Home NewsMenelusuri Keindahan Coban Sewu, Si “Niagara” dari Jawa Timur yang Mempesona Wisatawan Dunia

Menelusuri Keindahan Coban Sewu, Si “Niagara” dari Jawa Timur yang Mempesona Wisatawan Dunia

by Redaksi Hai Malang
0 comments

Haimalang – Coban Sewu yang juga dikenal dengan nama Tumpak Sewu, merupakan salah satu air terjun terindah di Indonesia, bahkan di Asia. Berasal dari bahasa Jawa, “coban” berarti air terjun dan “sewu” berarti seribu. Nama ini menggambarkan banyaknya aliran air yang mengalir berdampingan dari tebing tinggi, membentuk tirai air yang menakjubkan.

Dengan ketinggian sekitar 120 meter, Coban Sewu tidak hanya menjadi ikon keindahan alam di Pulau Jawa, tetapi juga mulai dikenal luas sebagai destinasi favorit wisatawan mancanegara. Keasrian alam, jalur petualangan, dan panorama eksotisnya menjadi daya tarik tersendiri bagi para pelancong luar negeri yang mencari pengalaman otentik di Indonesia.

Banyak wisatawan dari Tiongkok dan beberapa negara asia tenggara, mereka satu rombongan. “Banyak wisatawan asing sekarang, mereka banyak berfoto dengan latar air terjun”kata Andi salah satu wisatawan lokal.

Baca juga Rekomendasi Penginapan di Tumpak Sewu atau Coban Sewu

Air terjun ini mengalir dari Sungai Glidik, yang bersumber dari Gunung Semeru, gunung tertinggi di Pulau Jawa. Dikelilingi tebing curam dan hutan tropis yang masih alami, Coban Sewu memberikan sensasi petualangan sekaligus ketenangan, menjadikannya lokasi impian bagi pelancong, fotografer, dan pecinta alam dari berbagai negara.

Keunikan dan Daya Tarik Coban Sewu

1. Tirai Air Alami yang Menakjubkan
Aliran air yang membentuk ratusan pancuran kecil menciptakan kesan “seribu air terjun” yang jatuh serempak dari tebing melingkar. Banyak wisatawan asing menyebut Coban Sewu sebagai “Hidden Niagara of Indonesia” karena kemiripannya dengan Niagara Falls, namun dalam versi yang lebih tenang dan eksotis.

2. Panorama dari Dua Sudut
Spot Atas (Panorama Point): Menyuguhkan pemandangan menyeluruh dari atas tebing. Cocok untuk menikmati sunrise dengan kabut tipis yang menyelimuti lembah—favorit bagi para pelancong asal Eropa yang hobi fotografi lanskap.

Spot Bawah: Petualangan menuruni tebing dan melewati jalur curam memberi pengalaman eksplorasi yang disukai wisatawan dari negara seperti Jerman, Australia, hingga Jepang.

3. Destinasi Fotografi Internasional
Coban Sewu semakin populer di media sosial global. Banyak fotografer internasional dan travel vlogger yang mengunggah hasil foto dan video dari lokasi ini, menjadikannya viral dan meningkatkan kunjungan wisatawan asing ke Jawa Timur.

Trekking Menjadi Aktivitas Favorit Wisatawan di Coban Sewu

Berbagai aktivitas dapat dilakukan di Coban Sewu, salah satunya trekking ke dasar air terjun. Pengalaman trekking di jalur bambu yang menantang menjadi daya tarik utama bagi wisatawan petualang. Banyak turis asing mengatakan perjalanan menuju dasar air terjun adalah bagian terbaik dari kunjungan mereka.

Coban sewu atau tumpak sewu

Wisatawan berada di bawah air terjun Tumpak Sewu atau Coban Sewu. Ben/HaiMalang

Dalam beberapa tahun terakhir, Coban Sewu mulai dilirik oleh mata internasional dan masuk dalam daftar destinasi wajib kunjung bagi para backpacker asing. Beberapa travel blog global bahkan menyebutnya sebagai:

“One of the most breathtaking hidden waterfalls in Southeast Asia”.

Tidak sedikit wisatawan mancanegara yang menyertakan Coban Sewu dalam rute petualangan mereka saat menjelajahi jalur Malang–Bromo–Semeru–Lumajang, menjadikannya titik penting dalam wisata alam Jawa Timur.

Panduan Lengkap Menuju Coban Sewu

Lokasi & Jam Operasional
Alamat: Jl. Raya Sidomulyo, Desa Sidomulyo, Kec. Pronojiwo, Kab. Lumajang, Jawa Timur.

Jam Buka: Setiap hari, pukul 07.00 – 17.00 WIB.

Letaknya yang berada di perbatasan Kabupaten Malang dan Lumajang membuatnya mudah diakses dari dua kota besar di Jawa Timur. Banyak agen wisata dan tur lokal kini juga menyediakan paket tur Coban Sewu khusus untuk turis asing.

Akses Transportasi
Dari Kota Malang
Transportasi Umum: Bus atau travel ke Terminal Tumpang, lalu lanjutkan dengan ojek atau sewa kendaraan ke Pronojiwo (sekitar 2–3 jam).

Kendaraan Pribadi: Jalur Malang – Dampit – Pronojiwo sudah baik dan cukup ramai.

Dari Kota Lumajang
Dari pusat kota, perjalanan ke Pronojiwo hanya memakan waktu sekitar 1–1,5 jam.

You may also like