Home Serba SerbiKisah Nyata Perjuangan Melawan Kanker Ovarium Diangkat ke Layar Lebar

Kisah Nyata Perjuangan Melawan Kanker Ovarium Diangkat ke Layar Lebar

by Redaksi Hai Malang
0 comments

Haimalang – Para pemeran film Sampai Titik Terakhirmu bertemu langsung dengan penonton dalam acara pemutaran di CGV Malang City Point, Rabu (20/11). Hadir dalam kesempatan itu Unique Priscilla yang memerankan Ibu Shella, serta Siti Fauziah dan TJ Ruth yang berperan sebagai para tetangga. Sosok yang menjadi sumber kisah nyata film tersebut, Albi Dwizky, juga turut hadir. Usai penayangan, seluruh penonton di studio bersama-sama membacakan doa untuk mendiang Shella Selpi Lizah, tokoh sentral dalam cerita film ini.

Shella divonis menderita kanker ovarium pada 2021. Dalam proses pengobatan, ia mendapat dukungan penuh dari keluarga besar dan sang kekasih, Albi. Perjalanan Shella melawan penyakit tersebut kerap mereka bagikan melalui akun TikTok.

Tiga tahun kemudian, Shella dan Albi memutuskan untuk menikah. Di tengah perjuangan Shella menjalani kemoterapi dan bolak-balik ke rumah sakit, keduanya tetap melangkah bersama. Namun, hanya 14 hari setelah Albi mengucap ijab kabul, Shella mengembuskan napas terakhirnya.

Albi ikut terlibat dalam sekitar 70 persen penyusunan naskah film. Ia memilih sendiri kenangan-kenangan bersama Shella yang ingin ia abadikan. “Saat pertama menonton filmnya, aku merasa sangat terwakili. Bahkan tadi aku masih menangis teringat almarhumah,” ujar Albi kepada media.

Motivasi terbesar Albi mengangkat kisah ini menjadi film adalah keinginannya memberi inspirasi bagi para pejuang kanker lainnya. Menurutnya, proses pengobatan memang berat, tetapi mereka tidak berjuang sendirian. Banyak orang di luar sana yang mengalami kondisi serupa dan tetap berusaha bertahan.

Chemistry antarpemain juga terbentuk dengan cepat. Setelah membaca skenario dan mengikuti sesi reading, para pemeran langsung berada dalam frekuensi emosi yang sama. Hal itu disampaikan oleh Unique Priscilla kepada para penonton.

“Bagian tersulit sepanjang film adalah saat aku harus terlihat kuat di depan Shella,” ujar Cilla. Sebagai ibu dalam cerita, ia merasa tak boleh memperlihatkan kesedihan. Menurutnya, orang tua harus tetap tampak tegar dan bersemangat di hadapan anak yang sedang berjuang melawan kanker. Karena itu, meskipun banyak adegan yang emosional, Cilla harus menahan air mata dan tetap menunjukkan kekuatan.

You may also like