Home NewsKisah Baskoro Pendiri Local Preneur Indonesia, Penggerak Masyarakat Ekonomi Bawah

Kisah Baskoro Pendiri Local Preneur Indonesia, Penggerak Masyarakat Ekonomi Bawah

by Redaksi Hai Malang
0 comments

Haimalang – Local Preneur Indonesia hadir di tengah tantangan yang dihadapi oleh pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia.

Kelompok ini bukan hanya membantu, melainkan menawarkan solusi nyata untuk memberdayakan masyarakat ekonomi bawah agar mandiri secara ekonomi.

Sosok dibalik Local Preneur Indonesia ialah Baskoro. Dia adalah pendiri “Local Preneur Indonesia”, menjadi figur sentral di balik inisiatif yang telah membantu banyak individu membangun kemandirian ekonomi.

Didirikan tiga tahun lalu, Local Preneur Indonesia hadir dengan visi memberdayakan masyarakat yang kesulitan mencari pekerjaan atau modal usaha.

Alih-alih memberikan bantuan sosial sesaat, komunitas ini berfokus pada pemberian peluang penghasilan jangka panjang melalui pendirian usaha. Pendekatan ini dinilai lebih efektif dalam memberikan dampak berkelanjutan dibandingkan bantuan sosial yang sifatnya sementara.

Local Preneur Indonesia Memiliki Filosofi Pemberdayaan yang Mengakar

“Saya percaya masyarakat sebenarnya lebih memilih memiliki sumber penghasilan daripada sekadar menerima bantuan sosial,” ujar Baskoro.

“Ketika seseorang memiliki usaha sendiri, mereka tidak hanya membantu diri mereka sendiri, tetapi juga keluarga dan komunitas di sekitar mereka.” tambahnya.

Pernyataan tersebut tercermin dalam berbagai program Local Preneur Indonesia yang bertumpu pada prinsip pemberdayaan. Melalui pendekatan yang terstruktur, komunitas ini tidak hanya menyediakan modal, tetapi juga dukungan ekosistem usaha, seperti penyediaan tempat, peralatan, hingga pendampingan.

Program Unggulan Local Preneur Indonesia

Komunitas yang digawangi Baskoro ini, memiliki banyak program yang telah dijalankan.  Beberapa program telah berhasil membangun kemandirian dan ketangguhan ekonomi keluarga melalui mendirikan sejumlah usaha untuk masyarakat. Tak hanya itu, Local Preneur Indonesia, juga banyak membantu masyarakat ekonomi bawah.

Berikut program dari Local Preneur Indonesia.

1. Kemandirian Ekonomi

Program ini bertujuan untuk membantu dan mendampingi masyarakat dalam membuat usaha. Local Preneur Indonesia memberikan modal serta mendampingi usaha hingga mandiri.

Inisiatif ini tidak hanya membuka lapangan kerja baru, tetapi juga mendorong lahirnya wirausaha baru di berbagai daerah. Berikut usaha yang telah dibantu oleh komunitas ini.

  • Panggon Ngombe di Bondowoso – Sebuah usaha minuman kekinian yang menjadi tempat berkumpul masyarakat setempat, sekaligus membuka lapangan kerja baru. Usaha ini juga berkembang memiliki lini usaha lain seperti Panggon Ngombe 2, Panggon Nyangkruk, Usaha Kripik Pisang dll
panggon ngombe

Panggon ngombe salah satu dampingan dari Local Preneur Indonesia.

  • Warung Sosis Nayla Barokah di Bondowoso – Sebuah usaha berjualan makanan ringan, sosis, Jiho dll. Usaha ini juga memiliki lini usaha yang lain seperti jual pulsa, ternak bebek petelur dll.
  • Kang Pisang di Bojonegoro – Usaha olahan pisang yang memberdayakan petani lokal dan menciptakan produk bernilai tambah.
  • Bengkel Cak Lut di Bondowoso Bengkel motor yang didirikan untuk memberikan layanan perbaikan kendaraan bagi masyarakat sekitar, serta membuka peluang kerja bagi mekanik lokal.

2. Makan Gratis Keliling : Dilaksanakan seminggu sekali, program ini bekerja sama dengan warung-warung kecil untuk menyediakan makanan gratis bagi masyarakat. Setelah acara, pemilik warung menerima pembayaran dari Local Preneur Indonesia, memberikan dampak ekonomi langsung.

3. Belanja Gratis Keliling : Program ini memberikan kebutuhan pokok kepada ibu rumah tangga yang membutuhkan, sekaligus memberdayakan toko-toko kelontong kecil sebagai mitra distribusi.

4. Bantuan Duka : Memberikan bantuan berupa barang kebutuhan pokok, uang, dan air mineral kepada keluarga yang sedang berduka, untuk meringankan beban mereka.

Kolaborasi dengan Dunia Usaha

Dalam dunia usaha, Baskoro juga menjalankan bisnis kopi bernama Ukopia. Dengan tagline “Bukan Sekedar Kopi, Tapi Pengalaman Ukopia,” bisnis ini berupaya membangun koneksi antara budaya kopi lokal dengan peluang usaha bagi generasi muda. Program “Seduh Preneur” dari Ukopia dirancang untuk membantu anak-anak muda memulai usaha kopi dengan modal kecil namun berpotensi besar.

Ukopia juga telah menjalin kemitraan strategis dengan berbagai pihak, termasuk Hotel Grand Mercure Malang Mirama, untuk mempromosikan kopi lokal Indonesia. Kolaborasi ini tidak hanya memperkuat posisi Ukopia sebagai merek kopi lokal, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi petani dan pelaku industri kopi lainnya.

Dampak yang Meluas

Kisah sukses Local Preneur Indonesia menunjukkan bahwa inisiatif yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat memiliki dampak berkelanjutan yang jauh lebih signifikan. “Kami percaya bahwa dengan membantu seseorang memulai usaha, kami tidak hanya membantu individu, tetapi juga menciptakan perubahan sosial yang lebih luas,” ungkap Baskoro.

Meski demikian, perjalanan ini tidak lepas dari tantangan. Namun, Baskoro tetap teguh pada misinya. Sebagai mantan aktivis lingkungan melalui “Climate Change Frontier” yang didirikan tahun 2015, ia membawa semangat yang sama ke dalam setiap langkahnya. “Kami tidak berhenti di bantuan sosial. Kami ingin masyarakat bangkit dan mandiri.”

Berharap pada Masa Depan yang Lebih Cerah

Local Preneur Indonesia kini terus memperluas jangkauan program dan kolaborasi. Dengan fokus pada prinsip pemberdayaan, komunitas ini mengajak lebih banyak pihak untuk bergabung dalam misinya menciptakan masa depan yang lebih baik. (*)

You may also like