Home Pendidikan Inovasi Mahasiswa Brawijaya, Ciptakan PostureCare Solusi Atasi Masalah Tulang Belakang

Inovasi Mahasiswa Brawijaya, Ciptakan PostureCare Solusi Atasi Masalah Tulang Belakang

by Hafidh Sabgi
0 comment

HaiMalang – Perubahan perilaku anak-anak yang kini lebih banyak duduk ternyata memiliki dampak kesehatan. Kurangnya olahraga ternyata juga berpengaruh terharap kesehatan anak. Salah satunya meningkatkan resiko kelainan tulang belakang. Ini mendorong mahasiswa Brawijaya untuk menciptakan inovasi.

Inovasi ini diciptakan untuk mengatasi kelainan tulang belakang seperti skoliosis, lordosis, dan kifosis. Menurut WHO, ada 250.000 hingga 500.000 kasus gangguan tulang belakang setiap tahunnya.

Hal ini yang menjadi dasar tim peneliti PKM Karya Inovatif (KI) dari Universitas Brawijaya Malang yang terdiri dari Mochamad Saiful Anwar (Ilmu Keperawatan), Farid Hardiansyah, Refaldi Ananta Afif, Stephania Angelica, dan Irfan Aditya (Teknik Elektro), memperkenalkan “PostureCare.” Alat inovatif ini menggunakan teknologi Internet of Things (IoT) untuk terapi kifosis postural pada anak-anak.

PostureCare tidak hanya berfokus pada pasien, tetapi juga melibatkan keluarga. Fitur utamanya termasuk pemberian kalimat motivasi harian melalui WhatsApp bot dan aplikasi. Ini membantu mendeteksi masalah lebih dini, melibatkan keluarga, dan mengatasi gangguan tulang belakang.

PostureCare bertujuan untuk diagnosa medis posisi bungkuk pada tulang belakang yang dilengkapi dengan sensor pendeteksi kesesuaian posisi, sudut tulang belakang dan terapi kompres panas pereda nyeri.

“Kami menerapkan Pendekatan Chronic Care Model dengan fokus pada kesejahteraan pasien dan keluarga. Salah satu fitur utamanya adalah pemberian kalimat motivasi yang berbeda setiap hari melalui WhatsApp bot dan aplikasi. Ini membantu dalam mendeteksi masalah secara dini, melibatkan keluarga secara langsung, dan mengatasi gangguan tulang belakang,” kata salah satu anggota tim dari Ilmu Keperawatan Isal.

Inovasi karya mahasiswa PKM KI ini berada di bawah bimbingan Ir. Nurussa’adah M.T. dari Teknik Elektro. Penelitian ini didanai oleh Kemendikbudristek dan Universitas Brawijaya selama empat bulan sejak April 2024.

“Kami mengerjakan inovasi ini dibawah bimbingan Ir. Nurussa’adah M.T. dari Teknik Elektro. Secara pendanaan juga diberikan kementrian, selama empat bulan sejak April lalu,” terang Isal.

Fitur Utama PostureCare Ciptaan Mahasiswa Brawijaya

Proses ujicoba alat PostureCare kepada salah satu anak. foto: Humas UB

Proses ujicoba alat PostureCare kepada salah satu anak. foto: Humas UB

1. Diagnosa Medis : PostureCare dilengkapi dengan sensor pendeteksi posisi tulang belakang yang dapat mendeteksi kesesuaian posisi dan sudut tulang belakang.

2. Sensor Gyroscope MPU6050 : Ditempatkan di beberapa titik pada tubuh, tiga sensor mendeteksi kesalahan posisi tulang belakang, sementara satu sensor memonitor perubahan sudut tulang belakang harian pasca terapi.

3. Mikrokontroler ESP32 : Memproses data sensor untuk menentukan output berupa modul getar, lampu LED, dan heater. Getaran dan cahaya memberi peringatan jika terdeteksi posisi tulang belakang yang salah.

4. Thermotherapy : Dua polymade heater meningkatkan sirkulasi darah di daerah yang terkena, mengurangi nyeri.

5. Pelacakan Terapi : Data disajikan dalam grafik harian melalui aplikasi yang terhubung dengan WhatsApp bot, memungkinkan orang tua dan terapis melacak kemajuan terapi secara langsung.

Pendampingan dan Edukasi

Pasien juga diberikan panduan dan buku harian “My Bone” untuk memantau aktivitas, perasaan, penggunaan brace, dan pola makan anak. Keluarga dapat memberikan stiker bintang jika anak berhasil memenuhi misi harian.

Setiap tiga hari, tim akan berkunjung ke rumah untuk memberikan terapi bermain dan penghargaan dalam bentuk bintang yang lebih besar. Keluarga juga mendapatkan edukasi, konsultasi, dan dukungan emosional.

Ajukan Hak Paten dan Dukungan Ahli

Saat ini tim sedang mengajukan lima HAKI, termasuk tiga modul untuk keluarga, pasien, dan tenaga kesehatan, satu manual book, dan dua program komputer berupa WhatsApp Bot Care serta aplikasi.

Tiga draft PATEN juga sedang diajukan. Pengembangan PostureCare telah didukung dan dikonsultasikan dengan 12 praktisi ahli di berbagai bidang medis, memperkuat kredibilitas dan efektivitas alat ini.

Inovasi ini menjadi jawaban terhadap tantangan kesehatan akibat perubahan gaya hidup selama pandemi, dan membawa terobosan dalam terapi dan pemantauan kelainan tulang belakang, khususnya kifosis.

You may also like

Leave a Comment

Haimalang.com adalah sebuah platform media online dengan konten lokal Malang. Haimalang berisi artikel Wisata, Pendidikan, Teknologi dan Berita Terkini Terkait Malang Raya.

2024 Haimalang.com– All Right Reserved.