Home NewsBelajar Langsung di Pesisir, Mahasiswa Geografi Unikama Dalami Karakter Tanah Pantai Wonogoro

Belajar Langsung di Pesisir, Mahasiswa Geografi Unikama Dalami Karakter Tanah Pantai Wonogoro

by Kontributor
0 comments

Haimalang – Komitmen Program Studi Pendidikan Geografi Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) dalam menghadirkan pembelajaran kontekstual kembali diwujudkan melalui kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) mata kuliah Geografi Tanah.

Kali ini, mahasiswa diajak turun langsung ke kawasan Pantai Wonogoro, Kabupaten Malang, pada Minggu (11/1/2026), untuk memahami karakter dan dinamika tanah pesisir secara nyata.

Puluhan mahasiswa mengikuti KKL ini dengan pendampingan langsung dari dosen pengampu, Dwi Kurniawati, M.Pd. Mereka tidak hanya belajar dari teori di ruang kelas, tetapi juga mengamati langsung kondisi lapangan yang memiliki karakter unik sebagai wilayah pesisir.

Kegiatan diawali dengan identifikasi berbagai sifat tanah di sejumlah titik pengamatan. Mahasiswa dibagi dalam beberapa kelompok untuk menganalisis sifat fisik tanah, seperti tekstur, struktur, dan warna.

Selain itu, mereka juga mengkaji sifat kimia tanah, termasuk tingkat salinitas, serta mengenali indikasi biologi yang terdapat di dalam tanah.

Tak berhenti di situ, mahasiswa juga dilatih mengenali jenis tanah berdasarkan ciri morfologi yang tampak di lapangan. Mulai dari ketebalan horizon hingga komposisi material penyusunnya, seluruh proses dilakukan dengan pendekatan survei tanah sederhana yang aplikatif dan mudah dipahami.

Dwi Kurniawati, M.Pd., menegaskan bahwa pembelajaran tanah harus dipahami secara menyeluruh dan tidak terpisah dari lingkungan sekitarnya. Menurutnya, wilayah pesisir menjadi laboratorium alam yang ideal untuk melihat keterkaitan berbagai faktor pembentuk tanah.

“Tanah bukan entitas yang berdiri sendiri. Di sini, mahasiswa melihat langsung bagaimana kondisi pesisir membentuk tanahnya. Salinitas tinggi, bahan induk dari batuan sedimen pantai, dan pengaruh angin laut menciptakan karakter tanah yang unik. KKL ini melatih mereka membaca hubungan tersebut,” ujarnya.

Lebih lanjut, mahasiswa juga diajak menganalisis hubungan antara tanah dengan unsur lingkungan pesisir lainnya, seperti topografi, iklim mikro, vegetasi, hingga aktivitas gelombang laut. Diskusi pun berkembang pada potensi dan keterbatasan lahan pesisir, baik untuk kepentingan pertanian maupun upaya konservasi lingkungan.

Seluruh temuan lapangan kemudian didokumentasikan sebagai bahan penyusunan laporan akademik. Melalui KKL ini, mahasiswa tidak hanya dituntut menguasai kemampuan teknis identifikasi tanah, tetapi juga memperluas pemahaman tentang tanah sebagai sumber daya alam penting dalam kajian geografi terpadu.

Kegiatan ini sekaligus melengkapi rangkaian eksplorasi ilmu kebumian di Pantai Wonogoro yang sebelumnya telah mencakup aspek geologi, geomorfologi, hingga meteorologi-klimatologi. Dengan pendekatan belajar langsung di lapangan, mahasiswa diharapkan memiliki bekal yang lebih kuat dalam memahami tantangan dan potensi wilayah pesisir secara komprehensif.

You may also like