebiasaan sehari-hari yang merupakan kekuatan,” ujar Dr Aqua.

Dr Aqua Dwipayana saat beri sharing di Tribun Pekanbaru (Foto: Dok.)
Kegiatan ini juga menjadi bentuk penghargaan bagi Starief Dayan, mantan Pemimpin Redaksi Tribun Pekanbaru yang kini menjabat sebagai editor senior. Hadir pula Pemimpin Redaksi baru Erwin Ardian, Pemimpin Perusahaan Purnomo, serta jajaran manajer, editor, dan reporter — total sebanyak 75 karyawan dari divisi redaksi dan bisnis.
Sebelum menyapa rekan-rekan di Pekanbaru, Dr Aqua telah lebih dulu menyambangi Tribun Medan dan memberikan sesi motivasi kepada puluhan karyawan di sana. Dari Kota Medan, ia melanjutkan perjalanan ke Pekanbaru, kota yang dijuluki “Madani”, untuk melanjutkan misi silaturahmi dan berbagi ilmu komunikasi kepada berbagai kalangan.
Ada alasan pribadi di balik prioritas kunjungannya ke Pekanbaru. Dr Aqua secara khusus ingin memberikan dukungan langsung kepada sahabat dekatnya, Erwin Ardian, yang kini memimpin Tribun Pekanbaru setelah sebelumnya memegang posisi serupa di Tribun Jateng.
Suasana kekeluargaan begitu terasa dalam pertemuan itu. Para peserta duduk bersila di lantai, menyimak setiap kalimat motivasi yang disampaikan Dr Aqua dengan penuh perhatian. Momen ini pun sekaligus dimanfaatkan sebagai ajang buka puasa bersama, memperkuat semangat kolektif tim redaksi untuk terus berinovasi dan memberikan yang terbaik bagi pembaca.
Dr Aqua juga berbagi pesan penting mengenai bagaimana membangun komunikasi yang berdampak. Ia menyarankan agar setiap individu melibatkan hati dalam proses komunikasi.
“Berkomunikasilah dengan hati dan secara hati-hati, agar lawan bicara merasa nyaman dan terhubung secara emosional,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kemampuan komunikasi harus menjadi bagian dari keseharian para insan media, terutama di tengah arus perubahan digital yang cepat.
“Seluruh karyawan agar secara serius dan sungguh-sungguh mendalami komunikasi. Kemudian konsisten mempraktikkannya dalam aktivitas sehari-hari,” pesannya tegas.
Sebagai mantan wartawan harian Jawa Pos, Dr Aqua memahami betul bahwa jurnalisme modern tidak hanya soal menyampaikan informasi, tetapi juga bagaimana menjalin hubungan erat dengan masyarakat dan mitra strategis. Keterampilan komunikasi menjadi jembatan penting untuk memperkuat kepercayaan publik terhadap media.
Meningkatkan Kapasitas dan Menyesuaikan Diri dengan Perubahan
Dr Aqua Dwipayana mendorong seluruh jajaran karyawan Tribun Pekanbaru untuk terus mengembangkan kemampuan diri serta sigap menghadapi dinamika zaman. Ia juga menekankan pentingnya tetap menjaga dan menerapkan nilai-nilai utama perusahaan yang terangkum dalam konsep 5C: Caring, Credible, Competent, Competitive, dan Customer Delight.
“Keunggulan Tribun Pekanbaru selama 18 tahun ini adalah bukti bahwa tim ini solid dan selalu siap menghadapi tantangan. Semangat baru harus menjadi landasan untuk terus berkembang dan memberikan informasi yang berkualitas kepada masyarakat,” tutur pria yang pernah berkiprah di sejumlah media besar tanah air.
Sebagai media berbasis multi platform dan multi channel terbesar di Provinsi Riau, Tribun Pekanbaru telah menunjukkan peran signifikan dalam dunia jurnalistik. Dengan dukungan SDM yang berkualitas, media ini mampu mempertahankan posisi puncaknya di pasar lokal dan terus mengoleksi berbagai penghargaan, baik di tingkat regional maupun nasional.

