HaiMalang.com – Berikut ini referensi jurusan sepi peminat di UNS pada SNBT 2025. Universitas Sebelas Maret (UNS) sendiri membuka 97 program studi dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2025 dengan total daya tampung mencapai 3.536 kursi.
Pada seleksi tahun sebelumnya, kampus yang berlokasi di Surakarta ini menarik perhatian hingga 90 ribu pendaftar. Jumlah ini menunjukkan popularitasnya sebagai salah satu perguruan tinggi negeri terbaik di Pulau Jawa.
Beberapa program studi di UNS memiliki jumlah peminat yang sangat tinggi, seperti Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang mencatat hingga 5.683 pendaftar pada 2024. Jurusan lain seperti Farmasi dan Keperawatan juga banyak diminati, masing-masing dengan 5.021 dan 4.376 pendaftar.
Namun, bagi calon mahasiswa yang ingin meningkatkan peluang lolos di UNS, memilih jurusan dengan peminat lebih sedikit bisa menjadi strategi yang tepat.
Beberapa program studi seperti Desain Mode, yang hanya memiliki 42 peminat pada 2024, serta Seni Rupa, Fisika, Pendidikan Teknik Bangunan, dan lainnya, bisa menjadi pilihan menarik.
Meskipun jumlah peminatnya lebih rendah, jurusan-jurusan ini tetap menawarkan prospek kerja yang menjanjikan di berbagai industri.
Beberapa Jurusan Sepi Peminat di UNS, tapi Punya Prospeknya Menjanjikan
Berikut ini daftar jurusan di UNS yang sepi peminat bila dilihat dari data peminat tahun 2024 di laman resmi SNPMB.
-
Prodi Desain Mode
Meskipun dunia mode terus berkembang dan memiliki pangsa pasar yang luas, jurusan Desain Mode di UNS masih tergolong sepi peminat dengan hanya 42 pendaftar pada tahun 2024.
Hal ini bisa jadi karena masih kurangnya pemahaman tentang peluang kerja di bidang ini, yang sebenarnya sangat luas, mulai dari fashion designer, fashion stylist, hingga pengusaha di industri tekstil.
Dengan meningkatnya tren fashion lokal dan produk sustainable fashion, lulusan Desain Mode berpeluang besar untuk sukses, terutama bagi mereka yang kreatif dan mampu membaca tren pasar.
-
Prodi Seni Rupa
Hal serupa juga terjadi pada jurusan Seni Rupa, yang hanya diminati oleh 48 calon mahasiswa. Padahal, lulusan Seni Rupa tidak hanya terbatas pada profesi seniman, tetapi juga memiliki kesempatan berkarier di bidang desain grafis, ilustrasi, animasi, hingga industri kreatif lainnya yang terus berkembang pesat.
Dengan pesatnya digitalisasi dan permintaan konten visual yang menarik, keahlian dalam seni rupa menjadi modal berharga bagi industri periklanan, media, hingga hiburan.
-
Prodi Pendidikan Seni Rupa
Jurusan Pendidikan Seni Rupa juga masih tergolong kurang diminati dengan hanya 68 pendaftar. Banyak yang mungkin menganggap bahwa mengajar seni kurang menjanjikan dibandingkan profesi lain, padahal kebutuhan guru seni di sekolah-sekolah formal maupun nonformal terus meningkat. Selain menjadi pendidik, lulusan jurusan ini juga dapat bekerja sebagai kurator seni, ilustrator, hingga pengelola galeri seni, yang menawarkan prospek karier yang cukup menjanjikan.
- Prodi Fisika
Sementara itu, jurusan Fisika hanya menarik 75 peminat pada tahun 2024, meskipun bidang ini memiliki peran penting dalam berbagai sektor industri.
Kurangnya peminat bisa jadi disebabkan oleh anggapan bahwa fisika merupakan bidang yang sulit dan kurang aplikatif.
