HaiMalang.com – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang memperkirakan arus dan jumlah kendaraan masuk Kota Malang selama periode mudik Lebaran 2025 akan mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.
Berdasarkan data yang dihimpun, sekitar 281.399 kendaraan diperkirakan akan memasuki Kota Malang, sementara jumlah kendaraan yang keluar diprediksi mencapai 269.865 unit.
Angka tersebut lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada 2024, di mana tercatat sebanyak 287.453 kendaraan masuk ke Kota Malang, sedangkan yang keluar mencapai 275.653 kendaraan.
“Ini sesuai dengan prediksi Kemenhub RI, yakni tahun 2024 lalu, ada 193 juta orang dan di tahun 2025 ini diprediksi turun menjadi 146 juta orang,” ujar Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, Sabtu (22/3/2025).
Widjaja menjelaskan bahwa berkurangnya mobilitas masyarakat pada musim mudik tahun ini disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah kebijakan Work From Anywhere (WFA) dan perpanjangan cuti yang memungkinkan banyak perantau untuk mudik lebih awal.
“Dimungkinkan, banyak yang mudik terlebih dahulu, termasuk ASN juga,” ungkapnya.
Selain itu, pemerintah juga menerapkan pembatasan kendaraan besar selama periode Lebaran, yang berlaku mulai 28 Maret hingga 8 April 2025. Kebijakan ini bertujuan untuk mengurangi kepadatan lalu lintas selama arus mudik dan balik.
“Kendaraan besar tidak boleh bergerak, kecuali pengangkut sembako, BBM, pakan ternak dan lainnya. Ini sesuai surat keputusan,” tambahnya.
Dengan adanya kebijakan ini, diharapkan arus lalu lintas selama Lebaran 2025 di Kota Malang lebih lancar dibandingkan tahun sebelumnya, serta meminimalisir kemacetan yang kerap terjadi di titik-titik rawan.