Para pegawai dan staf Tribun Pekanbaru antusias ikuti sesi sharing pakar komunikasi Dr. Aqua Dwipayana (Foto: Dok.)
Lebih lanjut, Dr Aqua menyoroti pentingnya komunikasi eksternal yang baik, terutama dari para karyawan yang berada di lini terdepan. Menurut pakar komunikasi yang telah berkecimpung selama puluhan tahun di bidang ini, terdapat tiga titik lemah utama yang harus segera dibenahi.
Pertama, lanjut Dr Aqua yang telah memotivasi lebih dari dua juta orang di berbagai penjuru dunia, adalah minimnya pemahaman karyawan tentang perusahaan tempat mereka bekerja. Masih banyak staf yang belum mengenal seluk-beluk perusahaan secara menyeluruh.
“Saya pernah punya pengalaman di salah satu perusahaan besar di Indonesia. Ketika saya tanya kepada seorang karyawannya tentang nama pegawai di perusahaan itu, dia mengatakan tidak tahu. Bahkan dengan yakinnya menegaskan kepada saya bahwa nama tersebut tidak ada di perusahaan tempatnya bekerja. Padahal nama yang saya sebutkan adalah orang pertama yang menjabat direktur utama di korporasi itu,” kisah Dr Aqua.
Ia menilai situasi tersebut sebagai sesuatu yang mengkhawatirkan. Ketika karyawan sendiri tidak memiliki kepedulian terhadap institusi tempat mereka bekerja, maka sulit bagi mereka untuk mengajak orang lain mempercayai dan menggunakan layanan perusahaan.
Dr Aqua juga menegaskan bahwa “hal itu bisa membuat calon konsumen menjadi tidak percaya. Padahal di bisnis apapun paling utama adalah kepercayaan.”
Kelemahan kedua yang diungkapkan adalah kurangnya penguasaan terhadap produk-produk yang dimiliki perusahaan. Banyaknya produk yang tersedia membuat sebagian pegawai di garda depan kerap tidak mengetahui secara pasti apa saja yang ditawarkan.
Situasi ini, tambah Dr Aqua, diperburuk oleh buruknya alur komunikasi internal. Para atasan tidak secara aktif menyampaikan atau menjelaskan informasi produk kepada staf yang berada di garda terdepan.
“Tentang ini saya pernah punya pengalaman menarik di salah satu bank milik pemerintah. Saya tahu dari berita ada produk yang baru diluncurkan direktur utama bank tersebut. Saat saya tanyakan kepada salah seorang karyawati yang bertugas di garda depan perusahaan itu, dia dengan yakin dan tegas mengatakan produk yang saya maksud tidak ada. Malah saya dianggap mengarang dan informasinya hoaks,” ungkapnya.
Masalah ketiga, lanjut Dr Aqua, adalah lemahnya pemahaman terhadap produk kompetitor, baik dari sisi keunggulan maupun kelemahannya. Kekurangan ini tidak hanya terjadi di satu atau dua perusahaan saja, tetapi cukup umum ditemukan.
Ia menyarankan agar perusahaan menugaskan orang khusus untuk mengumpulkan informasi tentang pesaing sebanyak mungkin. “Semakin lengkap informasi yang diperoleh makin baik,” katanya.
Untuk mengatasi berbagai kelemahan tersebut, Dr Aqua menekankan perlunya pemahaman terhadap analisis strategi menggunakan pendekatan SWOT, yakni Strengths (kekuatan), Weaknesses (kelemahan), Opportunities (peluang), dan Threats (ancaman).
Panduan Berkomunikasi Secara Efektif di Era Digital
Menurut Dr Aqua Dwipayana, kemampuan berkomunikasi kini semakin vital, terutama di era digital yang penuh dinamika. Dengan latar belakang mendalam di bidang Komunikasi, ia mengenalkan konsep REACH + AC sebagai acuan untuk menjalankan komunikasi yang efektif.
