Kawasan Ekonomi Khusus menurut UU Nomor 39 Tahun 2009 merupakan kawasan dengan batas tertentu yang tercangkup dalam daerah atau wilayah hokum NKRI yang ditetapkan untuk menyelenggarakan fungsi perekonomian dan memperoleh fasilitas tertentu. Kawasan Ekonomi Khusus biasa disingkat dengan istilah KEK. KeK ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mempercepat pembangunan ekonomi secara merara dan mengundang investasi asing. Model kawasan ekonomi ini dipercaya bisa mendorong pusat pertumbuhan ekonomi baru dengan daya saing tinggi.

Sejauh ini, telah ada 12 KEK yang telah disahkan oleh pemerintah. Terdapat lembaga pemerintah yang menaungi KEK yakni Dewan KEK Nasional. Dewan KEK Nasional inilah yang menjadi wadah pengusulan hingga perencanaan KEK. Dilansir dari investindonesia.go.id, KEK dikembangkan berdasarkan potensi demografis dan aksesibilitas kawasan ke pasar global. Dengan mengembangkan KEK sesuai potensinya, diharapkan KEK mampu mengundang lebih banyak investor, mengelola industri, ekspor-impor dan mampu menggeliatkan kegiatan ekonomi yang nantinya dapat menciptakan kegiatan ekonomi berskala tinggi dan berdaya saing global.

Malang merupakan salah satu daerah yang mengajukan usulan wilayah Singhasari sebagai KEK. Usulan ini, ternyata telah disetujui oleh Presiden Jokowi. Hal ini dibuktikan dengan dikeluarkannya Peraturan Pemerintah Nomor 68 Tahun 2019 yang berisi penetapan Kawasan Ekonomi Khusus Singhasari yang disahkan pada tanggal 27 September 2019. KEK Singhasari memiliki luas 120,3 hektar yang terletak di wilayah Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. KEK Singhasari sendiri diusulkan oleh pihak swasta.

Berdasarkan wawancara dengan Kriswidyat Praswanto selaku General Manager KEK Singhasari, usulan pengembangan wilayah Singosari telah dicanangkan sejak tahun 2012. Pihak pengembang Singhasari Residence yakni PT Intelegensia Grahatama mulai memetakan potensi-potensi yang ada di Singosari, salah satunya kawasan heritage (peninggalan sejarah) Kerajaan Singosari. Pada 2015 usulan tersebut dimatangkan dengan membentuk SInghasari Integrated Tourism Complex. Konsep ini kemudian dipaparkan kepada pemerintah provinsi. Namun, pada saat dipaparkan pihak pemerintah daerah menyayangkan jika hanya level daerah, artinya perlu dipaparkan ke pemerintah pusat, hingga akhirnya dusulan ini sampai ke jenjang nasional yakni di kementrian pariwisata yakni Deputi Pengembangan Destinasi Pariwisata.

Pada awal tahun 2017, pihak Deputi Pengembangan Destinasu Pariwisata melakukan kunjungan ke Singosari dan melihat potensi yang besar di wilayah tersebut hingga akhirnya diusulkan menjadi Kawasan ekonomi Khusus Singosari yang mengangkat pariwisata sebagai potensi yang diunggulkan. Per Februari 2017 dmulai difokuskan untuk penyusunan masterplan KEK SInghasari.

Singosari didapuk menjadi salah satu KEK tentunya dengan berbagai pertimbangan, berbagai potensi yang telah digali menjadikan pertimbangan Dewan KEK Nasional. KEK SInghasari terdiri dari 2 zona utama yakni Zona Pariwisata dan Zona Pengembangan Teknologi. Berkaitan dengan zona Pariwisata, Singosari merupakan daerah yang kaya akan sejarah Kerajaan Singosari. Menurut Kris, kerajaan Singosari memiliki kekayaan budaya karena merupakan salah satu kerajaan yang paling tua dan maju pada jamannya. “Kerajaan singosari itu adalah kerajaan yang secara teknologi itu paling tinggi di eranya terutama teknologi batu, metalurgi, orang membuat keris itu ilmu metalurginya harus tinggi,  di jaman itu sampai sekarang pun tetep jadi misteri bagaimana bisa menggandengakan logam-logam  dengan unsur yang berbeda.” Paparnya. Dalam pembangunan pariwisata bebrbasis heritage ini nantinya akan dikonsep sesuai pembangunan modrn dimana didalamnya dibuat konsep pariwisata sejarah yang modern. “Kami membuat museum, tetapi kami bikin museum lagi didalam itu yang sangat menggunakan teknologi digital. Kalo kami menggunakan AR, VR kemudian tiap benda artefak kita kasih VR orang bisa mengeksplor seluas luasnya,” jelas Kris.

Selain pengembangan pariwisata didaerah Singosari, KEK Singhasari juga mendukung pariwisata Bromo Tengger Semeru. Bromo merupakan salah satu destinasi wisata yang masuk kedalam 10 destinasi pariwisata prioritas skala nasional. “Kita mengembangkan kawasan ekonomi khusus pariwisata itu secara  nasional kita mendukung  pengembangan bromo tengger semeru tapi secara regional itu kita mendukung pengembangan pariwisata di Malang,” papar Kris.

Selain mengembangkan sektor pariwisata, KEK Singosari juga mengandalkan potensi Zona Pengembangan Teknologi Informasi. Kota Malang, yang termasuk dalam 10 Kota Kreatif Indonesia dalam bidang Aplikasi dan Game menjadi factor yang dapat dipertimbangkan. Selain itu, Kota Malang dengan jumlah pelajar dan perguruan tinggi yang banyak juga menjadi factor yang dipertimbangkan. Nantinya, KEK SInghasari bisa menjadi incubator  yang dapat mewadahi pelaku kreatif bidang teknologi.

Teknologi yang paling berkembang saat ini salah satunya Cloud Computing, Kris memaparkan bahwa pihaknya telah melakukan interaksi dengan pihak perusahaan ICT level Internasional salah satunya AWS (Amazon Web Service). AWS juga telah bekerjasama dengan institusi pendidikan setempat salah satunya SMK 11 Malang.   

Secara meyeluruh, KEK Singasari diharapkan mampu meningkatkan  perekonomian baik dalam skala daerah maupun nasional. Selain itu, dengan adanya KEK diharapkan mampu menarik investasi terutama Foreign Direct Investment (FDI). Kris menyebutkan dari pihak Dewan Pengawas Nasional menhasruskan pembangunan KEK memiliki dampak baik langsung maupun tidak langsung di daerah yang bersangkutan. “Yaini yg perlu digaris bawahi bahwa KEK itu harus punya dampak  signifikan  terhadap pembangunan ekonomi, apa aja, pdrb harus ada peningkatan, Termasuk smpek indeks pembangunan manusia ipm  itu harus meningkat, nah dampaknya itu smpek segitunya,” papar Kris. Selain itu, pembangunan KEK juga perlu menghasilkan domino effect yang besar. Artinya, tidak hanya sekedar menciptakan lapangan kerja baru, namun juga menciptakan efek ekonomi dibidang lain serta menghasilkan social impact di sekitarnya. “Pariwisata itu salah satu industri jasa yang punya domino effect ekonomi yang luas, nah ini yang menarik keterkaitan yang sangat erat itu dengan ekonomi kreatif, kedua dengan digital,” ujar Kris