Padahal, lulusan fisika banyak dibutuhkan di industri energi, teknologi, hingga penelitian sains yang terus berkembang seiring dengan kemajuan zaman.
-
Prodi Pendidikan Fisika
Jurusan Pendidikan Fisika juga mengalami kondisi serupa, dengan hanya 98 peminat. Banyak yang mungkin belum menyadari bahwa kebutuhan guru fisika di sekolah-sekolah masih cukup tinggi, terutama dengan berkembangnya metode pembelajaran berbasis teknologi.
Selain menjadi pendidik, lulusan Pendidikan Fisika juga memiliki peluang untuk bekerja sebagai peneliti atau analis di berbagai lembaga riset dan industri teknologi.
-
Prodi Teknik Pendidikan Bangunan
Jurusan teknik pun mengalami tren peminat yang tidak terlalu tinggi, salah satunya Pendidikan Teknik Bangunan yang hanya diminati oleh 130 calon mahasiswa. Padahal, sektor konstruksi dan infrastruktur terus berkembang, dan lulusan jurusan ini sangat dibutuhkan, baik sebagai pendidik maupun tenaga ahli dalam proyek-proyek pembangunan.
Dengan perkembangan kota-kota besar serta kebutuhan akan bangunan yang ramah lingkungan, lulusan teknik bangunan berpotensi memiliki karier yang stabil dan menjanjikan.
-
Prodi Pendidikan Kimia
Sementara itu, Pendidikan Kimia hanya mendapatkan 139 peminat meskipun industri kimia terus berkembang di berbagai sektor, termasuk farmasi, makanan, hingga manufaktur.
Selain menjadi tenaga pengajar, lulusan pendidikan kimia dapat bekerja sebagai analis laboratorium, pengembang produk, atau bahkan berkarier di industri lingkungan yang membutuhkan tenaga ahli dalam pengolahan limbah dan keberlanjutan.
-
Prodi Sastra Daerah untuk Sastra Jawa
Di bidang bahasa dan sastra, jurusan Sastra Daerah untuk Sastra Jawa juga masih sepi peminat dengan hanya 144 pendaftar. Padahal, pelestarian budaya dan bahasa daerah semakin mendapat perhatian, baik dari pemerintah maupun lembaga kebudayaan.
Lulusan jurusan ini dapat bekerja sebagai penulis, editor, penerjemah, hingga tenaga pengajar yang berperan dalam menjaga warisan budaya agar tetap relevan bagi generasi mendatang.
-
Prodi Pendidikan Teknik Mesin
Jurusan Pendidikan Teknik Mesin dengan 172 peminat juga menunjukkan tren yang tidak terlalu tinggi dibandingkan kebutuhan industri saat ini. Sektor manufaktur, otomotif, dan teknologi mesin masih sangat memerlukan tenaga ahli yang memiliki keahlian teknis mumpuni.
Lulusan jurusan ini tidak hanya bisa menjadi pendidik, tetapi juga berkarier di industri mesin dan otomasi yang semakin berkembang dengan adanya revolusi industri 4.0.
-
Prodi Matematika
Terakhir, jurusan Matematika juga masih belum menjadi favorit, dengan hanya 174 peminat. Matematika sering dianggap sebagai bidang yang sulit dan kurang menarik, padahal lulusan matematika memiliki peluang karier yang luas, mulai dari data scientist, analis keuangan, hingga pekerjaan di bidang teknologi informasi.
Dengan semakin besarnya peran big data dalam berbagai industri, keahlian matematika justru semakin dicari dan dihargai di dunia kerja.
Meskipun jumlah peminatnya masih relatif rendah, jurusan-jurusan ini memiliki prospek kerja yang menjanjikan di masa depan. Calon mahasiswa yang ingin memiliki keunggulan di pasar kerja sebaiknya tidak hanya terpaku pada jurusan-jurusan populer, tetapi juga mempertimbangkan bidang-bidang yang masih memiliki peluang besar dengan tingkat persaingan yang lebih rendah.
Writer: Imam Abu Hanifah