Haimalang – Dalam rangka memeriahkan HUT RI ke-80, Pemerintah Desa Tunjungtirto bekerja sama dengan Mercy Corps Indonesia dan mahasiswa KKN Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (UNIKAMA) menggelar Pelatihan STRIVE bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) lokal.
Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (8/8/2025) di Kantor Desa Tunjungtirto ini dimulai pukul 13.00 WIB hingga sore hari. Peserta berasal dari berbagai pelaku usaha, mulai dari usaha makanan dan minuman, fashion (penjahit, bordir, desain baju, craft), hingga kriya (kerajinan tangan).
Pelatihan ini tidak hanya memberikan wawasan, tetapi juga praktek langsung dengan pembicara yang profesional, seperti pengambilan foto produk dengan studio mini untuk mempercantik katalog jualan, penyusunan copywriting menarik untuk promosi online, hingga perhitungan HPP (Harga Pokok Produksi) agar usaha lebih terstruktur.
Peserta juga mendapatkan materi pendampingan legalitas usaha gratis, termasuk pembuatan NIB, sertifikat Halal, dan PIRT. Selain itu juga pembuatan rekening dan ATM gratis tanpa saldo awal.
Nantinya, 15 UMKM terpilih berhak mendapatkan hadiah spesial berupa stand booth untuk memasarkan produk mereka secara langsung.
“Saya sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini, karena bisa mendaftarkan sertifikat legalitas usaha, khususnya juga sertifikat halal, apalagi usaha saya masih baru” ujar salah satu peserta dengan penuh semangat.
Sementara itu, Sekdes Tunjungtirto Muh Mustofa berharap dengan adanya kegiatan ini bisa memberikan dampak signifikan bagi pelaku UMKM di Desa Tunjungtirto.
“Kami selaku Pemdes Tunjungtirto berharap dengan kegiatan ini terjalin sinergi yang baik antara pemdes, pihak Mercy Corps dan mahasiswa KKN, serta dapat berdampak bagi para pelaku umkm di Desa Tunjungtirto,” ujarnya.
Setelah pelatihan, peserta dimasukkan ke dalam grup WhatsApp bersama Mercy Corps Indonesia untuk mendapatkan pendampingan lanjutan. Hal ini diharapkan menjadi langkah awal yang kuat bagi UMKM Tunjungtirto untuk naik kelas, memperluas pasar, dan meningkatkan pendapatan.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara pemerintah desa, organisasi pendamping, dan mahasiswa KKN mampu memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal.
Sebagai informasi, Program Strive Mercy Corps merupakan inisiatif yang bertujuan untuk memberdayakan UMKM melalui digitalisasi, akses permodalan, dan penguatan ekosistem pendukung. Program ini merupakan kolaborasi antara Mercy Corps Indonesia dan Mastercard.
Di Jawa Timur, program Strive fokus pada 25.000 UMKM di 12 kecamatan, dengan target 300.000 UMKM di seluruh Indonesia.
Program Strive Mercy Corps memberikan dampak positif bagi UMKM dengan membantu mereka bertransformasi melalui digitalisasi, akses modal, dan penguatan ekosistem pendukung. Pelatihan yang diberikan mencakup berbagai aspek penting untuk keberlanjutan usaha.