Haimalang – Harapan baru hadir bagi para peternak kambing di Desa Bangelan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang. Jika dulu musim kemarau selalu menjadi momok karena sulitnya ketersediaan pakan dan limbah ternak yang menumpuk tanpa manfaat, kini situasinya mulai berubah. Berkat sentuhan teknologi dari tim dosen Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama), tantangan tersebut disulap menjadi peluang ekonomi yang menjanjikan.
Dipimpin oleh Ari Brihandhono, S.Pt., M.Pd., bersama anggota tim Fahmi Arif Zakaria, S.H., M.Hum. dan Farida Kusuma Astuti, S.Pt., M.P., program pengabdian ini menyasar kelompok ternak “Karya Maju Tanaka” melalui pendekatan berbasis teknologi tepat guna. Mengusung tema “Pemberdayaan Masyarakat Desa Bangelan dalam Mewujudkan Kemandirian Pangan Berbasis Potensi Lokal”, program ini menjadi bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas.
“Persoalan utama yang dihadapi peternak mitra kami adalah kesulitan pakan saat musim kemarau, pola pemeliharaan yang masih konvensional, serta keterbatasan akses pemasaran,” ungkap Ari Brihandhono.
Tim ini juga mengegaskan, hadir di masyarakat tidak hanya untuk memberikan solusi jangka pendek, tetapi membangun sistem yang berkelanjutan agar peternak benar-benar mandiri.
Baca juga Coban Sewu, Wisata Jujukan Wisatawan Mancanegara
Dari Limbah Jadi Berkah, Inovasi Silase dan Pupuk Organik
Melalui pendanaan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, program ini memperkenalkan sejumlah inovasi praktis. Salah satu yang paling berdampak adalah teknologi pengolahan silase, pakan fermentasi dari hijauan yang biasa melimpah saat musim hujan. Dengan dukungan mesin chopper, peternak kini dapat mengawetkan pakan dan menggunakannya saat musim kemarau tiba.

Tim pengabdian saat bersama peternak kambing di Desa Bangelan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang.
Tak hanya fokus pada pakan, limbah kotoran kambing yang sebelumnya mencemari lingkungan kini menjadi pupuk organik bernilai jual. Melalui pelatihan dan bantuan mesin disk mill untuk proses penghalusan serta alat sealer untuk pengemasan, pupuk tersebut kini siap dipasarkan.
“Kalau dulu kotoran cuma dibuang, sekarang kami diajari cara mengolahnya. Lumayan, bisa dipakai untuk tanaman sendiri atau dijual,” ujar Samidi, Ketua Kelompok Ternak Karya Maju Tanaka.
Meningkatkan Pendapatan dan Merambah Pasar Digital
Dampak nyata dari program ini mulai terasa. Peningkatan kualitas pakan dan tambahan Urea Molasses Block (UMB) ditargetkan mampu menambah bobot kambing hingga 10%, yang otomatis meningkatkan potensi pendapatan peternak sebesar 15%. Selain itu, tim pengabdian juga membantu para peternak menembus pasar digital melalui pelatihan pembuatan toko online, pengelolaan media sosial, hingga pengurusan legalitas usaha.
Langkah ini diharapkan dapat memutus ketergantungan peternak pada pengepul dan membuka akses ke pasar yang lebih luas dengan harga yang lebih kompetitif.
Kolaborasi Lintas Disiplin untuk Kesejahteraan Masyarakat
Program ini sekaligus menjadi implementasi nyata dari Tridharma Perguruan Tinggi, di mana Unikama mengintegrasikan pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat secara konkret dengan melibatkan dosen dari lintas keilmuan.
Yakni, Ilmu Peternakan, Ilmu Hukum, dan Pendidikan IPS, serta partisipasi aktif mahasiswa, Unikama membuktikan perannya sebagai perguruan tinggi yang peduli dan berkontribusi langsung terhadap pemberdayaan desa.
Program ini juga sejalan dengan agenda pembangunan nasional menuju swasembada pangan, serta menunjukkan bagaimana teknologi sederhana yang tepat guna dapat mengangkat potensi lokal menjadi kekuatan ekonomi desa.