Konsep ini bersifat universal dan bisa diterapkan dalam konteks apa pun, baik dalam lingkungan internal perusahaan maupun saat berinteraksi secara eksternal, seperti di lingkungan kerja Tribun Pekanbaru.
Elemen pertama dari REACH adalah Respect, yaitu sikap menghormati sesama tanpa memandang latar belakang. Dr Aqua menekankan bahwa tidak seharusnya kita meremehkan siapa pun. Setiap orang layak dihargai.
“Salah satu contohnya saya paling respek sama sopir yang mengemudikan mobil saya selama di Pekanbaru. Namanya Donny Haris. Kenapa, karena ketika saya di mobil, ‘nyawa’ saya selama dalam perjalanan ada di ‘tangan’ sopir,” ujar Dr Aqua, yang dikenal memiliki relasi luas dengan berbagai kalangan.
Aspek kedua adalah Empathy, yaitu kemampuan untuk merasakan dan memahami perasaan orang lain. Dr Aqua menekankan pentingnya pemimpin untuk memperhatikan kondisi bawahannya, terutama setelah menjalankan tugas di lapangan.
“Beri kesempatan mereka istirahat. Dipersilakan untuk minum dalam suasana rileks. Ajak ngobrol santai dengan topik yang ringan-ringan. Setelah suasananya nyaman baru membicarakan hal-hal serius terkait pekerjaan,” jelas Staf Ahli Ketua Umum KONI Pusat tersebut.
Komponen ketiga adalah Audible, artinya pesan yang disampaikan harus bisa ditangkap dan dimengerti oleh penerimanya. Ini penting, misalnya dalam instruksi dari atasan ke staf di bawahnya.
“Pesan yang kita sampaikan diupayakan secara maksimal dapat dipahami oleh penerima pesan. Ini sangat penting agar mereka tidak salah memahaminya sehingga umpan baliknya sesuai dengan yang diharapkan,” tutur penulis Trilogi The Power of Silaturahim, buku yang masuk kategori super best seller.
Selanjutnya, ada unsur Clarity yang menekankan kejelasan pesan. Dr Aqua menyarankan agar setiap komunikasi dilakukan secara terbuka, jujur, dan sederhana, untuk mencegah terjadinya salah tafsir.
“Semua pesan yang disampaikan harus jelas agar tidak terjadi multi interpretasi atau penafsiran yang berbeda dari penerima pesan. Jika itu terjadi dampaknya bisa fatal,” ungkapnya.
Aspek terakhir dalam REACH adalah Humble. Ia mengingatkan pentingnya menjaga sikap rendah hati, karena kesombongan hanya akan menjatuhkan seseorang.
“Contohnya adalah jabatan seseorang. Itu ibarat kapas di ujung telunjuk. Begitu ditiup bisa langsung hilang. Sebagai manusia tidak ada yang perlu kita sombongkan. Semuanya milik Tuhan. Kita hanya dititipkan saja. Setiap saat yang kita miliki bisa diambil pemiliknya dan kita diminta pertanggungjawabannya,” tegas Dr Aqua Dwipayana.
Ia juga menyoroti bahwa meskipun Tribun Pekanbaru merupakan media papan atas di Riau, seluruh stafnya tetap diimbau untuk menjaga sikap rendah hati. Hal itu penting untuk tetap membumi dalam melayani masyarakat.
Lebih lanjut, Dr Aqua menjelaskan bahwa konsep REACH tidak akan bermakna tanpa tambahan dua elemen pelengkap: Action dan Consistency.
“REACH” menurut laki-laki yang hobi membaca dan menolong banyak orang itu tidak ada artinya jika tidak dilengkapi dengan huruf ‘A’ dan ‘C’ yakni Action dan Consistency atau Tindakan nyata dan cepat serta Konsistensi dalam pelaksanaannya. Jadi yang paling penting adalah implementasinya secara terus-menerus.”
