HaiMalang.com – Mengetahui cara mengerem di jalan licin sangatlah penting bagi pengendara mobil maupun motor. Mengapa? Karena kesalahan dalam mengerem dapat menyebabkan kendaraan tergelincir, kehilangan kendali, dan berujung pada kecelakaan.
Apalagi jika pengendara sedang memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi dalam cuaca hujan. Oleh karenanya, teknik khusus agar tetap aman yang perlu dikuasai dan diperhatikan adalah teknik pengereman.
Banyak pengendara yang panik saat menghadapi jalan licin dan langsung menekan rem secara mendadak. Hal ini justru meningkatkan risiko slip dan kehilangan traksi.
Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui cara mengurangi kecepatan dengan aman, menerapkan teknik pengereman yang tepat, serta menjaga keseimbangan kendaraan.
Beberapa Tips Mengerem di Jalan Licin
Berikut beberapa tips yang bisa Anda terapkan agar tetap aman saat mengemudi di jalan licin.
-
Kurangi Kecepatan
Sebelum melakukan pengereman, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mengurangi kecepatan kendaraan secara perlahan. Pada mobil, pengurangan kecepatan yang mendadak dapat menyebabkan roda terkunci, terutama jika sistem pengereman tidak memiliki fitur anti-lock braking system (ABS).
Oleh karena itu, angkat kaki dari pedal gas secara bertahap dan biarkan kendaraan melambat secara alami sebelum mulai mengerem. Mengurangi kecepatan lebih awal juga memberi lebih banyak waktu untuk bereaksi terhadap kondisi jalan yang licin.
Bagi pengendara sepeda motor, mengurangi kecepatan sebelum mengerem juga sangat penting. Teknik ini membantu menjaga keseimbangan dan mencegah roda belakang tergelincir.
Selain itu, pengendara motor harus tetap tenang dan menghindari gerakan mendadak yang bisa membuat motor kehilangan traksi. Saat melambat, pastikan posisi tubuh tetap stabil dan berat badan terdistribusi dengan baik untuk meningkatkan kontrol atas kendaraan.
-
Teknik Pengereman yang Tepat
Pada mobil, ada dua teknik utama yang dapat diterapkan saat mengerem di jalan licin: threshold braking dan pulse braking.
Threshold braking dilakukan dengan menekan pedal rem secara perlahan namun tetap memberikan tekanan yang cukup agar mobil melambat tanpa kehilangan traksi.
Sementara itu, pulse braking dilakukan dengan cara memompa rem secara berkala untuk menghindari roda terkunci. Teknik ini sangat berguna jika mobil tidak dilengkapi dengan ABS.
Bagi pengendara motor, pengereman harus dilakukan dengan urutan yang benar. Rem belakang harus ditekan terlebih dahulu untuk mengurangi kecepatan secara bertahap, lalu rem depan digunakan secara perlahan untuk meningkatkan daya henti.
Jika rem depan ditekan terlalu kuat, roda depan bisa tergelincir dan menyebabkan motor kehilangan kendali. Oleh karena itu, selalu gunakan rem secara bertahap untuk memastikan traksi tetap optimal.
-
Perawatan Kendaraan yang Optimal
Kondisi ban sangat mempengaruhi daya cengkeram kendaraan di jalan licin. Ban yang sudah aus atau gundul akan memiliki traksi yang jauh lebih rendah, sehingga meningkatkan risiko tergelincir.
Pastikan tekanan angin ban sesuai dengan rekomendasi pabrikan untuk menjaga daya cengkeram yang optimal. Ban yang terlalu keras atau terlalu kempis bisa mengurangi kontrol saat mengerem di permukaan licin.
Selain ban, komponen rem juga harus diperiksa secara berkala. Pastikan kampas rem masih dalam kondisi baik dan tidak aus. Jika rem terasa kurang responsif atau muncul suara mencicit saat digunakan, segera lakukan pemeriksaan di bengkel.
Pengecekan rutin ini penting agar sistem pengereman bekerja secara optimal, terutama saat menghadapi kondisi jalan yang licin.
-
Jaga Jarak Aman
Saat berkendara di jalan licin, menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan sangatlah krusial. Dalam kondisi normal, jarak aman adalah sekitar 2-3 detik dari kendaraan di depan. Namun, di jalan licin, jarak ini sebaiknya ditingkatkan menjadi 4-5 detik.
Hal ini memberikan lebih banyak waktu untuk bereaksi jika kendaraan di depan tiba-tiba mengerem atau kehilangan kendali.
Jarak yang lebih jauh juga mengurangi risiko tabrakan beruntun yang sering terjadi di jalan licin. Dengan memberi lebih banyak ruang, pengemudi bisa mengontrol kendaraan dengan lebih baik dan memiliki kesempatan lebih besar untuk menghindari situasi berbahaya.
Pastikan juga untuk selalu waspada terhadap kendaraan lain yang mungkin mengalami kesulitan mengendalikan kendaraannya.
-
Jaga Keseimbangan Kendaraan
Keseimbangan adalah faktor kunci dalam mengemudi di jalan licin. Pada mobil, pastikan distribusi berat kendaraan tetap stabil dan hindari gerakan setir yang mendadak. Jika mobil mulai tergelincir, jangan langsung membanting setir, tetapi arahkan kendaraan secara perlahan ke arah yang diinginkan sambil tetap menjaga kecepatan.
Bagi pengendara motor, keseimbangan tubuh sangat penting untuk mencegah slip. Usahakan untuk tidak terlalu condong ke depan atau ke belakang saat mengerem.
Posisikan tubuh dengan stabil dan gunakan kedua kaki untuk membantu menyeimbangkan motor. Selain itu, hindari akselerasi atau pengereman yang tiba-tiba, karena hal ini bisa menyebabkan kehilangan kontrol.
Itulah tadi beberapa tips mengerem di jalan licin yang memerlukan teknik tepat agar kendaraan tetap stabil dan aman.
Dengan mengurangi kecepatan secara bertahap, menerapkan teknik pengereman yang benar, memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan optimal, serta menjaga jarak aman, risiko kecelakaan dapat diminimalkan.
Writer: Imam Abu Hanifah