Home NewsPotensi Besar Budidaya Cabai di Kota Malang, Harga Tinggi Jadi Peluang Petani

Potensi Besar Budidaya Cabai di Kota Malang, Harga Tinggi Jadi Peluang Petani

by Imam Abu
0 comments

HaiMalang.com – Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang, Slamet Husnan Hariyadi, SP, melakukan monitoring terhadap potensi budidaya cabai di Kota Malang, tepatnya di Kecamatan Kedungkandang pada minggu pertama Februari 2025.

Dalam kunjungan tersebut, terungkap bahwa Kota Malang memiliki potensi besar dalam budidaya hortikultura, terutama cabai, yang menjadi komoditas penting mengingat harga jualnya yang fluktuatif.

Fenomena kenaikan harga cabai yang terjadi pada awal Ramadan 2025, di mana harga cabai rawit menembus Rp120 ribu per kilogram, menjadi peluang bagi para petani lokal.

Kecamatan Kedungkandang menjadi salah satu wilayah penyumbang produksi cabai terbesar di Kota Malang dengan total luas lahan sekitar 50 hektare yang tersebar di berbagai kelurahan.

Rinciannya meliputi Tlogowaru (5 Ha), Wonokoyo (5 Ha), Buring (15 Ha), Lesanpuro (10 Ha), Madyopuro (5 Ha), Kedungkandang (5 Ha), dan Cemorokandang (5 Ha).

Budidaya Cabai di Kota Malang

Kadispangtan Kota Malang, Slamet Husnan Hariyadi, saat kunjungi salah satu lahan cabai warga Kecamatan Kedungkandang (Foto: Dok.)

Tanaman cabai di wilayah tersebut umumnya dibudidayakan dengan sistem pertanian tadah hujan dan tumpang sari. Pola tanam ini mengombinasikan cabai dengan tanaman lain seperti tomat, empon-empon, pepaya, buncis, dan jagung.

Selain Kedungkandang, kecamatan lain di Kota Malang juga memiliki potensi produksi cabai, meskipun dalam skala lebih kecil. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Kecamatan Sukun memiliki luas lahan cabai sekitar 4 hektare, sementara di Lowokwaru mencapai 6 hektare.

Dalam kesempatan tersebut, Kadispangtan menjelaskan bahwa rata-rata usia tanaman cabai di wilayah Kedungkandang saat ini telah mencapai empat bulan sejak penanaman pada November 2024. Dengan demikian, pada Maret 2025 ini, petani tengah memasuki panen kedua dengan hasil yang semakin meningkat.

Dispangtan memperkirakan panen total dari 50 hektare mencapai 5 ton, dengan potensi panen hingga 10–12 kali dalam satu masa tanam.

Melihat potensi yang besar ini, Dispangtan Kota Malang mengajak masyarakat untuk turut serta dalam gerakan menanam cabai, tomat, kacang panjang, dan tanaman lain di pekarangan rumah.

Untuk memaksimalkan pemanfaatan lahan terbatas, masyarakat disarankan menggunakan media tanam alternatif seperti kemasan bekas minyak, cat, ban bekas, dan galon bekas. Dengan demikian, diharapkan ketahanan pangan keluarga semakin kuat dan masyarakat dapat merasakan manfaat ekonomi dari hasil pertanian mandiri.

Writer: Imam Abu Hanifah

Editor: Imam

You may also like