Makna Syukur dalam Kehidupan dan Dunia Kerja
Dr Aqua Dwipayana membuka materinya dengan mengingatkan audiens agar senantiasa mengedepankan tiga hal penting dalam menjalani hidup: berdoa kepada Tuhan, bekerja dengan sungguh-sungguh, dan selalu bersyukur atas apa yang dimiliki.
“Semuanya karena Tuhan, karena Allah,” tegasnya. “Bahkan daun yang lepas dari rantingnya dan jatuh ke bumi terjadi atas kehendak-Nya,” tambah Dr Aqua Dwipayana.
Sebagai seorang ayah dari dua anak, ia menekankan pentingnya kesungguhan dalam bekerja. Setiap hal yang kita kerjakan hari ini akan berdampak pada hari esok—tak ada usaha yang sia-sia jika dilakukan dengan niat baik.
Menurutnya, rasa syukur sangatlah penting, namun harus dibarengi dengan kesadaran untuk tidak terlena dalam kenyamanan. Pria yang gemar menjalin silaturahmi ini menyampaikan bahwa zona nyaman bisa menjadi hambatan bagi pertumbuhan pribadi.
“Jangan karena hidup sudah terasa enak, kita malah jadi nyaman dan enggan bergerak maju,” ucap Dr Aqua, ayah dari Alira Vania Purri Dwipayana dan Savero Karamiveta Dwipayana.
Ia juga menyoroti bahwa setiap orang dilahirkan dengan potensi yang unik. Tanah Riau, menurutnya, menyimpan sumber daya luar biasa, dan masyarakatnya memiliki keunggulan masing-masing. Dr Aqua memotivasi para karyawan dengan menegaskan bahwa mereka telah menjadi pemenang sejak awal kehidupan.
“Sejak di kandungan orang tua, kita semua adalah pemenang, bukan pecundang,” ucapnya penuh semangat. “Kalau sudah menjadi pemenang, pertahankan. Tapi kalau belum, masih ada waktu untuk berusaha menjadi pemenang. Wujudkan dengan penuh semangat;” tegas Dewan Pakar Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Pusat tersebut.
Untuk bisa terus melangkah maju dan bertahan di tengah persaingan, Dr Aqua berbagi prinsip keberhasilan yang ia pegang, yaitu 3K: Kredibilitas, Komitmen, dan Konsistensi.
“Ketika kita yakin pada kebenaran yang kita pegang, maka harus dipertahankan, kita akan dihargai bukan karena jabatan, wajah, atau penampilan, tetapi karena profesionalitas dan integritas kita,” jelasnya.
Ia mendorong seluruh peserta yang hadir untuk tidak setengah-setengah dalam bekerja. Semua yang dilakukan dengan sepenuh hati akan menjadi aset berharga untuk masa depan, bukan sekadar memenuhi tugas kepada institusi.
Dr Aqua yang dikenal bersahabat juga menyampaikan bahwa pendorong terbesar dalam hidup seharusnya datang dari diri sendiri. Selain itu, orang-orang sukses yang telah membuktikan perjuangan mereka juga bisa menjadi sumber inspirasi.
“Saat kita bekerja di sebuah institusi, berpikirlah untuk kemajuan bersama, bukan hanya keuntungan pribadi,” pesan pria yang telah berkeliling ke berbagai pelosok Indonesia.
Terakhir, ia menekankan pentingnya peran setiap individu sebagai representasi dari perusahaannya. Tidak peduli jabatan apa yang diemban, semua karyawan Tribun Pekanbaru memiliki tanggung jawab sebagai duta merek dan wajah dari medianya.
Santuni Anak Yatim
Saat sedang asyik memaparkan materinya, datang puluhan anak yatim yang merupakan tamu istimewa di acara itu. Mereka bersama para pengasuhnya langsung bergabung dengan seluruh peserta.
Dr Aqua Dwipayana yang selama ini sangat peduli kepada mereka yang secara kehidupan kurang beruntung, spontan mengeluarkan sejumlah “uang merah” dari dompetnya. Sebelumnya telah menghitung jumlah anak yatim yang hadir.
