Haimalang – Ada yang khas dari cara Virna Asrianti, gaya berbicara tenang, percaya diri, dan punya cara menghidupkan suasana. Ia bukan sekadar pembawa acara, namun sering kali sebagai energi yang mengalir di balik sebuah event. Suara yang tak hanya memandu, tapi juga menyambungkan.
Perempuan muda asal BSD City, Tangerang, ini sudah mengenal dunia panggung sejak usia belia. “Aku mulai pegang mic sejak SMP,” terangnya. Sejak saat itu, suara menjadi alat berekspresi, dan panggung menjadi ruang untuk belajar. Kini, lebih dari tujuh tahun berlalu, Virna tak hanya menjelma sebagai MC dan moderator nasional, tapi juga sebagai otak di balik layar banyak acara penting.
Di usia yang relatif muda, Virna sudah dipercaya memegang peran strategis sebagai Event Manager di Youtz Media. Di sela kesibukannya merancang acara, ia juga tengah menempuh studi S1 Event di Universitas Prasetiya Mulya dengan beasiswa penuh. Kombinasi antara pengalaman praktis dan landasan akademik inilah yang membuatnya tampil sebagai sosok yang bukan hanya cekatan, tapi juga visioner.
Panggung Sebagai Tempat Bertumbuh
“Setiap panggung itu tempat belajar,” ucap Virna. Ia tak pernah melihat panggung sebagai ajang pamer. Sebaliknya, ia memaknainya sebagai ruang untuk bertumbuh bagi dirinya, bagi tim, dan bagi audiens. Maka, tak heran jika setiap peran yang ia jalani selalu diiringi dengan semangat memberi makna.
Virna pernah menjadi Project Manager Scholarship Summit, acara yang sukses menghimpun lebih dari 3.000 peserta. Ia juga menjadi motor penggerak di balik Indonesia Youth Potential Fest, sebuah event hybrid yang disaksikan lebih dari 5.000 orang. Dalam dua acara ini, perannya bukan sekadar menjadi MC, tapi juga penanggung jawab dari perencanaan hingga pelaksanaan. Ia hadir dari awal sampai akhir, memastikan bahwa semua berjalan bukan hanya rapi, tapi juga berkesan.
Tak Hanya di Panggung, Tapi Juga di Balik Layar
Di balik kesan glamor dunia event, ada kerja keras yang tak banyak orang lihat. Dan Virna tahu betul bagaimana rasanya berada di posisi itu. Ia pernah menjadi Event Koordinator Public Figure Hub yang berkolaborasi dengan Kemenpora dan Ganara Art dan juga peringatan World Mental Health Day 2023. Di sini, ia ikut menyuarakan isu kesehatan mental dengan pendekatan yang membumi dan hangat.
Ia juga terlibat dalam misi sosial sebagai wakil tim dalam program Indonesia Emas Mengabdi di Lombok. Tak berhenti di sana, Virna turut mengoordinasi Festival Rakyat UMKM Kuningan sebagai External Relations Coordinator, sebuah festival yang dihadiri lebih dari 9.000 pengunjung dan berhasil menggandeng sponsor senilai lebih dari Rp100 juta.
“Buatku, bikin event itu soal rasa. Tentang gimana bikin orang merasa terlibat dan jadi bagian dari momen itu,” tutur Virna.
Lebih dari Sekadar Pembicara
Tak hanya tampil sebagai pembawa acara atau pengelola event, Virna juga dikenal kerap berbagi soal self-development. Ia percaya bahwa pertumbuhan diri bukan sesuatu yang terjadi secara kebetulan, melainkan hasil dari keberanian untuk terus melangkah, meski takut.
Dengan semua yang telah ia capai, Kosmoka platform penyedia pembicara profesional melibatkan Virna sebagai salah satu talent utamanya. Di Kosmoka, kami percaya bahwa pembicara terbaik bukan hanya mereka yang pintar bicara, tapi juga mereka yang telah melewati sendiri proses yang mereka ceritakan. Dan Virna adalah wujud nyata dari filosofi itu.
Bukan Hanya Acara, Tapi Perjalanan
Jika kamu pernah hadir di salah satu event yang dikelola atau dipandu oleh Virna, kamu akan tahu bahwa acara itu bukan sekadar susunan rundown dan suara yang terdengar. Ada cerita di baliknya. Ada proses. Ada hati.
Dan bagi Virna, setiap event adalah perjalanan. Sebuah perjalanan yang tak hanya membentuk dirinya, tapi juga orang-orang yang terlibat di dalamnya. Maka ketika ia bicara, ia tak hanya menyampaikan materi. Ia membagikan pengalaman. Ia menyalakan semangat.