HaiMalang.com – Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TN BTS) akhirnya angkat bicara menanggapi rekaman kericuhan di pintu masuk Cemoro Lawang, Kabupaten Probolinggo, yang terjadi pada Minggu, 4 Mei 2025.
Melalui akun Instagram resminya, pihak BB TN BTS menyampaikan kronologi terkait kepadatan kendaraan sekaligus klarifikasi resmi terhadap insiden tersebut.
Menurut penjelasan resmi BB TN BTS, penjagaan pintu masuk kawasan wisata Bromo dilakukan mulai pukul 01.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP). Penjagaan melibatkan empat petugas piket, satu petugas tambahan dari kantor balai, serta dua personil dari Provost dan Kodim 0820 Probolinggo.
Hingga pukul 03.00 WIB, pelayanan kepada pengunjung berlangsung cukup lancar. Namun, lonjakan jumlah kendaraan wisatawan menyebabkan antrean panjang di pintu masuk. Untuk mempercepat proses, petugas menambah alat pemeriksaan serta melakukan pengecekan langsung ke setiap kendaraan.
Puncak kepadatan terjadi sekitar pukul 06.30 WIB, ketika 144 jip dari beberapa kelompok tour seperti Zalfa Tour dan BR Tour tiba bersamaan. Tercatat 92 dari jip tersebut belum melakukan pemesanan tiket secara online, sehingga petugas meminta agar pemesanan dilakukan di tempat sesuai SOP.
Situasi ini memicu penumpukan kendaraan dan menyebabkan kemacetan, apalagi ada kendaraan pengunjung dari dalam kawasan yang juga hendak keluar lewat jalur yang sama.
Di tengah situasi tersebut, beberapa tour leader, sopir jip, dan perwakilan agen menyampaikan keluhan dengan cara tidak pantas. Mereka mengerumuni petugas, mendorong, hingga mengeluarkan kata-kata kasar. Rekaman video yang beredar menunjukkan dugaan adanya provokasi oleh oknum tertentu yang memperkeruh keadaan.
Pihak BB TN BTS sudah berupaya melakukan rekayasa lalu lintas untuk mengurai kemacetan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah meminta manajemen Hotel Bromo Permai agar membuka seluruh akses halaman hotel. Meski manajemen telah memberi izin, petugas penjaga hotel tidak memperbolehkan pintu dibuka. Akhirnya, sebagai alternatif, petugas membuka jalur belakang yang biasa digunakan pelaku jasa wisata kuda agar kendaraan bisa dialihkan.
Namun, insiden belum berakhir di situ. Sejumlah orang dari rombongan tour memasuki Kantor Seksi PTN Wilayah I untuk mencari Kabidwil I. Karena tidak menemukan yang bersangkutan, mereka justru melakukan tindakan anarkis dengan merusak aset negara. Mereka menghancurkan satu unit laptop inventaris, mematahkan meja kerja, merusak helm pribadi petugas, serta memecahkan sejumlah barang lainnya. Lebih jauh, kunci dan STNK mobil dinas BB TN BTS turut raib, dan ban kendaraan tersebut juga dikempeskan.
Ironisnya, kejadian di kantor seksi tidak seluruhnya terekam CCTV karena diduga ada oknum yang terlebih dahulu mematikan aliran listrik dan mencabut kabel kamera. Hal ini menguatkan dugaan bahwa perusakan dilakukan secara terencana.
Pihak BB TN BTS menegaskan bahwa seluruh prosedur yang dijalankan sudah sesuai dengan kesepakatan dalam rapat koordinasi pada 28 April 2025, termasuk ketentuan pemesanan tiket online sebagai bagian dari pengelolaan kunjungan yang tertib dan berkelanjutan.
BB TN BTS juga mengimbau kepada para pelaku wisata agar tetap mematuhi SOP dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi atau tindakan yang dapat merugikan kepentingan bersama, khususnya dalam menjaga kelestarian dan keamanan kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.