Kemudian pria yang telah mengumrohkan ratusan orang tersebut menyerahkan uang itu kepada Erwin sambil berucap, “Tolong Mas Erwin bagikan uang ini kepada para anak yatim tersebut. Kalau kurang mohon info ke saya.”
Erwin yang dimaksud adalah Pemimpin Redaksi harian Tribun Pekanbaru. Ia tahu persis kebiasaan Dr Aqua tersebut. Sehingga tidak kaget saat menerima sejumlah uang itu.

Foto bersama Dr Aqua Dwipayana, seluruh karyawan Tribun Pekanbaru dan anak yatim (Foto: Dok.)
Saat Erwin membagikan uangnya ke masing-masing anak, Dr Aqua Dwipayana melanjutkan sharingnya. Sambil menyemangati mereka agar rajin belajar untuk mewujudkan cita-citanya.
Di akhir sesi, Dr Aqua Dwipayana memberikan motivasi bahwa usia 18 tahun adalah momentum yang tepat untuk semakin memperkokoh komitmen dalam menyajikan berita yang terpercaya, membangun komunitas yang harmonis, serta menjadi agen perubahan dalam masyarakat.
“Mari kita bersama-sama melangkah ke depan dengan semangat baru, menjadikan Tribun Pekanbaru sebagai pilar informasi yang terus dipercaya oleh publik,” ujar pria yang hobi silaturahim itu.
Menutup sesi motivasinya, Dr Aqua Dwipayana memberi pesan mendalam untuk menyambut usia ke-18 Tribun Pekanbaru.
“Menuju 18 tahun Tribun Pekanbaru adalah bukti dedikasi dan semangat tanpa henti. Teruslah berinovasi, menginspirasi, dan menjadi suara kebenaran,” ucapnya penuh optimisme.
Ia mengingatkan, dalam setiap langkah, kita hanyalah petugas Allah Swt, bukan petugas partai atau kelompok tertentu.
Semangat dan motivasi yang ditanamkan Dr Aqua Dwipayana hari itu sangat membekas di hati seluruh karyawan. Mereka bersemangat untuk mengoptimalkan kinerjanya.
Tentang Tribun Pekanbaru
Tribun Pekanbaru saat ini menjadi Perusahaan Media dengan multi platform dan multichannel terbesar di Provinsi Riau.
Didukung dengan sumber daya manusia yang mumpuni, Tribun Pekanbaru menjadi kekuatan yang cukup berpengaruh di kalangan swasta maupun pemerintahan di Riau. Tribun Pekanbaru sudah banyak meraih penghargaan baik regional maupun nasional.
Visi dan Misi
Visi dan misi Tribun Pekanbaru menjadi agen perubahan dalam membangun komunitas yang lebih harmonis, toleran, aman, dan sejahtera mempertahankan Tribun sebagai market leader di kawasan Riau melalui sumber daya manusia unggul dan sinergi bersama mitra strategis.
Pimpinan Tribun Pekanbaru dan Nilai yang Ditekankan
Pemimpin Perusahaan: Purnomo.
Pemimpin Redaksi: Erwin Ardian.
Nilai-Nilai yang selalu ditekankan Pemimpin Perusahaan dan Pemimpin Redaksi kepada semua jajaran:
Nilai-nilai Tribun Pekanbaru sejalan dengan nilai yang ditanamkan Kompas Gramedia Group yakni 5C, yaitu Caring, Credible, Competent, Competitive, dan Customer Delight. Nilai-nilai ini menjadi pedoman perilaku karyawan dalam berpikir, bersikap, dan bertindak.
Sejarah Tribun Pekanbaru
Tribun Pekanbaru terbit pertama kali pada 18 April 2007. Sebagai bagian dari grup media besar Tribunnews network di bawah Kompas Gramedia Group, Koran Tribun Pekanbaru mempunyai wilayah edar di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Riau.
Hingga 2025, Tribun Pekanbaru menjadi media terkemuka di Riau dengan mempertahankan platform print dan digital.